KADO ULTAH UNTUKMU
   
  Tak berapa hari lagi
  Kamu akan merayakan Ulang Tahun
  Usia yang mendekati setengah abad
  Tua belum muda terlampau
   
  Aku ingin mengirimkan sebuah kado untukmu
  Tanda ikut berbahagia
  Berharap kamu bahagia
  Berharap kamu bangga
   
  Lama ku renungkan 
  Kado apa yang tepat untukmu
  Ku beli yang mahal menurut kantongku
  Tetap saja takkan ada arti menurut kantongmu
  Jangan –jangan kamu malah terhina
  Menerima kado dariku
   
  Ku beli cenderamata di kotaku
  Mana mungkin akan jadi istimewa
  Kamu bisa memiliki 
  Cenderamata dari belahan dunia manapun
  Yang lebih bergengsi
   
  Jangan tanya 
  Kenapa aku
  Mengingat hari ulang tahunmu
  Memikirkan kado ultahmu
   
  Aku hanya ingin
  Kamu tau
  Aku bangga padamu
  Jadi yang terbaik selalu
  Sepanjang waktu
  Seperti pesanmu padaku
  " Be better
  Be professional
  Be yourself "
  Pesan yang sulit bagiku
  Karena aku 
  Bukan kamu
   
  Setelah kurenungkan
  Aku hanya sanggup
  Mengirim doa untukmu
  “ Semoga panjang umur dan 
  Semua kebaikan yang kamu lakukan
  Jadi amal ibadah bagimu. Amin “
   
   
   
  Bengkulu, 21 November 2007
   
  Adikmu
   
  Hanifah Damanhuri
   
   
   
   
   
   
   


Ronal Chandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Dah lama gak mendengar kata Uzlah 
trus tiba tiba mencul dengan judul sendiri. Selama ini saya selalu mendapatkan 
beberapa literatur yang melibatkan nama A. Hassan memiliki ke khususan 
tersendiri terutama kekayaan dalam analisanya. Kabarnya beberapa pendiri bangsa 
ini sempat mengaji kepada tokoh bernama A.Hassan yang tidak banyak dikenal ini.

Bagus juga untuk dibaca buku tanya jawab A. Hassan untuk melihat sisi yang 
ditabukan oleh masyarakat namun diperbolehkan dalam islam.

Regards
ROnal Chandra

Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  
ABDUL GAFFAR ISMAIL : Menempuh Jalan Uzlah

Catatan tentang Allahu yarham Abdul Gaffar Ismail ini disalin
sepenuhnya, tidak diubah ejaan maupun tulisannya, dari majalah tengah
bulanan Daulah Islamyah pada edisi Agustus 1957. Majalah ini dipimpin
oleh KH. Isa Anshary, sedangkan tulisan tentang KH. A. Gaffar Ismail
ditulis oleh Tamar Djaya, salah seorang karibnya. Redaksi majalah ini
terbilang tokoh-tokoh terkemuka Muslim Indonesia. A. Hassan masuk
dalam jajaran redaktur, begitu juga nama-nama lain seperti Moenawar
Chalil, Rusjad Nurdin, Gaffar Ismail sendiri dan juga Rahmah el
Yunusiyah.

    
---------------------------------
  Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how. 



       
---------------------------------
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke