Wa'alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh. Mak Sutan Lembang Alam, iyo bana sajuak pencerahan nan mamak sampaikan. Jadi, sagalo sesuatu tu bapulang kapado niek kito, Innama a'maalu bin niah, sagalo sesuatu tu tagantuang ka niek kito. Tingga .... baa caro kito menyikapi apo nan jadi ota di palanta ko, apokah ota ruok nan tinggi dari boto atau ota nan sabana ota nan manganduang pangajaran dan nilai2 edukatif nan tinggi.
Sagalonyo itu tantu ado manfaat dan mudharatnyo. Untuak itu mari kito ambiak nan bamanfaat dan kito buang jauah2 nan mudharatnyo. Mari kito saliang ingek maingek'i dengan kebenaran dan kesabaran. Wa tawa saubil haq, wa tawa saubis sabr. Hanyo itu pauleh apo nan disampaikan Mak Lembang Alam, semoga palanta ko tetap kondusip dan tampek pembelajaran bagi kito basamo. Wassalam, HM Dt.MB (50+) Ditengah keheningan malam di tepian Sungai Musi > Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu > > Namanya juga Palanta. Apapun diceritakan orang disini. Cerita pasar, > cerita kampus, cerita di atas angkot, di bandara, di tengah laut, pokoknya > dimana saja. Kenapa pula mesti tidak boleh. Cerita apapun ditulis disini. > Cerita pengalaman jalan-jalan, pengalaman mengajar, pengalaman menggalas, > pengalaman kena banjir semua boleh diceritakan. Siapa pula yang akan > melarang. > > Berselisih pendapatpun boleh. Setuju dan tidak setujupun boleh. Dimana > pula pemikiran akan sama saja bagi semua orang. Yang satu mengatakan putih > tampak oleh yang lain abu-abu. Kenapa tidak. Bukankah kita punya filter > masing-masing, yang berbeda antara yang dipunyai oleh yang satu dengan > yang lain. > > Mengajak membuat opinipun boleh. Kenapa tidak. Beriyur untuk menolong > korban gempa, beriyur untuk mengadakan HbH, bersepakat untuk membuat > organisasi. Pasti serba boleh belaka. > > Dan tentu saja, tidak akan semua orang setuju menyetujui. Tidak semua > orang akan sependapat. Yang satu mengatakan 'ini' perlu, yang lain > mengatakan 'ini' tidak perlu dibuat. Namanya juga manusia. Yang diciptakan > Allah berkelompok-kelompok dan berpuak-puak. Yang kepentingan yang satu > dengan yang lain tidak mesti sama atau bahkan seringkali bertabrakan. > > Lalu ada yang berpendapat bahwa cerita si 'itu' berlebihan. Dia sudah > begini begitu. Dia ghibah. Dia bergunjing. Padahal menurut si 'itu' dia > memberi masukan tentang sesuatu > pengalaman penting yang dia lakukan dalam rangka melawan kemungkaran. Ya > itulah. Sudut pandangkan berbeda-beda. Yang dikatakan putih oleh yang satu > bisa saja abu-abu atau bahkan hitam terlihat oleh yang lain. > > Hanya, beda pendapat itu bisa juga jadi tendensius. Jadi memihak. Jadi > melawan kepada pendapat yang tidak disukai. Ya itu tadi, merubah warna > dari yang disampaikan oleh si pembawa cerita mula-mula. > > Mong-omong tentang gunjing. Palanta memang bolehlah jadi tempat > mengeluarkan pendapat meski sebagian jadi kabur juga dengan makna gunjing. > Coba saja. Ketika ada yang bercerita bahwa dia kena pangur oleh seseorang > di bandara MIA. Mula-mula dibawakan tasnya yang dia sangka servis orang > oto. Ternyata untuk membawakan tas ketek sejarak sekian puluh langkah itu > dia ditagih sekian puluh ribu rupiah. Jelas deskripsi oknum yang memangur, > jelas jalan ceritanya. Apakah yang ini gunjing? > > Atau cerita orang yang merasa di rugikan oleh petugas tiket di Bali. Yang > dengan sepihak mengatakan bahwa tempat sudah tidak ada padahal sipenulis > adalah pemegang tiket sah. Ditulisnya pula 'uneg-uneg'nya tentang layanan > orang yang merugikannya itu. Apakah yang ini gunjing pula? > > Atau gunjing jugakah ketika ada yang bercerita tentang kesaksiannya betapa > 'mamariangiknya' para penumpang sepesawat yang tidak kunjung mematikan hp > baik ketika akan tinggal landas atau ketika pesawat baru saja touchdown? > > Atau lebih seru lagi, apakah gunjing ketika ada yang bercerita tentang > begini begitunya Tuanku Nan Renceh hampir dua abad yang lalu? Padahal > cerita itu bisa saja terbalik-balik karena saking sudah lamanya? > > Namun hotar tentu akan dihotarkan juga. Pendapat akan dipostingkan juga di > Palanta. Siapa pula yang akan melarang. > > Entah ada hubungannya entah tidak, ada sebuah hadits Nabi SAW yang artinya > lebih kurang, 'Barangsiapa melihat kemungkaran hendaklah menghentikannya > dengan tangannya, kalau tidak sanggup dengan tangannya, dengan > kata-katanya, kalau tidak sanggup dengan kata-katanya dengan hatinya, > namun yang terakhir ini adalah yang selemah-lemahnya iman.' Setelah > seseorang berusaha mencegah atau mengoreksi kemungkaran, bolehkah dia > bercerita dengan harapan akan jadi tauladan bagi orang yang lain? Tentu > tergantung kepada niatnya juga. Kalu niatnya agar perbuatan baiknya itu > dijadikan orang lain contoh mudah-mudahan Allah menilainya sebagai > kebajikan. Kalau dia berniat untuk pamer, seandainya demikian, tentulah > Allah Ta'ala Maha Mengetahuinya pula. > > Entahlah.... > > Wassalamu'alaikum > St. Lembang Alam --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
