Makasih mak Boes. Maaf bukan saya riya, memamerkan apa
yang telah saya lakukan selama 8 bulan di Indonesia.
Selain saya berceramah dimesjid-mesjid dihadiri oleh
kalangan para Bapak/ibu, gadis, pemuda dan remaja saya
juga sering ikut seminar. Terakhir seminar yang saya
ikuti di Universitas Negeri Jakarta bersama beberapa
tokoh terkemuka, salah satunya Bapak Quraish Shihab,
di Fakultas kedokteran, dimana saya sengaja
membatalkan seminar work shop selama tiga hari yang
diadakan Walikota Bukittinggi, saya diminta pembicara
inti,saya tahu work shop ini sangat penting sebenarnya
namun saya tolak, tentu sebabnya semua dah pada tau
dari cerita saya yang berlalu.
Yang sering saya lakukan adalah membela hak-hak para
guru dan pegawai, juga murid-murid yang selama ini
dimakan dengan seenaknya.
Apa hak-hak guru dan pegawai yang ditahan sang power
yang saya rubah?
1. Adanya pemotongan gaji tanpa aturan, semacam setiap
menerima rapel kenaikan gaji, juga rapel makan,
dllnya, pokonya setiap rapel, atau apapun. Saya dah
bilang langsung kepada sang power, kenapa harus
dipotong? Jawabnya sumbangan untuk KPKN. Saya bilang
ada aturannya memang? Jawabnya tidak, hanya untuk
memperlancar urusan. Saya tanya, ini sama saja dengan
Riswah(nyogok). Namanya sumbangan, tidak ada
ditetapkan jumlahnya, lagian kalau nyumbang yah ke
fakir miskin anak-anak terlantarlah, dimana letaknya
pahala kalau niatnya untuk menyogok?, malah dosa yang
didapat. Alhamdulillah semenjak itu ngak pernah lagi
ada pemotongan sejenis itu.
2. Adanya penyulitan-penyulitan DP 3, kenaikan
pangkat, sampai kenaikan gaji berkala(KGB), yang hanya
dikarenakan bawahan tidak sependapat dengan atasan.
Saya katakan secara langsung kepada sang power, kenapa
harus mempergunakan kekuasaan kita untuk menekan
bawahan?
3.Adanya keteraturan dalam kepanitiaan, yang mana
sebelumnya yang jadi panitia dan menerima uang itu
keitu saja orangnya, sekarang telah digilir, telah ada
jadwalnya semua kebagian, malah saya sendiri yang ngak
kebagian(hehehehe). Saya membela itu, bukan untuk
kepentingan diri saya koq, tetapi benar-benar untuk
para pegawai dan guru yang mereka sama sekali tak
berani menegakkan kebenaran itu secara langsung.
Mereka hanya bisa bicara dibelakang, saya tak terbiasa
main belakang itu, rasa berdosa kalau menggunjingi
orang dibelakangnya kalau tak disampaikan langsung
saja, hati plong, mo menerima akibatnya saya siap
dengan segala resiko apapun.
Sementara dengan hak-hak murid, juga para ortu yang
saya tegakkan adalah, sistem keuangan haruslah
transfaran. Saya tau betul betapa ortu murid-murid
susah bayar uang sekolah yang berjumlah 50 rb
perbulannya mana tiap tahun ada uang pembangunannya
lagi.SElama ini keuangan sangat tertutup. Saya sempat
menanyakan hal ini dirapat terbuka dengan pertanyaan
langsung dirapat tersebut:" Apakah saya yang pegawai
ini ngak boleh tau urusan bendahara, keuangan sekolah
ini?". Di Jawab " Ada yang boleh ada yang tidak". Saya
tanya lagi:" Apa yang boleh, apa yang tidak, dan
kenapa yang tidak boleh itu saya tidak diperbolehkan
mengetahuinya?" (Semua terdiam Ngak ada yang bisa
jawab pertanyaan saya itu). Sepertinya dah mulai ada
perubahan, tapi masih belum maksimal, masih ada yang
disembunyikan.
Pernah saya dengar baru2 ini sekolah dapat bantuan 50
juta. Tapi uang itu ngak jelas kemana larinya, yang
saya lihat dibeli hanyalah berupa kasur beberapa buah
saja. Sayangnya bantuan apapun tidak pernah diumumkan
pada guru/murid, semua didiamkan sang power.
Contoh pernah tiga siswa mendapatkan bantuan 1 juta
lebih atas prestasi mereka. Walikota memberikan setiap
sekolah yang mana juara 1,2,3 mendapatkannya. Sekolah
salah satunya mendapatkan hal itu untuk murid
disekolah tempat saya bertugas tersebut. Tapi
sayangnya tak juga diberitahu secara tertulis oleh
sang power. Sehingga siswa tersebut taunya dari
teman-temannya dari sekolah lain.
Sang murid datang kesekolah. Ditanyakan pada sang
power masalah itu, lantas katanya bantuan itu telah
dikembalikan ke Walikota. Akhirnya keesokan harinya
datanglah sang ibu yang dari kampung dnegan susah
payah itu kesekolah menanyakan hal itu. Kebetulan saya
saat itu ada dan menerima ortu murid tersebut. Aneh
bin ajaib kala itu ada wakil sang power, tapi ia tak
tau menahu masalah bantuan itu, apakah benar tak tau
menahu atau hanya kilahnya saja, Allahu'alam.Saya
kasihan dengan ortu siswa itu, saya katakan langsung
saja, silahkan tanykan langsung pada sang power, kalau
jawabnya ngak ada, silahkan ibu adukan hal ini ke
walikota langsung, kalau Ibu takut, saya yang akan
bantu ibu melaporkan hal ini, karena uang sejuta lebih
sangat berarti bagi orang kampung, dan saya tau itu.
Apa yang saya terima dari salah seorang pegawai tata
usaha: " Rahima, kamu diam sajalah, kalau kita tak tau
menau, lebih baik diam". Apa saya jawab. " Wah...ini
mana bisa didiamkan, kasihan dong ortu murid dah
mengharapkan semua itu dan juga salah kita sekolah
ini, mereka terlambat datang, karena kita tak
memberitahu mereka secara tertulis. Aturan
kepegawaian, harus ada tertulis dong, gimana kalau
kondisi itu menimpa diri kita?.
Saya tau jumlah murid ratusan disekolah, ada yang
diberi bea siswa, dan kebanyakan bayar. Terkadang
besok mau ujian mereka ngak bisa bayar uang sekolah,
sementara mereka dituntut untuk membayarnya. Saya
benar-benar trenyuh, saya support murid-murid yang tak
mampu itu, katakan langsung pada sang power, mereka
belum mampu membayar uang sekolah, harus ikut ujian.
Kalau tidak dibolehkan, maka Ibu yang akan langsung
mengadukan hal ini ke pusat, ibu akan tulis di surat
kabar, berani ngak tuh sang power manahan kalian ujian
hanya karena tak mampu bayar uang sekolah? Kalian juga
harus berani meminta penjelasan hak-hak kalian masalah
keuangan ini, kalian bayar tiap bulan, padahal kami
PNS dah dibayar gaji oleh pemerintah, lantas tanyakan
dimana uang sisa keuangan mereka setelah dibayarkan
untuk honor guru dan pegawai, masak uang sebanyak itu
habis hanya untuk honorer, padahal honorer perjamnya
hanya 15 ribu, dan honorer disekolah ini tak banyak,
juga tanyakan kemana uang pembangunan yang dibayar
tiap tahun, kalian lihatkah ada pembangunan disekolah
ini? Jadi siswa jangan hanya diam saja, harus berani
membela hak kalian. Yah...nampaknya siswa masih takut
kalau karena hal ini mereka tidak naik kelas, atau
tidak lulus. Saya dah support mereka zaman sekarang
jangan pernah ada ketakutan semacam itu lagi.
Dan beberapa hal, yang saya ketahui betapa banyaknya
uang sekolah yang dipakai untuk kepentingan pribadi,
kepentingan untuk menyogok Pengawas yang datang
kepentingan untuk dekat dengan atasan lainnya, dllnya.
Dan saya pernah tanyakan hal ini langsung pada
bendahara, saya minta penjelasan-penjelasan semacam
itu. Karena saya bila mengadukan semacam ini, harus
punya bukti, dan bukti semua ini hanya ada ditangan
bendahara. Namun sayangnya bendahara entah takut entah
kerjasama pada sang power, sehingga apa yang saya
minta, tidak pernah dikabulkan.
Yang gilanya, sang power, mungkin karena ada rasa iri
pada sekolah lain, yang mendapatkan bantuan besar dari
pemerintah, kebetulan sekolah itu rata-rata orang PKS,
sehingga sang power dengan kepowerannya menyuruh saya
agar menulis kejelekan sekolah yang dapat bantuan itu
ke surat kabar terkenal di Sumbar ini, agar jangan ada
lagi bantuan kepada sekolah itu. Apa saya jawab: "
Bapak punya bukti-buktinya ngak, kalau mereka telah
menyalaha gunakan bantuan tersebut?, dan kenapa tidak
Bapak sendiri yang menuliskannya, kenapa harus saya?".
Apa jawabnya: " Karena saya tau perkataan kamu
didengar orang". " Mana bukti-bukti mereka menyalah
gunakan bantuan tersebut?" Jawabnya: " Kamukan bisa
cari sendiri?". Saya jawab: " Saya bukan orang bodoh
Pak, yang menulis seenaknya tanpa bukti-bukti yang
nyata, apa yang saya tulis pada umumnya telah saya
pikirkan sebelumnya".
Dan masih banyak lagi hal-hal yang saya coba
merubahnya, walau dengan semua ini, resiko yang saya
terimapun betapa beratnya, bukan sekedar resiko yang
saya ceritakan sebelumnya, masih banyak hal lain, tapi
tak perlu pulalah, yang pasti semua berkaitan dengan
keuangan. Kalau masalah keuangan saya, gaji saya, saya
diamkan sajalah, KGB saya pernah ditahan bertahun
lamanya, SPJ saya tak dibayarkanlah, gaji dipotonglah
dan banyak lagi. Yang diri saya bila kena masalah
keuangan ini, saya diamkan, saya anggap tabungan
akhirat, saya hanya menolak keras, kalau hak belajar
saya ditahan. itu saja. Tapi kalau keuangan pegawai
lainnya, guru dan murid lain yang terkena, biasanya
saya perjuangkan sampai titik akhir, karena saya sadar
betul betapa susahnya mencari uang bagi masyarakat di
Indonesia ini, apalagi orang berasal dari
kampung-kampung.
Untuk diketahui, ketika hal ini saya adukan di pusat,
Jakarta mengatakan siapa nama kepala sekolah itu, dia
bisa dipecat gara-gara ini. Saya teringat anaknya yang
masih kecil. Kasihan juga. Tapi saya bilang, ngak
usahlah Pak, dulu dia juga pernah dipecat karena suatu
kesalahan juga, dan ini dia sendiri cerita kesaya,
bukan saya dengar dari orang lain, tapi dari mulutnya
sendiri. Jangan sampai dipecat, kasihan anak-anaknya,
tapi dicoba tegas saja, dirubah sajalah kondisi itu.
Orangnya sangat pintar dan licik bersilat lidah, dia
orang filsafat, biasalah terkenal filsafat itu pandai
bermain licik. "Iyalah, mudah-mudahan menjadi
pelajaran baginya setelah kejadian Rahima ini, saya
yakin pasti bathinnya sudah terkena".Itulah jawab
kepegawaian tersebut.
Kalau saya mau urusan lancar-lancar saja. Gampang,
tinggal pura-pura bersikap baik pada atasan, munafik,
terus kasih dia hadiah-hadiah, kasih uang. Yakin deh,
urusan saya lancar selancar air sungai yang mengalir,
apalagi kalau uangnya banyak saya berikan, maka
airnyapun akan mengalir deras, ngak mungkin saya
mengalami kepahitan semacam yang saya alami ini.
Kalau saya jahat, bisa saja saya balas dendam. Tapi
saya ngak mau, saya masih punya hati nurani dan
perasaan kasihan pada anak-anaknya, dengan harapan
semoga semuanya bisa berubah.Dan saya lihat untuk
sementara ini dah ada perubahan disekolah itu koq, itu
saja dah cukup bagi saya.
Begitu juga sikap saya dimilist. Kalau saya orang
pendendam, disaat orang tersebut mancimeeh saya, kala
ia dicemeeh pula oleh orang lain suatu saat, bisa saja
saya ikut menimpali, atau menambah minyak kompor yang
sedang menyala itu dengan ikutan mencimeehnya. Tapi
saya tak pernah mau lakukan itu sama sekali. Karena
alhamdulillahirabbilaalamiin, hati saya, masih sangat
saya jaga sekali dari segala macam penyakit hati,
semampu saya menjaganya.Karena saya tau, Allah hanya
melihat hati seseorang, bukan tampilan luar dari
wajahnya, atau bentuknya. Saya percaya orang masuk
surga dilihat dulu hatinya.
Semoga dari kejadian yang saya ceritakan diatas, saya
percaya, akan terjadi disekolah-sekolah atau instansi
lainnya. Kalau saja ada beberapa orang diantara para
pegawai rendahan, bawahan seperti saya ini mengambil
tindakan apa yang saya lakukan ini dengan siap
menanggung resiko apapun, saya percaya dan yakin,
Indonesia lama kelamaan akan berubah juga. Tapi kalau
saja justru apa yang saya lakukan ini mendapat
tanggapan negatif, saya optimis, Indonesia tidak akan
pernah berubah sampai kapanpun.
Wassalamu'alaikum. Rahima.
--- boes <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> mantap Rahima.
> jangan pernah berhenti melakukan cara spt
> ini dimanapun berada.
>
> inilah yg terjadi ketika mahasiswa indonesia
> yg punya cita2 spt ini diluar negri ketika kembali
> ketanah air mengabdi ke bidangnya dikasi macam2
> kesulitan
> shg tenggelam dan idealismenya hancur/pupus.
>
> yg punya dana akhirnya kembali ke luar negri
> dan hidup tenang dan aman jauh dari intrik2 spt
> disini.
> contoh nya urang awak alhli nuklir, sekarang
> kerja di amerika. ndak rugi awak?
>
____________________________________________________________________________________
Be a better pen pal.
Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
http://overview.mail.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---