Menurut saya ,uzlah dalam hal ini tidak bermakna pengasingan diri
tapi lebih pada perubahan strategi atau metode dakwah saja.
Jadi apa yang dilakukan Allahu yarham Abdul Gaffar Ismail ini
keluar dari masyumi bukan uzlah melarikan diri dari kewajiban
dakwah tapi merupakan bentuk ijtihad beliau menuju dakwah yang
lebih effektif.
Uzlah yang tidak dibenarkan apabila meninggalkan barisan sehingga
melemahkan kekuatan persatuan, seperti halnya lari dalam medan
perang, atau menghindar dari menghadapi rintangan dan tidak sabar
dalam menghadapi kesulitan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Orang Mukmin yang bergaul dengan manusia dan mampu bersabar
(mempertahankan keimanannya) dari kerosakan mereka lebih baik
dari orang yang tidak mahu bergaul dan tidak sabar (melihat)
kerosakan mereka.' (Muslim)
'uzlah (pengasingan diri) hanya dilakukan apabila dakwah tidak
lagi mendapat sambutan serta apabila para penyeru kebenaran
diancam kebinasaan (pembunuhan).
Imam lbnu Katsir menyebutkan uzlah (lari dan mengasingkan diri)
yang disyari'atkan manakala terjadi malapetaka pada manusia.
Seorang hamba (disyari'atkan) lari jika ia khawatir (kerosakan)
keyakinannya (agamanya).
"Akan terjadi satu masa di mana sebaik-baik harta seorang Muslim
adalah seekor kambing yang selalu bersamanya pergi ke puncak
gunung dan ke tempat turunnya hujan. Dia lari membawa agamanya
untuk menghindari fitnah (bencana)." (Al-Bukhari)
Arnoldison
Tuesday, November 20, 2007, 12:31:11 AM, you wrote:
RC> Dah lama gak mendengar kata Uzlah trus tiba tiba mencul dengan judul
sendiri. Selama ini saya selalu mendapatkan beberapa literatur yang melibatkan
nama A. Hassan memiliki ke khususan tersendiri
RC> terutama kekayaan dalam analisanya. Kabarnya beberapa pendiri bangsa ini
sempat mengaji kepada tokoh bernama A.Hassan yang tidak banyak dikenal ini.
RC> Bagus juga untuk dibaca buku tanya jawab A. Hassan untuk melihat sisi yang
ditabukan oleh masyarakat namun diperbolehkan dalam islam.
RC> Regards
RC> ROnal Chandra
RC> Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
RC> ABDUL GAFFAR ISMAIL : Menempuh Jalan Uzlah
RC> Catatan tentang Allahu yarham Abdul Gaffar Ismail ini disalin
RC> sepenuhnya, tidak diubah ejaan maupun tulisannya, dari majalah tengah
RC> bulanan Daulah Islamyah pada edisi Agustus 1957. Majalah ini dipimpin
RC> oleh KH. Isa Anshary, sedangkan tulisan tentang KH. A. Gaffar Ismail
RC> ditulis oleh Tamar Djaya, salah seorang karibnya. Redaksi majalah ini
RC> terbilang tokoh-tokoh terkemuka Muslim Indonesia. A. Hassan masuk
RC> dalam jajaran redaktur, begitu juga nama-nama lain seperti Moenawar
RC> Chalil, Rusjad Nurdin, Gaffar Ismail sendiri dan juga Rahmah el
RC> Yunusiyah.
RC> ---------------------------------
RC> Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
RC>
--
Best regards,
Arnoldison mailto:[EMAIL PROTECTED]
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---