Saya lumayan heran, kok segitu rumitnya. Setiap tahun puluhan, atau mungkin 
ratusan, PNS sekolah ke LN, ga begitu2 amat tuh.
   
  Saya juga lumayan heran dengan "segitu buruknya" pak Kepala Sekolah itu. Dua 
email panjang ... Mudah2an hanya itu, tidak ada masalah lain.
   
  Buat saya, cerita2 ini justru "menaikkan popularitas" pak Kepsek. Bayangkan, 
dengan menghalangi Sanak sekolah, dia menjadi berseberangan dengan sekian 
pejabat tinggi... 
   
  He he, ga tau nasib dia yang mujur bisa "naik kelas" sehingga berhadapan 
dengan sekian pejabat tinggi, (atau pejabat tingginya yang "tulalit", mau-mauan 
berseberangan dengan Kepala Sekolah yang "pejabat rendah" itu). 
   
  Riri (45+)
   
  

[EMAIL PROTECTED] wrote:
  
Sanak Melvi, 

Kadang banyak yg tidak mengerti apa itu milis, membicarakan kejelekan orang 
lain ke milis, sama dengan membicarakan kejelekan orang lain ke banyak orang. 
Sementara kalau orang yg di jelekkan tidak punya hak jawab (orangnya tidak 
tahu). 
Cobalah sanak Rahima berpikir dari sisi ini !!!, simpulkan sendiri. 
 "Kecek guru mangaji ambo dulu kalau awak mangecekkan keburukan urang lain, 
dosonyo gadang. dosonyo ndak di ampuni sabalun urang yg di pakecekkan itu 
mambari maaf", Hablul minan nas keceknyo. 

Tapi antah lah saluangse nan tahu, guru mangaji ambo dulu indak sampai S-2 di 
bidang agama bagai ilimunyo doh. 

Salam 
Is St Marajo 38+ 
 



        ulvan melvi <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]   21/11/2007 15:29           Please respond 
to
[email protected]


            To
  [email protected]       cc
        Subject
  [EMAIL PROTECTED] Re: Alhamdulillah :"Sengsara itu membawa Nikmat"
          





Assalammualaikum ww

Ibu Rahima,

Saya sarankan ibu membuat blog, karena menurut saya, cerita ibu yang cukup 
panjang ini lebih cocok dimuat di blog dari pada di milist.

Oh..ya, mungkin sekedar mengingatkan, kita para scholar  harusnya mengerti 
etika berkomunikasi, berdiskusi dan berdebat meskipun dalam milist. Karena 
menceritakan  keburukan orang lain, tanpa bisa mendengar  klarifikasi, argumen 
atau tanggapan dari yang bersangkutan, ibarat bergunjing. Ibu yang sudah 
sekolah tinggi agama pasti lebih tau apa itu bergunjing dan bagaimana 
bahayanya.  

Memang ada manfaat dari cerita ibu ini, tapi menurut saya lebih banyak 
mudaratnya. Jadi mohon ibu lebih bijaksana. Itu sebabnya saya menganjurkan ibu 
membuat blog, karena dengan blog ibu bisa curhat sesuka hati ibu, orang yang 
datang membacanya. Jika dimilist ibu menggiring semua orang bergunjing, 
membicarakan orang lain yang tidak ada di sini.

Tapi sebaik-baiknya curhat, adalah curhat dengan yang mahakuasa.

Mohon maaf jika tidak berkenan,

wasalam
Melvi - yang juga lagi sekolah dan juga PNS.


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 








       
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke