Andai Rumahku Jadi Home Stay (2) Ku terkenang waktu remaja dulu Saudaraku dari kota Mahasiswa Perguruan Tinggi ternama Kulit hitam manis Senyum sangat manis Bertanu dan nginap dirumahku beberapa malam Dengan teman-teman sebayaku Kami kelilingi dia sepanjang waktu Kulihat teman renangku tebar pesona Matanya yang coklat terang Dengan bulu mata yang lentik Menatap saudaraku penuh tantangan Saudaraku tersenyum manis Matanya terlihat lucu Bikin aku cemburu Siang itu Aku dan temanku Memakai pakaian multi fungsi Celana selutut dan kaos oblong Kami telusuri pematang tabek gadang Menuju Tiagan Ketika berada di pinngir kolam Tiagan Temanku mendorong saudaraku ke kolam Biiiuurrrrrr Kamipun ikutan terjun ke kolam Berenag bersama sama Dengan suka cita Oh indahnya Andaikan rumahku jadi home stay Aku tak mau tamunya perempuan semua Takut Nanti mereka diperkosa Warga kampungku yang menghisap ganja Atau oleh kelaki buaya Kalau tamuku lelaki semua Tentunya sama seperti teman-temanku dulu Remaja dikampungku Pada tebar pesona Biar gaya Punya pacar bule Biar gaya Punya pacar orang kaya Biar gaya Terjadi perbaikan keturunan Biar dan sejuta biar lainnya Eh tak berapa lama Ketika si bule sudah pergi Mereka para remaja Pada buncit dan merana Astaghfirullah Aku melamun porno Bengkulu, 29 Oktober 2007 Hanifah Damnhuri Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wassalamu'alaykum wr.wb
Ambo satuju program ko dikaji bana, Saya tidak melihat bahwa konsep pariwisata yang diajukan merupakan sesuatu yang genuine atau unik sifatnya, melainkan hanya meniru terhadap keberhasilan daerah-daerah pariwisata sekarang ini. Padahal kita mengklaim bahwa masyarakat minang merupakan suatu masyarakat yang unik sifatnya. Konsep menyenangkan dan memberikan kebebasan pada turis dengan berani mengorbankan kemapanan yang terbina berupa adat istiadat dan agama merupakan suatu tindakan yang merugikan. Karena pemulihan akibat kerusakan moral masyarakat itu membutuhkan waktu yang sangat panjang bisa puluhan tahun atau beberapa generasi. Dalam beberapa kisah Al Qur'an tentang bangsa-bangsa yang dimusnahkan dapat diambil ibrahnya bahwa apabila dilihat kecendrungan bahwa suatu bangsa sudah tidak dapat diambil harapan maka akhirnya bangsa tersebut dimusnahkan untuk diganti dengan generasi lainnya. Oleh karena itu janganlah merusak tatanan masyarakat untuk kepentingan ekonomis jangaka pendek Konsep homestay ini terlalu liberal sifatnya, tampaknya akan sulit untuk tidak menimbulkan ekses negatif Kalau konsep homestay itu hanya terbatas pada penerimaan tamu-tamu yang sudah dikenal, semisal teman, family, dsbnya yang sudah dikenal identitasnya maka kemungkinan terpelihara dari hal-hal negatif masih bisa dilakukan. Tetapi bila hal menjadi bersifat umum dan bebas siapapun boleh mengoperasikannya, dengan layanan bisa menerima tamu siapa saja asalkan membayar maka mengandung banyak resiko kemaksiatan. Janganlah hanya berpikir satu-rumah atau dua rumah saja mungkin namun bayangkanlah bila sesuatu yang massal dan tidak terkendali inilah yang harus diantisipasi. Daerah-daerah seperti vila lokasi puncak dan sekitarnya saja sudah sulit untuk dikontrol, apalagi setiap rumah yang kosong di Sumatra Barat yang ditinggalkan oleh perantau diperbolehkan menjadi homestay yang berarti tumbuhnya hotel-hotel liar. Siapa yang menjamin bahwa nantinya homestay itu tidak disalah gunakan, apakah ninik mamak dan kemenakan dikampung bisa mengontrolnya, saya rasa tidak akan mau dan mampu. Kalaulah ada jamaah rantaunet yang ingin rumahnya dihomestaykan bagi jamah milis rantaunet yang juga sudah jelas identitas dan fikrahnya maka adalah sesuatu hal yang baik saja. Ada satu hal lagi biasanya sifat yang tidak kita miliki yaitu keberanian untuk menegur turis apalagi turis asing yang berpakaian yang tidak pantas, seperti misalnya padusi yang cuma pakai kaos tanpa lengan, atau bercelana pendek, beranikah menegurnya ? Karena biasanya kita sudah minder dengan orang asing Kepariwisataan yang syariah mestinya berlandaskan keimanan, pada niat rasa syukur kepada Allah S.W.T yang telah menganugerahkan keindahan alam kepada kampung kita, dan sebagai manifestasi rasa kesukuran tersebut kita bersedekah dengan mempersilahkan orang lain menikmati keindahan alam yang dianugerahkan itu, karana bumi itu memang milik Allah bukan milik manusia yang bisa dinikmati secara bersama dan sebagai yang diamanatkan kita tetap menjaga agar keindahahan alam itu terpelihara, dan tidak menjadi tempa maksiat. Sunday, October 28, 2007, 5:19:59 AM, you wrote: MDS> Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuhu MDS> Iko sato nan tarakhir ambo, sudah iko ambo ka tanang sajo lai. Mangko pak Chaidir. Rumah di kampuang ambotu rumah kosong. Indak ado urang nan maunyian, alias bakunci sajo. Kami abih ka rantau MDS> kasadoanno. Jadi indak ado pulo kaluarga nan kamanarimo kok nyampang ado urang nan kadibao singgah tingga di rumah tu antah samalam duo malam. Itu mangko paralu ado resepsionis nan musti MDS> ditugaskan. Bahkan paralu ado urang nan kamanolong-nolong antah ka manyasahan mandobian baju, antah kambuek-an kopi angek pagi-pagi. Paralu urang nan ka manjagoi oto urang nan tingga manompang MDS> samalam duo malam (satpam). Banyak urang nan bisa dipakarajoan. Iko point positive. Alah kami kaji sagalonoko elok-elok. Ado manfaaik ka urang kampuang insya Allah, baitu jano ambo. Tapi sarupo MDS> nan alah ambo sabuik-an panulakan kamanakan ambo. Dan ambopun samantaro iko kini indak barani maindak-an sajo nan disampaikanno tu. MDS> Ambo sapandapek, paralu dikaji bana dan bahkan di uji coba bana bagi nan alah mangarajoan baa bana carito home stay ko nan sabanano. Mungkin dapek pulo awak baraja ka dunsanak-dunsanak nan ado MDS> di Maninjau, nan kabano alah daulu salangkah maupayokan home stay ko. Iyo lai sasuai jo panarimoan masyarakaik awak nan baradaik baugamo. Atau mungkin alah saketek demi saketek manarimo sajo MDS> sagalo kakuranganno. Mampabiyakan sajo pasak nan baransua lungga. Sadangkan di masyarakaik awak rambu-rambu tu acok pulo dipabiyakan sajo katiko ditarajang urang lalu. MDS> Sapandapek pulo, bahaso iko indak mungkin dipaso-pasoan do. Itulah sababno di ambo ambo bao bamusyawarah ka kaum ambo. Musyawarah mancari nan ka baiak. Bukan untuak mamaso-maso. Dima pulo ado MDS> kini anak kamanakan nan ka amuah di paso-paso lai. MDS> wassalamu'alaikum MDS> St. Lembang Alam __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Jika anda, kirim email kosong ke >>: berhenti >> [EMAIL PROTECTED] Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] digest: >> [EMAIL PROTECTED] terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
