Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakrtuh;

Berikut ini saya ingin berbagi dalam penangan stroke yang dialami oleh
anggota keluarga sendiri.
Pada tgl 25 Desember malam 2006 saya dapat tilpon dari Pekan Baru dari anak
kakak saya (mereka semua me manggil saya ayah )bahwa ibu mereka (kakak ipar
saya ) waktu mau kekamar mandi seperti kejang dan tiba2 tak sadar.Merekapanik
tentu.Segera saya suruh untuk masuk rumah sakit dan rawat di ICU serta
segera hubungi dr Saraf.serta segera persiapkan untuk C T Scan
kepala.Keesokan harinya dilaporkankan bahwa tubuh sebelah kiri yang lumpuh
total,serta tidak sadar sama sekali.Hari tersebut  saya belum dapat
meniggalkan tugas,lusanya-27 Des saya ke Pk Baru.Keadaan sisakit seperti
yang saya bayangkan pada pasien2 Stroke.Saya lihat hasil C T Scan yang tgl
26 Des masih menyerupai normal dan hal tersebut lazim pada hari pertama
Stroke yang penyumbatan,bukan perdarahan.Oleh karena itu keesokannya tgl 28
Des dilakukan CT Scan untuk evaluasi.Sangat mengagetkan saya karena separoh
otak kiri membengkak  dan tak dapat aliran darah,berarti pembuluh darah
besar yg tersumbat.Segera saya hubungi Sejawat dr Saraf dijakarta dan kami
diskusikan.Hasil diskusi saya bicarakan dengan sejawat dr Saraf yang
merawat,dan terapi ditngkatkan.Selama 1 minggu hampir tak ada
kemajuan.Dandari ekspresi yang merawat termasuk dokter2 terbayang
pisimisme dan itu
sangat wajar.Kakak saya (suami sisakit ) sudah nangis dan beberapa anak2
juga nangis serta pada ngaji di ICU.Saya buat aturan 1. Yang tidak bisa
bermuka cerah tidak boleh masuk ICU.2 Kalau ingin membaca alQur-an jangan
didepan sisakit.Hal ini saya kemuakan bahwa hrs memberi semangat
sisakit.3.Semua anak2 memohon pada Yang Maha Kuasa untuk diizinkan terus
memelihara sisakit,karena do' anak terhadap orang tuanya tak ada
batas/hambatan. 4 Semua puasa tiap hari Senin dan hari Kamis.Sehari sesudah
aturan dimulai, dilakukan CT Scan untuk follow up.Subhanallah,gambar CT Scan
sangat berbeda dg yang 8 hari sebelumnya.Hal ini saya gunakan untuk memberi
semangat pada tim dokter,bahwa keadaan sisakit
menjanjikan.Alhamdulillahsingkat cerita sebulan kemudain kakak ipar
saya keluar dari rumah
sakit,walaupun dalam keadaan lumpuh separoh tubuh kiri,namun ingatan beliau
bersih dan tanpa mengeluh sama sekali sampai sekarang.Anak2 beliau 8 orang
semua sudah  berkeluarga, bergantian untuk memandikan atau mengantar ke R S
.Akhirnya saya berkesimpulan bahwa sangat mungkin do'a anak2 sisakitlah
yang maqbul dimana mereka  berjanji  untuk memelihara ibu mereka.Wallahua'lam.



Wassalam



hilman mahyuddin

Pada tanggal 29/11/07, Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>
> Pembunuh Nomor Tiga itu Bernama Stroke
>
> JAKARTA - LIFE begin at forty, hidup dimulai di usia 40. Sebab di usia
> kepala  empat  inilah seseorang tengah berada di puncak karir. Di usia
> ini  pula  seseorang  tengah  menikmati apa yang menjadi perjuangannya
> sejak  usia  20  hingga  30-an.  Sayangnya, di usia ini pula, penyakit
> stroke mencari mangsa.
>
> "Banyak  dijumpai  kasus  stroke  menyerang  orang usia 40-an, di mana
> seseorang  sedang  dalam  masa produktif. Alangkah tragis bila di usia
> muda ini harus hidup di atas kursi roda atau berbaring di tempat tidur
> hanya  karena  penanganan  stroke  yang  terlambat,"  ujar Patricia M.
> Widjaya, Sp, kepala Bagian Radiologi di Rumah Sakit Husada, Jakarta.
>
> Stroke  adalah  serangan  mendadak  pada  otak  akibat  pembuluh  otak
> tersumbat  atau pecah. Biasanya kondisi ini akan diikuti dengan gejala
> seperti  nyeri  kepala hebat, penurunan kesadaran dan kejang mendadak.
> Juga  terjadi gangguan daya ingat, keseimbangan dan gangguan orientasi
> tempat, waktu dan orang.
>
> Jenis  stroke  sendiri  ada dua macam, yaitu stroke iskemik dan stroke
> hemoragik.  Pada  stroke  iskemik terjadi proses arteriosklerosis atau
> darah  terlalu  kental  yang  membuat  pembuluh  darah otak tersumbat.
> Sumbatan  ini  terjadi akibat lepasnya bekuan yang berasal dari lokasi
> lain. Sedangkan stroke hemoragik adalah pecahnya pembuluh darah akibat
> dinding pembuluh rapuh atau anomali-anomali bawaan pada usia muda.
>
> Menurut  Patricia,  pasien  stroke  iskemik  kerap terlambat ditangani
> akibat  masyarakat  kurang  memahami  bahaya  stroke.  "Umumnya,  jika
> seorang  anggota  keluarga  terserang  stroke  iskemik, tidak langsung
> dibawa ke rumah sakit. Mereka hanya membaringkan penderita saja. Kalau
> dilihat  kondisi  membaik  maka  dianggap  kesehatannya  sudah pulih,"
> ungkap Patricia.
>
> Padahal  stroke  iskemik bisa dipulihkan kalau ditangani dengan cepat,
> tidak  lebih  dari  tiga jam setelah serangan terjadi. Penanganan awal
> yang paling menentukan adalah dengan cara deteksi.
>
> Teknik Deteksi
> Ada  dua  jenis  teknik  pemeriksaan  imaging untuk mengevaluasi kasus
> stroke  atau Cerebrovascular Disease (CVD), yaitu CT scan dan Magnetic
> Resonance  Imaging (MRI). CT scan diketahui sebagai pendeteksi imaging
> yang  paling  mudah, cepat dan relatif murah untuk kasus stroke. Namun
> dalam  beberapa  hal,  CT  scan  kurang sensitif dibanding dengan MRI,
> misalnya pada kasus stroke hiperakut.
>
> Patricia berpendapat jika pasien stroke iskemik ditangani dengan cepat
> dan  tepat  menggunakan  paket pemeriksaan CT scan dan MRI maka stroke
> yang berkelanjutan bisa pulih kembali.
>
> Lebih  jauh  Patricia menjelaskan langkah pemeriksaan CT scan terhadap
> otak  polos,  potongan aksial dari basis crani sampai vertex. Bila ada
> tanda-tanda  stroke hemoragik maka pemeriksaan selesai sampai di tahap
> ini. Namun kalau CT scan normal atau tidak ada tanda-tanda akut infark
> maka pemeriksaan dilanjutkan dengan MRI.
>
> RS.  Husada  menyediakan  sarana  MRI  dengan  tesla tinggi, yaitu 1,5
> tesla.  MRI  adalah  suatu alat diagnostik gambar berteknologi canggih
> yang   menggunakan   medan   magnet,   frekuensi  radio  tertentu  dan
> seperangkat  komputer untuk menghasilkan gambar irisan penampang tubuh
> manusia.
>
> Dengan  ukuran  tesla  yang  lebih  tinggi maka akan dihasilkan gambar
> lebih  tajam.  Kemampuan  membuat irisan penampang sangat tipis, yaitu
> 1-2  milimeter, sehingga detil struktur jaringan tulang rawan terlihat
> lebih jelas.
>
> Selain  mendeteksi  stroke, MRI juga bisa mendeteksi kelainan jaringan
> di  leher,  tumor,  infeksis  atau  abses,  proses degenerasi, trauma,
> kelainan bawaan dan sumbatan pembuluh darah. Pemeriksaan stroke dengan
> MRI  ini,  menurut  Patricia, hanya tepat bagi stroke akut yang kurang
> dari  tiga  jam,  adanya  defisit  neurologi  yang  nyata  dan terjadi
> trombosit.
>
> Terapi
> Setelah  menjalani  deteksi  teknis,  pasien  stroke  harus  menjalani
> perawatan  umum.  Menurut Prof. DR. Dr. SM.Lumbantobing, SpS (K), ahli
> penyakit  dalam  Fakultas  Kedokteran  Universitas  Indonesia  (FKUI),
> perawatan  umum  sangat  diperlukan  apabila kesadaran pasien menurun.
> Biasanya   perawatan   ini   dilakukan  setelah  diadakan  pemeriksaan
> penunjang  rutin,  mencakup hemoglabin, hematokrit, eritrosit, lekosi,
> masa pendarahan serta pembekuan, dan seterusnya.
>
> Pada  tahap perawatan umum harus diperhatikan jalan nafas pasien. Jika
> jalan  nafas  tersumbat  maka  lendir  harus  disedot  untuk  mencegah
> kekurangan  oksigen. Masuknya cairan, kalori dan elektrolit juga harus
> dipantau   dengan  baik.  Di  samping  itu  harus  dicegah  terjadinya
> peningkatan suhu dengan cara pemberian obat anti piretik atau kompres.
>
> "Peranan   terapi   anti-hipertensi   pada   fase  akut  stroke  masih
> kontraversial  di  antara  ahli  medis.  Ada  dugaan  bahwa menurunkan
> tekanan   sistemik   dapat  memperburuk  aliran  darah  selebral  yang
> mengakibatkan   kerusakan   iskemik,"  jelas  Lumbantobing.  Mengobati
> tekanan  darah umumnya dilakukan bila tekanan diastole melebihi 140 mm
> Hg  atau  tekanan  sistole  melebihi  220  mm  Hg. Ada pula pakar yang
> mengambil  standar  batas  lain, yaitu tekanan astole lebih besar dari
> 220 mm Hg.
>
> Umumnya  tekanan  darah  meningkat  pada fase akut stroke. Peningkatan
> tekanan  darah  ini  dapat  disebabkan oleh stres, rasa nyeri, kandung
> kencing  yang  penuh  dan  tekanan  intrakranial  yang  meninggi. Bila
> iskemia  didapati  cukup  berat maka sebagian sel saraf otak mati atau
> sekarat. Saraf yang mati ini tidak dapat ditolong. Yang bisa dilakukan
> tim  medis adalah berusaha agar saraf yang sekarat jangan sampai mati.
> Saat inilah dibutuhkan suatu terapi khusus bagi pasien.
>
> Pembunuh Nomor Tiga
> Lumbantobing  berpendapat  bahwa  banyak  masyarakat  awam  yang tidak
> menyadari  bahwa  stroke  sangat berbahaya. Informasi ini sering tidak
> didapat  oleh  masyarakat  kalangan  menengah  ke  bawah.  Yang  perlu
> diketahui  adalah sesungguhnya stroke merupakan keadaan gawat darurat.
> Stroke membutuhkan penanganan segera, sama halnya dengan jantung. Jika
> pada  jantung  disebut  serangan  jantung,  maka  stroke  bisa disebut
> sebagai serangan otak.
>
> Jumlah  penderita  stroke  di  Indonesia  kian meningkat dari tahun ke
> tahun.  Jangan  disepelekan, sebab penyakit ini sudah menjadi pembunuh
> nomor  tiga di Indonesia setelah penyakit infeksi dan jantung koroner.
> Sekitar  28,5  persen penderita penyakit stroke di Indonesia meninggal
> dunia.
>
> Di  Eropa,  stroke merupakan penyakit berbahaya kedua setelah penyakit
> jantung  koroner.  Di  antara  100  pasien rumah sakit, sedikitnya dua
> orang  merupakan  penderita stroke. Jika tidak ditangani dengan segera
> maka  penderita  stroke  bisa berakhir dengan kematian atau kecacatan,
> yakni  lumpuh  dimensial  atau  pikun  dan gangguan lain seperti sulit
> bicara dan melakukan kegiatan lainnya.
>
> Untuk mencegah "the silent killer" ini maka seseorang dianjurkan untuk
> mengurangi  rokok,  melakukan  olah  raga  teratur,  membatasi minuman
> beralkohol,  dan  menghindari stres berlebihan. Mereka yang berpotensi
> tinggi  terkena  stroke  adalah  penderita  hipertensi, kencing manis,
> pecandu rokok dan alkohol, serta penderita stres berat.(mer)
>
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke