Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuhu,

Nampaknyo bagi ambo unek2 Rahima ko alun abih2 juo. Niatnyo mungkin baiak,
untuak mambarantas korupsi di Indonesia, pada umumnyo, dan di tampek tugas
Rahima khususnyo, ataupun masalah2 lain nan tajadi di sikola rahima tu.
Namun manuruik ambo supayo "suaro" Rahima ko tadanga kaseantero Nusantara,
baa sarancaknyo di masuakkan ka koran Nasional, karano milist ko tabatas nan
mambaconyo urang awak sajo kan, tapi kalau dimuek dikoran nasional, skalanyo
kan labiah gadang, kan banyak nan ka mambaco tuh. Atau minimal ka koran
Sumbar sajo dulu.  Itu saran ambo partamo.

Kaduo, kalau dibuliahkan mungkin tulisan2 Rahima ko bisa kito forwardkan ka
milist2 Indonesia laiinnyo, tamasuak ka Universitas2, SMU, MAN, Pesantren2,
dlsbgnyo.

Katigo, kalau dibuliahkan kito forwardkan pulo ka Instansi2 terkait, DEPAG
misalnyo, sekaligus kito kirim via Mail biaso sebagai follow-up nyo

Jadi jo caro iko kan jaleh tu tujuan Rahima untuak mambarantas KORUPSI di
INDONESIA RAYA ko, dari pado mencak2 di milist ko, samantaro ambo maraso
banyak dari anggota milist awak ko nan hanyo mambaco sabalah pihak, karano
yo bukan nan duduak di kursi "power" tu.
Disampiang tu Rahima kan alah jaleh *"bukti2"* keburukan ybs, jadi it's okay
untuak dipublikasikan di koran2, majalah, internet, dlsbgnyo, agar carito ko
batua2 jadi palajaran bagi urang Indonesia nan bamato hati, seperti nan
Rahima katokan ka ybs dibawah ko:

"yang gilanya, sang power, mungkin karena ada rasa iri
pada sekolah lain, yang mendapatkan bantuan besar dari
pemerintah, kebetulan sekolah itu rata-rata orang PKS,
sehingga sang power dengan kepowerannya menyuruh saya
agar menulis kejelekan sekolah yang dapat bantuan itu
ke surat kabar terkenal di Sumbar ini, agar jangan ada
lagi bantuan kepada sekolah itu. Apa saya jawab: "
*Bapak punya bukti-buktinya ngak, kalau mereka telah
menyalaha gunakan bantuan tersebut?,* dan kenapa tidak
Bapak sendiri yang menuliskannya, kenapa harus saya?".
Apa jawabnya: " Karena saya tau perkataan kamu
didengar orang". " Mana bukti-bukti mereka menyalah
gunakan bantuan tersebut?" Jawabnya: " Kamukan bisa
cari sendiri?". Saya jawab: " Saya bukan orang bodoh
Pak, yang menulis seenaknya tanpa bukti-bukti yang
nyata, apa yang saya tulis pada umumnya telah saya
pikirkan sebelumnya".

Baitu juo Rahima mengecekkan:

"Mereka hanya bisa bicara dibelakang, saya tak terbiasa
main belakang itu, rasa berdosa kalau menggunjingi
orang dibelakangnya kalau tak disampaikan langsung
saja, hati plong, mo menerima akibatnya saya siap
dengan segala resiko apapun".

Seandainyo Rahima alah mangecekkan masalah ko sacaro langsuang ka si "power"
tsb, berarti rahima alah malakukan kewajiban untuak saliang "*nasehat
menasehati"* ka si Kepsek tsb, namun nampaknyo Rahima alun baranti  sampai
disitu, masih menggerutu di milist ko, padahal sabalunko alah ditulih ttg
ybs disiko, kini diulang baliak. Apo lai maksudnyo kini???  apo maksudnyo
supayo seisi dunia tahu apo nan alah Rahima lakukan untuak Indonesia
tercinta ko, memberantas korupsi, dan hal2 buruak lainnyo disikola tu? dan
supayo urang lainnyo bisa maambiak palajaran? Bukankah Rahima mangecekkan :
"Urang nan bamato hati nan bisa maambiak palajaran dari carito ko". Bukankah
urang Minang ko urang nan punyo mato hati, arif seperti kato papatah (tolong
batuakan kalau ndak pas) : "Alun takilek alah takalam". Bukan kah itu cukuik
bagi kito bahwa urang awak ko cukuik mangarati persoalan nan Rahima
katangahkan kiniko, jadi ndak paralu diulang2, sahinggo "INTINYO BAIAK"
untuak "MARUBAH" malahan jadi "RUSAK". "Karano Nila satitiak, rusak samba
sabalango" (maaf kalau ndak pas).

Kito tahu bahwa banyak masalah2 nan manusia indak bisa marubahnyo, karano yo
"HIDAYAH" Allah SWT nan alun sampai ka ybs, wallahu a'lam. Disampiang itu
manusia harus menyadari bahwa kemampuan kita "terbatas", oleh sebab itu
jangan sampai melampaui "batas", bisa menjadi "bahaya" jadinya, maksudnya
bermudharat.

Ambo ingek salah satu Hadist Rasulullah SAW:

"Barangsiapa yang melihat kemungkaran dimuka bumi ini, hendaklah dia robah
dengan tangannya, kalau masih belum mampu, hendaklah dirubah dengan lidah,
kalau masih belum mampu  merubahnya,  hendaklah diam saja, walaupun itu
merupakan selemah-lemah Iman (adh'aaful Iimaan)"

Berdasarkan hadits diatas, sudah jelas bahwa Rahima sudah berusaha merubah
kondisi di sekolah rahima tsb, mungkin pertama dengan "tangan" (wallahu
a'lam), kemudian dengan "lidah" (sudah membicarakan langsung dengan yang
bersangkutan), yang ketiga kalau ybs masih belum berubah, ya diam saja lagi,
berati itu urusannya Allah SWT lagi, bukan urusannnya manusia. Kalau
diteruskan juga, bukan membawa "Rahmah" lagi malahan membawa "petaka",
dengan arti akan membawa permusuhan, rasa tidak enak, dlsbgnya antara ybs
dengan Rahima dllnya. Bukankah ini berarti "Kebaikan Membawa Laknat".
Na'uuzubillahi min zaalik, bukan?

Kalau rahima masih belum puas, dan masih membicarakan masalah yang sama di
milist ini atau ditempat lain, ya menurut saya sama saja ngomongin ybs
dibelakangnya, iya toh??? Dimana letak "DA"WAH HASANAH" lagi? bukankan Allah
SWT berfirman dalam surat An-Nahal: 125:

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan *Hikmah* dan *pelajaran yang
baik* dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesunggunya Tuhanmu Dialah
yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah
yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk" (16:125)

Rasonyo itulah nan bisa ambo sampaikan, salah dan janggal mohon dimaafkan.
Mudah2an niat baiak rahima ko diRahmati oleh Allah SWT handaknyo. Amiin


Wassalam

Aswita

On Nov 23, 2007 11:55 PM, Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>
> Makasih mak Boes. Maaf bukan saya riya, memamerkan apa
> yang telah saya lakukan selama 8 bulan di Indonesia.
> Selain saya berceramah dimesjid-mesjid dihadiri oleh
> kalangan para Bapak/ibu, gadis, pemuda dan remaja saya
> juga sering ikut seminar. Terakhir seminar yang saya
> ikuti di Universitas Negeri Jakarta bersama beberapa
> tokoh terkemuka, salah satunya Bapak Quraish Shihab,
> di Fakultas kedokteran, dimana saya sengaja
> membatalkan seminar work shop selama tiga hari yang
> diadakan Walikota Bukittinggi, saya diminta pembicara
> inti,saya tahu work shop ini sangat penting sebenarnya
> namun saya tolak, tentu sebabnya semua dah pada tau
> dari cerita saya yang berlalu.
>
> Yang sering saya lakukan adalah membela hak-hak para
> guru dan pegawai, juga murid-murid yang selama ini
> dimakan dengan seenaknya.
>
> Apa hak-hak guru dan pegawai yang ditahan sang power
> yang saya rubah?
>
> 1. Adanya pemotongan gaji tanpa aturan, semacam setiap
> menerima rapel kenaikan gaji, juga rapel makan,
> dllnya, pokonya setiap rapel, atau apapun. Saya dah
> bilang langsung kepada sang power, kenapa harus
> dipotong? Jawabnya sumbangan untuk KPKN. Saya bilang
> ada aturannya memang? Jawabnya tidak, hanya untuk
> memperlancar urusan. Saya tanya, ini sama saja dengan
> Riswah(nyogok). Namanya sumbangan, tidak ada
> ditetapkan jumlahnya, lagian kalau nyumbang yah ke
> fakir miskin anak-anak terlantarlah, dimana letaknya
> pahala kalau niatnya untuk menyogok?, malah dosa yang
> didapat. Alhamdulillah semenjak itu ngak pernah lagi
> ada pemotongan sejenis itu.
>
> 2. Adanya penyulitan-penyulitan DP 3, kenaikan
> pangkat, sampai kenaikan gaji berkala(KGB), yang hanya
> dikarenakan bawahan tidak sependapat dengan atasan.
> Saya katakan secara langsung kepada sang power, kenapa
> harus mempergunakan kekuasaan kita untuk menekan
> bawahan?
>
> 3.Adanya keteraturan dalam kepanitiaan, yang mana
> sebelumnya yang jadi panitia dan menerima uang itu
> keitu saja orangnya, sekarang telah digilir, telah ada
> jadwalnya semua kebagian, malah saya sendiri yang ngak
> kebagian(hehehehe). Saya membela itu, bukan untuk
> kepentingan diri saya koq, tetapi benar-benar untuk
> para pegawai dan guru yang mereka sama sekali tak
> berani menegakkan kebenaran itu secara langsung.
> Mereka hanya bisa bicara dibelakang, saya tak terbiasa
> main belakang itu, rasa berdosa kalau menggunjingi
> orang dibelakangnya kalau tak disampaikan langsung
> saja, hati plong, mo menerima akibatnya saya siap
> dengan segala resiko apapun.
>
> Sementara dengan hak-hak murid, juga para ortu yang
> saya tegakkan adalah, sistem keuangan haruslah
> transfaran. Saya tau betul betapa ortu murid-murid
> susah bayar uang sekolah yang berjumlah 50 rb
> perbulannya mana tiap tahun ada uang pembangunannya
> lagi.SElama ini keuangan sangat tertutup. Saya sempat
> menanyakan hal ini dirapat terbuka dengan pertanyaan
> langsung dirapat tersebut:" Apakah saya yang pegawai
> ini ngak boleh tau urusan bendahara, keuangan sekolah
> ini?". Di Jawab " Ada yang boleh ada yang tidak". Saya
> tanya lagi:" Apa yang boleh, apa yang tidak, dan
> kenapa yang tidak boleh itu saya tidak diperbolehkan
> mengetahuinya?" (Semua terdiam Ngak ada yang bisa
> jawab pertanyaan saya itu). Sepertinya dah mulai ada
> perubahan, tapi masih belum maksimal, masih ada yang
> disembunyikan.
>
> Pernah saya dengar baru2 ini sekolah dapat bantuan 50
> juta. Tapi uang itu ngak jelas kemana larinya, yang
> saya lihat dibeli hanyalah berupa kasur beberapa buah
> saja. Sayangnya bantuan apapun tidak pernah diumumkan
> pada guru/murid, semua didiamkan sang power.
> Contoh pernah tiga siswa mendapatkan bantuan 1 juta
> lebih atas prestasi mereka. Walikota memberikan setiap
> sekolah yang mana juara 1,2,3 mendapatkannya. Sekolah
> salah satunya mendapatkan hal itu untuk murid
> disekolah tempat saya bertugas tersebut. Tapi
> sayangnya tak juga diberitahu secara tertulis oleh
> sang power. Sehingga siswa tersebut taunya dari
> teman-temannya dari sekolah lain.
>
> Sang murid datang kesekolah. Ditanyakan pada sang
