Assalamualaikum ww Maaf sanak sado alah no, sato pulo ambo sakaciak
Nan lah dicontohkan mak Saafruddin Bahar adolah satu dari sekian banyak contoh seseorang yang telah bermakrifatullah dengan baik Mari kito resapi sebuah teladan tentang *ma'rifatullah* seorang anak manusia. Ketika menuruni sebuah lembah, Umar bin Khaththab yang ditemani salah seorang sahabatnya bertemu dengan seorang anak yang tengah menggembalakan ratusan ekor kambing milik tuannya. Umar ingin menguji *ma'rifatullah* anak tersebut dengan medesaknya agar mau menjual seekor saja dari kambing gembalaannya. "Juallah kepadaku salah seekor kambing yang engkau gembalakan itu," pinta Umar. "Aku tidak berhak menjualnya, karena kambing-kambing itu milik tuanku," jawab si penggembala. "Katakan saja pada tuanmu bahwa salah seekor kambing hilang diterkam srigala," uji Umar. Dengan tegas si penggembala berkata, "Aku bisa saja mengatakan salah seekor kambing milik tuanku hilang atau mati diterkam srigala. Mungkin ia akan mempercayai alasanku, tapi bagaimana dengan Allah? Bukankah Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui?" Mendengar jawaban itu, Umar menangis terharu. Lalu beliau membebaskan penggembala itu dengan cara menebusny Manuruik Rahima, sulit sekali memberantas korupsi yang dah menjadi darah daging dinegara kita ini, tapi disisi Allah tiada yang mustahil sepanjang ada niat kita dan usaha serta pengorbanan untuk kearah sana, suai bana ambo tu memang sulit namun bukan berarti tidak bisa, walau sulit, right? Kan kito lah samo tau survey dari berbagai lembaga baik dalam maupun luar negeri menunjukkan bahwa bangsa yang mayoritas berpenduduk ISLAM ini dinyatakan sebagai bangsa yang sakit moral, terkorup peringkat pertama di Asia Tenggara atau peringkat lima dunia, negara yang paling tidak aman hingga investor menjauh dan predikat buruk lainnya, kok bisa? Jangan2 mayoritas tersebut TIDAK BER-ISLAM dengan benar Katanya sih, masalah yang membelit bangsa ini sudah terlalu kompleks, namun satu hal yang bisa digaris bawahi bahwa indikasi yang dominan dari semua akar permasalahannya adalah KERINGNYA RUHANI ANAK BANGSA INI DARI SIRAMAN PETUNJUK (baca Al Qur'an) ALLAH DAN SUNNAH RASUL apalagi bagi kito2 nan ABS-SBK, nonsense, tu nyoooo…. Agama BAGI SEBAGIAN ORANG tak lebih dari sekedar symbol dan status ataupun sebatas ritual sehingga tindakan dan sepak terjang mereka dalam beraktifitas sehari hari seolah2 tidak berhubungan dengan nilai2 relijius UNTUK ITULAH telah muncul sebuah ORGANISASI TARBIYAH dengan menempatkan diri sebagai garda terdepan dalam mencontohkan, menyeru dan membentuk anak bangsa ini menjadi pribadi2 yang dekat dan taat kepada Tuhannya Tiga prinsip kerjanya adalah, TARBIYAH (MENCONTOHKAN, MENYERUKAN dan MEMBENTUK KEPRIPADIAN MUSLIM) sebagai pola da'wah yang terus ditumbuh kembangkan Seruan ini tentu saja ditujukan bagi kalangan yang mulai menjauh dari nilai2 Illahiyah dan insanniyah yang suci, karena itu seruan da'wah ini berlaku BAGI SEMUA KALANGAN TANPA KECUALI DAN DIPRIORITASKAN BAGI MEREKA YANG TELAH MEMAHAMI PESAN UTAMA ISLAM DIMANA PELAKSANAAN IBADAH DAN PENEGAKAN SYARIAH SUDAH MERUPAKAN HAL YANG LAZIM LAZIM SAJA TARBIYAH memang bukan satu2nya namun tanpa tarbiyah semuanya nggak bakalan jadi, mentarbiyah diri sendiri dan angota keluarga sampai ke anak cucu bukan tidak tepat namun akan lebih efektif bila dilakukan dengan terorganisir, tul nggak? So, mari kta dukung usaha2 dakwah ini dengan terjun dan berperan aktif bersama saudara2 kita yang telah lebih dulu bergabung dalam usaha dakwah ini sehingga beberapa tahun kedepan bermunculan insan2 yang telah tertarbiyah dengan baik sejak dari level terendah sampai ke level atas Wasalam ABP Anggota Biasa Jamaah Tarbiyah On 10/27/07, Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Pak Saaf. Seperti yang saya katakan, sulit sekali > memberantas korupsi yang dah menjadi darah daging > dinegara kita ini. Tapi disisi Allah, tiada yang > mustahil sepanjang niat kita dan usaha kita ada, serta > pengorbanan kita untuk kearah sana juga ada. > > Minimal kita, diri kita, anak cucu kita, dan teman > akrab kita, kita perkenalkan dengan arti pengorbanan > yang hakiki. Kata orang "Cinta butuh pengorbanan", > maka, "Pemberantasan korupsi juga butuh pengorbanan". > > Sudah sanggupkah diri kita berkorban untuk dicaci, > dihina, diejek, dimarahi, dipersulit segala urusan, > bahkan dipecat sekalipun dari jabatan kita hanya untuk > mempertahankan kebenaran dan menjauhi korupsi, sogok > menyogok ini? Sumber korupsi berasal muasal, bisa jadi > dari menyogok ini(risywah), karena seorang pejabat > selalu berusaha mengembalikan uangnya yang telah > disogoknya untuk suatu jabatan tertentu, atau urusan > tertentu. > > Coba kalau ngak ada Risywah(sogok menyogok) itu, ngak > ada keluar uang saat hendak menduduki suatu jabatan > tertentu, saya kira para pejabat masih ngak mikir > kembalikan uang terdahulu yang sempat hilang itu. > > Ataupun penyebab korupsi itu adalah tuntutan dari > keluarga, yang biasanya tuntutan (maaf), para pasangan > kita, anak-anak kita yang lebih dr kadar gaji, > kemampuan kita.Seharusnya sikap qanaah(puas, alias > bersyukur, binti terima apa yang diberikan Allah > dengan ridha dan ikhlas) itu yang harus ditanamkan > pada diri anak-anak kita sejak dini lagi, jangan > tamak, egois, mau diregut semuanya, dan selalu > berbangga didepan tetangga, keluarga, teman, seakan > ialah yang hebat, kaya, pintar dan sebagainya, > sehingga malu kalau dilihat orang tidak seperti apa > yang dibanggakan selama ini, maka jalan satu-satunya > yah berusaha dengan jalan apapun untuk mewujudkan > mimpi2 yang telah terlanjur dibanggakan ke orang lain > itu). > > Sebaik-baik pendidikan adalah pendidikan AlQuran dan > hadits dalam mewujudkan kepribadian yang bersih, hati > yang suci dari segala macam penyakit, tamak(tidak > qanaah), penyakit korupsi, dan penyakit lainnya yang > jelek, yang bersemayam dimasyarakat, didiri, > dikeluarga kita. > > "Kejarlah duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, > dan kejarlah akhiratmu seakan kamu mati besok". > > Berat pengorbanan untuk mencapai yang baik dan > berhasil itu.Tapi sebagaimana firman Allah sendiri > Allah pasti akan memberikan kita berbagai cobaan, > kalau memang kita ingin berhasil. > > Ujian cobaan untuk memberantas korupsi itu dah siapkah > diri kita akan kehilangan jabatan, dah siapkah kita, > anak cucu, keluarga kita diejek, caci maki orang lain, > dah siapkah kita sebagaimana ujian para nabi dan > sahabat? Kalau semua masyarakat warga Indonesia ini > dah siap dengan semua pengorbanan itu untuk dirinya > sendiri, keluarganya saya kira korupsi tuntas sampai > mudah2an keakar-akarnya sekaligus.Ini terkadang belum > apa-apa..dengan alasan apapun, takut akan nasib > anak-anak, cucu, jabatan, pekerjaan dan lainnya dah > mundur sebelum bertanding. > > Wassalamu'alaikum. Rahima. > > > --- "Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Benar sekali, Nanda Rahimah, sulit sekali membrantas > > korupsi. Namun kesulitan itu tak boleh menyebabkan > > kita berhenti menumpasnya, minimal di lingkungan > > kita sendiri. Seperti juga dengan ajaran orang tua > > Nanda, saya menekankan kepada seluruh anak-anak saya > > bahwa mereka saya besarkan dengan rezeki halal hasil > > keringat saya sendiri, dan saya melarang mereka > > untuk mendekati segala hal yang berbau korupsi. > > Alhamdulillah sampai sekarang mereka masi mengingat > > dan melaksanakan nasihat saya itu. > > > > Saya mengkhayal, kalau semua atau sebagian besar > > warga masyarakat kita dan sebagian besar > > penyelenggara negara bisa menahan diri untuk tidak > > terlibat korupsi, rasanya tidak akan terlalu lama > > bangsa kita hidup dalam keterpurukan seperti > > sekarang. > > > > Untuk itu kita perlukan seorang pemimpin nasional > > yang selain jujur dan bersih, juga berwibawa dan mau > > melaksanakan pembrantasan korupsi tanpa tedeng > > aling-aling. > > > > Wassalam, > > Saafroedin Bahar. > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Jika anda, kirim email kosong ke >>: berhenti >> [EMAIL PROTECTED] Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] digest: >> [EMAIL PROTECTED] terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
