Sanak Rahima,
Kebetulan saya punya sedikit pengalaman tentang pemberantasan korupsi ini. Ngga banyak memang. Tapi ada beberapa hal yang mungkin bisa saya share di sini. Kalau ingin memberantas, tentu harus tahu penyebabnya. Setiap kasus itu unik, walaupun ada yang mencoba menggenalisir modus di setiap negara. Misalnya, di Mesir kuno itu yang menonjol adalah penyuapan, kalau di Cina jaman dulu, ada yang numpang dari prosedur upeti. Untuk Indonesia, saya kira bukan karena pejabat harus "membeli jabatan". Kalaupun ada, itu merupakan kasus2 yang relatif baru. Di kita, hikayat korupsi diawali dengan "ucapan terimakasih" yang umurnya sudah lumayan tua, sejak jaman kerajaan2 di Jawa dulu, sebelum adanya Singosari. Tekanan dari keluarga? Itu juga ga dominan. Ngikutin perjalanan kasus DPRD Sumbar periode 1999-2004? Kasus ini mungkin bisa masuk catatan rekor, 43 orang (saya tidak tahu, ini berapa persen dari jumlah anggota) diadili - walaupun keputusan kasasi dari MA beda2. Apakah penyebabnya karena "hutang" atau "kebutuhan"? Saya rasa tidak. Begini. Ada satu teori yang bilang bahwa penyebab korupsi mirip segitiga. Dua sudut alasnya adalah "kebutuhan" dan "kesempatan". Teoritis, kebutuhan bisa diatasi dengan menaikkan gaji, kesempatan juga bisa diatasi dengan memperbaiki sistem. Tapi tampaknya itu ga berlaku di kita. Banyak kasus korupsi yang dilakukan oleh orang yang harusnya "ga butuh". Soal sistem? Believe me, sistem di kita termasuk sistem yang - mungkin - terkuat di dunia. Kelihatannya yang masalah di kita karena tidak hanya menyangkut dua sudut alas itu saja, tapi peran besar puncak segitiga itu, yaitu "pembenaran". Berbagai contoh pembenaran sering saya dengar, mulai dari "ya... saya kerja capek, imbalan kurang"; "anak saya kan butuh biaya sekolah", sampai ke "teman2 juga begitu, kok". Nah, kalau urusannya sudah ke puncak segitiga ini, pembenaran, saya yakin yang palaing ampuh untuk mengatasinya ya agama. Riri (45+) On Oct 27, 4:38 pm, Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Jika anda, kirim email kosong ke >>: berhenti >> [EMAIL PROTECTED] Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] digest: >> [EMAIL PROTECTED] terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