> power masalah itu, lantas katanya bantuan itu telah
> dikembalikan ke Walikota. Akhirnya keesokan harinya
> datanglah sang ibu yang dari kampung dnegan susah
> payah itu kesekolah menanyakan hal itu. Kebetulan saya
> saat itu ada dan menerima ortu murid tersebut. Aneh
> bin ajaib kala itu ada wakil sang power, tapi ia tak
> tau menahu masalah bantuan itu, apakah benar tak tau
> menahu atau hanya kilahnya saja, Allahu'alam.Saya
> kasihan dengan ortu siswa itu, saya katakan langsung
> saja, silahkan tanykan langsung pada sang power, kalau
> jawabnya ngak ada, silahkan ibu adukan hal ini ke
> walikota langsung, kalau Ibu takut, saya yang akan
> bantu ibu melaporkan hal ini, karena uang sejuta lebih
> sangat berarti bagi orang kampung, dan saya tau itu.
> Apa yang saya terima dari salah seorang pegawai tata
> usaha: " Rahima, kamu diam sajalah, kalau kita tak tau
> menau, lebih baik diam". Apa saya jawab. " Wah...ini
> mana bisa didiamkan, kasihan dong ortu murid dah
> mengharapkan semua itu dan juga salah kita sekolah
> ini, mereka terlambat datang, karena kita tak
> memberitahu mereka secara tertulis. Aturan
> kepegawaian, harus ada tertulis dong, gimana kalau
> kondisi itu menimpa diri kita?.
>
> Saya tau jumlah murid ratusan disekolah, ada yang
> diberi bea siswa, dan kebanyakan bayar. Terkadang
> besok mau ujian mereka ngak bisa bayar uang sekolah,
> sementara mereka dituntut untuk membayarnya. Saya
> benar-benar trenyuh, saya support murid-murid yang tak
> mampu itu, katakan langsung pada sang power, mereka
> belum mampu membayar uang sekolah, harus ikut ujian.
> Kalau tidak dibolehkan, maka Ibu yang akan langsung
> mengadukan hal ini ke pusat, ibu akan tulis di surat
> kabar, berani ngak tuh sang power manahan kalian ujian
> hanya karena tak mampu bayar uang sekolah? Kalian juga
> harus berani meminta penjelasan hak-hak kalian masalah
> keuangan ini, kalian bayar tiap bulan, padahal kami
> PNS dah dibayar gaji oleh pemerintah, lantas tanyakan
> dimana uang sisa keuangan mereka setelah dibayarkan
> untuk honor guru dan pegawai, masak uang sebanyak itu
> habis hanya untuk honorer, padahal honorer perjamnya
> hanya 15 ribu, dan honorer disekolah ini tak banyak,
> juga tanyakan kemana uang pembangunan yang dibayar
> tiap tahun, kalian lihatkah ada pembangunan disekolah
> ini? Jadi siswa jangan hanya diam saja, harus berani
> membela hak kalian. Yah...nampaknya siswa masih takut
> kalau karena hal ini mereka tidak naik kelas, atau
> tidak lulus. Saya dah support mereka zaman sekarang
> jangan pernah ada ketakutan semacam itu lagi.
>
> Dan beberapa hal, yang saya ketahui betapa banyaknya
> uang sekolah yang dipakai untuk kepentingan pribadi,
> kepentingan untuk menyogok Pengawas yang datang
> kepentingan untuk dekat dengan atasan lainnya, dllnya.
> Dan saya pernah tanyakan hal ini langsung pada
> bendahara, saya minta penjelasan-penjelasan semacam
> itu. Karena saya bila mengadukan semacam ini, harus
> punya bukti, dan bukti semua ini hanya ada ditangan
> bendahara. Namun sayangnya bendahara entah takut entah
> kerjasama pada sang power, sehingga apa yang saya
> minta, tidak pernah dikabulkan.
>
> Yang gilanya, sang power, mungkin karena ada rasa iri
> pada sekolah lain, yang mendapatkan bantuan besar dari
> pemerintah, kebetulan sekolah itu rata-rata orang PKS,
> sehingga sang power dengan kepowerannya menyuruh saya
> agar menulis kejelekan sekolah yang dapat bantuan itu
> ke surat kabar terkenal di Sumbar ini, agar jangan ada
> lagi bantuan kepada sekolah itu. Apa saya jawab: "
> Bapak punya bukti-buktinya ngak, kalau mereka telah
> menyalaha gunakan bantuan tersebut?, dan kenapa tidak
> Bapak sendiri yang menuliskannya, kenapa harus saya?".
> Apa jawabnya: " Karena saya tau perkataan kamu
> didengar orang". " Mana bukti-bukti mereka menyalah
> gunakan bantuan tersebut?" Jawabnya: " Kamukan bisa
> cari sendiri?". Saya jawab: " Saya bukan orang bodoh
> Pak, yang menulis seenaknya tanpa bukti-bukti yang
> nyata, apa yang saya tulis pada umumnya telah saya
> pikirkan sebelumnya".
>
> Dan masih banyak lagi hal-hal yang saya coba
> merubahnya, walau dengan semua ini, resiko yang saya
> terimapun betapa beratnya, bukan sekedar resiko yang
