Waalaikum Salam Wr Wr bapak Dafiq yth
Terimakasih banyak atas jawaban bapak, limayan parintang wakatu menunggu
jawaban bapak Prof Suheimi. Siapa tau baliau berkenan untguk menjawab
pertanyaan hanifah dengan tegas dan lugas.
Hanifah coba menanggapi tulisan bapak tantang bagunjiang nan pernah ado di
milis.
Info tantang tukang palak ... rasono iko bukan sakadar bagunjiang tapi
marupokan paringatan baoak kapado pangalola maupun kapado urang nan datang
untuak diambiak hikmahno. Karano jan sampai pulo kanai palak atau baa caro
mambarantas tukang palak.
Mantun pulo untuak carito tantang layanan suatu tiket pasawat nan marugikan
suatu kaluarga dan berharap hal ikom indak tajadi lagi untuak kaluarga nan
lain. Walaupun baitu kito mesti waspada juo tantang gunjiangan saroman iko, sia
tau mereka adolah kaluarga kompetitor nan ingin manjatuahkan lawan jo caro
saroman mantun.
Tantang pramugari nan indak ramah dek panumpang mada bana ...
Sabab pramugari dun tau apo resiko kalau sinyal tagaduah ... angok
tantanganno. Samantaro panumpang mungkin sajo indak saluruh no tau akibaik dari
kalakuanno dun.
Samolah jo kami induak-induak ... cerewet ka anak-anak ...
Kato mama kami katiko baliau hiduik ...
Janlah suko manggunjiangkan urang lain, biko tibo di awak.
Kalau awak manggunjiangkan urang lain, amalan awak bapindah kaurangdun. Doso
urangdun bapindah kaawak. Ndak rugi awak di bapak du ??
Ka contoh ...
Waktu itu kawan masih dosen biaso.
Karajono mancngkaraui karajo dekan nan macam2lah.
Dek panadai maota .. tibo di pagantian dekan .. tapiliah baliau jadi dekan.
Kecek bapak labiah elokno dari dekan nan lamo??
Basuo kato katom ustadz .. "janlah sakalompok urang mampa olok-olok kalompok
nan lain, siapo tau nan di olok olok labiah elok dari nan ma olok olok"
Pernah juo kawan nan lain, ditampek lain, mangalola proyek bernilai sakian M.
Katiko kami mintak partangguang jawaban .. di ilak-ilakan no taruih sampai
akhirno indak pernah ado partangguang jawaban tersebut di hadapan kawan-kawan.
Suatu hari data-data nan harusno untuak patangguang jawaban hilang. ...
antahlah antah sangajo dihilangkan.
Jelang TIM BKPP datang untuak mamareso ... tadanga kawan gon nginap di Rumah
Sakik.
Katiko kami caliak ka rumah sakik, kami bae senyum senyum pulangno. Hebat juo
kawan. Apo mnan tajadi kini, istri jatuh sakik stroke dan kencing manis yang
tentu saja akan membutuhkan biaya perawatan nan indak saketek, dan alun baranti
di rawat sampai saat iko. Awk amibiak hikmah dari carito iko supayo indask jadi
gunjiangan.
Di tampek kami lai pulo ado potongan potongan uang, kalau uangdunindak dari
pitih gaji. Untuak hanifah pribadi .. kami sadakahkan dan ikhlaskan sajo uang
nan indak bara pulo jumlahno du. kadang-kadang kalau indak bapotong, kami nan
maagiah agak saketek. Bagi bagi bahagia bagai menah. Urang sanang awak sanang,
mudash-mudahan jadi ibadah.
Wass
Hanifah Damnhuri
Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu
Namanya juga Palanta. Apapun diceritakan orang disini. Cerita pasar, cerita
kampus, cerita di atas angkot, di bandara, di tengah laut, pokoknya dimana
saja. Kenapa pula mesti tidak boleh. Cerita apapun ditulis disini. Cerita
pengalaman jalan-jalan, pengalaman mengajar, pengalaman menggalas, pengalaman
kena banjir semua boleh diceritakan. Siapa pula yang akan melarang.
Berselisih pendapatpun boleh. Setuju dan tidak setujupun boleh. Dimana pula
pemikiran akan sama saja bagi semua orang. Yang satu mengatakan putih tampak
oleh yang lain abu-abu. Kenapa tidak. Bukankah kita punya filter masing-masing,
yang berbeda antara yang dipunyai oleh yang satu dengan yang lain.
Mengajak membuat opinipun boleh. Kenapa tidak. Beriyur untuk menolong korban
gempa, beriyur untuk mengadakan HbH, bersepakat untuk membuat organisasi. Pasti
serba boleh belaka.
Dan tentu saja, tidak akan semua orang setuju menyetujui. Tidak semua orang
akan sependapat. Yang satu mengatakan 'ini' perlu, yang lain mengatakan 'ini'
tidak perlu dibuat. Namanya juga manusia. Yang diciptakan Allah
berkelompok-kelompok dan berpuak-puak. Yang kepentingan yang satu dengan yang
lain tidak mesti sama atau bahkan seringkali bertabrakan.
Lalu ada yang berpendapat bahwa cerita si 'itu' berlebihan. Dia sudah begini
begitu. Dia ghibah. Dia bergunjing. Padahal menurut si 'itu' dia memberi
masukan tentang sesuatu
pengalaman penting yang dia lakukan dalam rangka melawan kemungkaran. Ya
itulah. Sudut pandangkan berbeda-beda. Yang dikatakan putih oleh yang satu bisa
saja abu-abu atau bahkan hitam terlihat oleh yang lain.
Hanya, beda pendapat itu bisa juga jadi tendensius. Jadi memihak. Jadi
melawan kepada pendapat yang tidak disukai. Ya itu tadi, merubah warna dari
yang disampaikan oleh si pembawa cerita mula-mula.
Mong-omong tentang gunjing. Palanta memang bolehlah jadi tempat mengeluarkan
pendapat meski sebagian jadi kabur juga dengan makna gunjing. Coba saja. Ketika
ada yang bercerita bahwa dia kena pangur oleh seseorang di bandara MIA.
Mula-mula dibawakan tasnya yang dia sangka servis orang oto. Ternyata untuk
membawakan tas ketek sejarak sekian puluh langkah itu dia ditagih sekian puluh
ribu rupiah. Jelas deskripsi oknum yang memangur, jelas jalan ceritanya. Apakah
yang ini gunjing?
Atau cerita orang yang merasa di rugikan oleh petugas tiket di Bali. Yang
dengan sepihak mengatakan bahwa tempat sudah tidak ada padahal sipenulis adalah
pemegang tiket sah. Ditulisnya pula 'uneg-uneg'nya tentang layanan orang yang
merugikannya itu. Apakah yang ini gunjing pula?
Atau gunjing jugakah ketika ada yang bercerita tentang kesaksiannya betapa
'mamariangiknya' para penumpang sepesawat yang tidak kunjung mematikan hp baik
ketika akan tinggal landas atau ketika pesawat baru saja touchdown?
Atau lebih seru lagi, apakah gunjing ketika ada yang bercerita tentang begini
begitunya Tuanku Nan Renceh hampir dua abad yang lalu? Padahal cerita itu bisa
saja terbalik-balik karena saking sudah lamanya?
Namun hotar tentu akan dihotarkan juga. Pendapat akan dipostingkan juga di
Palanta. Siapa pula yang akan melarang.
Entah ada hubungannya entah tidak, ada sebuah hadits Nabi SAW yang artinya
lebih kurang, 'Barangsiapa melihat kemungkaran hendaklah menghentikannya dengan
tangannya, kalau tidak sanggup dengan tangannya, dengan kata-katanya, kalau
tidak sanggup dengan kata-katanya dengan hatinya, namun yang terakhir ini
adalah yang selemah-lemahnya iman.' Setelah seseorang berusaha mencegah atau
mengoreksi kemungkaran, bolehkah dia bercerita dengan harapan akan jadi
tauladan bagi orang yang lain? Tentu tergantung kepada niatnya juga. Kalu
niatnya agar perbuatan baiknya itu dijadikan orang lain contoh mudah-mudahan
Allah menilainya sebagai kebajikan. Kalau dia berniat untuk pamer, seandainya
demikian, tentulah Allah Ta'ala Maha Mengetahuinya pula.
Entahlah....
Wassalamu'alaikum
St. Lembang Alam
---------------------------------
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---