> saya ceritakan sebelumnya, masih banyak hal lain, tapi
> tak perlu pulalah, yang pasti semua berkaitan dengan
> keuangan. Kalau masalah keuangan saya, gaji saya, saya
> diamkan sajalah, KGB saya pernah ditahan bertahun
> lamanya, SPJ saya tak dibayarkanlah, gaji dipotonglah
> dan banyak lagi. Yang diri saya bila kena masalah
> keuangan ini, saya diamkan, saya anggap tabungan
> akhirat, saya hanya menolak keras, kalau hak belajar
> saya ditahan. itu saja. Tapi kalau keuangan pegawai
> lainnya, guru dan murid lain yang terkena, biasanya
> saya perjuangkan sampai titik akhir, karena saya sadar
> betul betapa susahnya mencari uang bagi masyarakat di
> Indonesia ini, apalagi orang berasal dari
> kampung-kampung.
>
> Untuk diketahui, ketika hal ini saya adukan di pusat,
> Jakarta mengatakan siapa nama kepala sekolah itu, dia
> bisa dipecat gara-gara ini. Saya teringat anaknya yang
> masih kecil. Kasihan juga. Tapi saya bilang, ngak
> usahlah Pak, dulu dia juga pernah dipecat karena suatu
> kesalahan juga, dan ini dia sendiri cerita kesaya,
> bukan saya dengar dari orang lain, tapi dari mulutnya
> sendiri. Jangan sampai dipecat, kasihan anak-anaknya,
> tapi dicoba tegas saja, dirubah sajalah kondisi itu.
> Orangnya sangat pintar dan licik bersilat lidah, dia
> orang filsafat, biasalah terkenal filsafat itu pandai
> bermain licik. "Iyalah, mudah-mudahan menjadi
> pelajaran baginya setelah kejadian Rahima ini, saya
> yakin pasti bathinnya sudah terkena".Itulah jawab
> kepegawaian tersebut.
>
> Kalau saya mau urusan lancar-lancar saja. Gampang,
> tinggal pura-pura bersikap baik pada atasan, munafik,
> terus kasih dia hadiah-hadiah, kasih uang. Yakin deh,
> urusan saya lancar selancar air sungai yang mengalir,
> apalagi kalau uangnya banyak saya berikan, maka
> airnyapun akan mengalir deras, ngak mungkin saya
> mengalami kepahitan semacam yang saya alami ini.
>
> Kalau saya jahat, bisa saja saya balas dendam. Tapi
> saya ngak mau, saya masih punya hati nurani dan
> perasaan kasihan pada anak-anaknya, dengan harapan
> semoga semuanya bisa berubah.Dan saya lihat untuk
> sementara ini dah ada perubahan disekolah itu koq, itu
> saja dah cukup bagi saya.
>
> Begitu juga sikap saya dimilist. Kalau saya orang
> pendendam, disaat orang tersebut mancimeeh saya, kala
> ia dicemeeh pula oleh orang lain suatu saat, bisa saja
> saya ikut menimpali, atau menambah minyak kompor yang
> sedang menyala itu dengan ikutan mencimeehnya. Tapi
> saya tak pernah mau lakukan itu sama sekali. Karena
> alhamdulillahirabbilaalamiin, hati saya, masih sangat
> saya jaga sekali dari segala macam penyakit hati,
> semampu saya menjaganya.Karena saya tau, Allah hanya
> melihat hati seseorang, bukan tampilan luar dari
> wajahnya, atau bentuknya. Saya percaya orang masuk
> surga dilihat dulu hatinya.
>
> Semoga dari kejadian yang saya ceritakan diatas, saya
> percaya, akan terjadi disekolah-sekolah atau instansi
> lainnya. Kalau saja ada beberapa orang diantara para
> pegawai rendahan, bawahan seperti saya ini mengambil
> tindakan apa yang saya lakukan ini dengan siap
> menanggung resiko apapun, saya percaya dan yakin,
> Indonesia lama kelamaan akan berubah juga. Tapi kalau
> saja justru apa yang saya lakukan ini mendapat
> tanggapan negatif, saya optimis, Indonesia tidak akan
> pernah berubah sampai kapanpun.
>
> Wassalamu'alaikum. Rahima.
>
> --- boes <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> >
> > mantap Rahima.
> > jangan pernah berhenti melakukan cara spt
> > ini dimanapun berada.
> >
> > inilah yg terjadi ketika mahasiswa indonesia
> > yg punya cita2 spt ini diluar negri ketika kembali
> > ketanah air mengabdi ke bidangnya dikasi macam2
> > kesulitan
> > shg tenggelam dan idealismenya hancur/pupus.
> >
> > yg punya dana akhirnya kembali ke luar negri
> > dan hidup tenang dan aman jauh dari intrik2 spt
> > disini.
> > contoh nya urang awak alhli nuklir, sekarang
> > kerja di amerika. ndak rugi awak?
> >
>
>
>
>  
> ____________________________________________________________________________________
> Be a better pen pal.
> Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
> http://overview.mail.yahoo.com/
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke