Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakrtuh; Atas keinginan berbagi rasa terhadap penderita darah tinggi/jantung/penyempitan pembuluh darah/hipertensi, kencing manis/gula darah tinggi, maka saya coba menawarkan penawar sbb: untuk hipertensi ambil 2 ruas jahe merah dibakar dicacah, kulit pisang apa saja 1 buah, gula aren secukupnya rebus dengan 2 gelas sampai tinggal 1 gelas. Ini semua utk sekali minum. Kalau untuk satu hari buat yg banyak. Minum seperti minum air biasa setiap saat. Untuk Gula darah, ambil buah mahoni kupas, telan saja dengan air biasa 3-4 biji x sehari. Jangan dikunyah telah saja karena sangat pahit. Saya tambahkan satu lagi, untuk penderita tumor/kanker?, ambil 3 bh kunyit putih cacah, tambahkan madu secukup nya masukan kedalam gelas yang agak beasr siram dengan air medidih. Minium setiap saat. Kunyit putih rasanya sangat pahit. Silakan mencoba, insyaAllah mudah2an bermanfaat, kalau ada perubahan yang baik pada kesehatan dunsanak mohon diberitahukan kepada saudara kita yang lain. Namun yang tdk kalah pentingnya adalah menjaga makanan. Kalau umur kita sdh kepala 4 keatas tolong lebih baik memperbanyak makan makanan yang berserat/sayur2an. kurangi yang berlemak. Wass w w. Harmen Djawdjin, Kubang Putih, Banua.
. Berikut ini saya ingin berbagi dalam penangan stroke yang dialami oleh anggota keluarga sendiri. Pada tgl 25 Desember malam 2006 saya dapat tilpon dari Pekan Baru dari anak kakak saya (mereka semua me manggil saya ayah )bahwa ibu mereka (kakak ipar saya ) waktu mau kekamar mandi seperti kejang dan tiba2 tak sadar.Merekapanik tentu.Segera saya suruh untuk masuk rumah sakit dan rawat di ICU serta segera hubungi dr Saraf.serta segera persiapkan untuk C T Scan kepala.Keesokan harinya dilaporkankan bahwa tubuh sebelah kiri yang lumpuh total,serta tidak sadar sama sekali.Hari tersebut saya belum dapat meniggalkan tugas,lusanya-27 Des saya ke Pk Baru.Keadaan sisakit seperti yang saya bayangkan pada pasien2 Stroke.Saya lihat hasil C T Scan yang tgl 26 Des masih menyerupai normal dan hal tersebut lazim pada hari pertama Stroke yang penyumbatan,bukan perdarahan.Oleh karena itu keesokannya tgl 28 Des dilakukan CT Scan untuk evaluasi.Sangat mengagetkan saya karena separoh otak kiri membengkak dan tak dapat aliran darah,berarti pembuluh darah besar yg tersumbat.Segera saya hubungi Sejawat dr Saraf dijakarta dan kami diskusikan.Hasil diskusi saya bicarakan dengan sejawat dr Saraf yang merawat,dan terapi ditngkatkan.Selama 1 minggu hampir tak ada kemajuan.Dandari ekspresi yang merawat termasuk dokter2 terbayang pisimisme dan itu sangat wajar.Kakak saya (suami sisakit ) sudah nangis dan beberapa anak2 juga nangis serta pada ngaji di ICU.Saya buat aturan 1. Yang tidak bisa bermuka cerah tidak boleh masuk ICU.2 Kalau ingin membaca alQur-an jangan didepan sisakit.Hal ini saya kemuakan bahwa hrs memberi semangat sisakit.3.Semua anak2 memohon pada Yang Maha Kuasa untuk diizinkan terus memelihara sisakit,karena do' anak terhadap orang tuanya tak ada batas/hambatan. 4 Semua puasa tiap hari Senin dan hari Kamis.Sehari sesudah aturan dimulai, dilakukan CT Scan untuk follow up.Subhanallah,gambar CT Scan sangat berbeda dg yang 8 hari sebelumnya.Hal ini saya gunakan untuk memberi semangat pada tim dokter,bahwa keadaan sisakit menjanjikan.Alhamdulillahsingkat cerita sebulan kemudain kakak ipar saya keluar dari rumah sakit,walaupun dalam keadaan lumpuh separoh tubuh kiri,namun ingatan beliau bersih dan tanpa mengeluh sama sekali sampai sekarang.Anak2 beliau 8 orang semua sudah berkeluarga, bergantian untuk memandikan atau mengantar ke R S .Akhirnya saya berkesimpulan bahwa sangat mungkin do'a anak2 sisakitlah yang maqbul dimana mereka berjanji untuk memelihara ibu mereka.Wallahua'lam. Wassalam hilman mahyuddin Pada tanggal 29/11/07, Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > > Pembunuh Nomor Tiga itu Bernama Stroke > > JAKARTA - LIFE begin at forty, hidup dimulai di usia 40. Sebab di usia > kepala empat inilah seseorang tengah berada di puncak karir. Di usia > ini pula seseorang tengah menikmati apa yang menjadi perjuangannya > sejak usia 20 hingga 30-an. Sayangnya, di usia ini pula, penyakit > stroke mencari mangsa. > > "Banyak dijumpai kasus stroke menyerang orang usia 40-an, di mana > seseorang sedang dalam masa produktif. Alangkah tragis bila di usia > muda ini harus hidup di atas kursi roda atau berbaring di tempat tidur > hanya karena penanganan stroke yang terlambat," ujar Patricia M. > Widjaya, Sp, kepala Bagian Radiologi di Rumah Sakit Husada, Jakarta. > > Stroke adalah serangan mendadak pada otak akibat pembuluh otak > tersumbat atau pecah. Biasanya kondisi ini akan diikuti dengan gejala > seperti nyeri kepala hebat, penurunan kesadaran dan kejang mendadak. > Juga terjadi gangguan daya ingat, keseimbangan dan gangguan orientasi > tempat, waktu dan orang. > > Jenis stroke sendiri ada dua macam, yaitu stroke iskemik dan stroke > hemoragik. Pada stroke iskemik terjadi proses arteriosklerosis atau > darah terlalu kental yang membuat pembuluh darah otak tersumbat. > Sumbatan ini terjadi akibat lepasnya bekuan yang berasal dari lokasi > lain. Sedangkan stroke hemoragik adalah pecahnya pembuluh darah akibat > dinding pembuluh rapuh atau anomali-anomali bawaan pada usia muda. > > Menurut Patricia, pasien stroke iskemik kerap terlambat ditangani > akibat masyarakat kurang memahami bahaya stroke. "Umumnya, jika > seorang anggota keluarga terserang stroke iskemik, tidak langsung > dibawa ke rumah sakit. Mereka hanya membaringkan penderita saja. Kalau > dilihat kondisi membaik maka dianggap kesehatannya sudah pulih," > ungkap Patricia. > > Padahal stroke iskemik bisa dipulihkan kalau ditangani dengan cepat, > tidak lebih dari tiga jam setelah serangan terjadi. Penanganan awal > yang paling menentukan adalah dengan cara deteksi. > > Teknik Deteksi > Ada dua jenis teknik pemeriksaan imaging untuk mengevaluasi kasus > stroke atau Cerebrovascular Disease (CVD), yaitu CT scan dan Magnetic > Resonance Imaging (MRI). CT scan diketahui sebagai pendeteksi imaging > yang paling mudah, cepat dan relatif murah untuk kasus stroke. Namun > dalam beberapa hal, CT scan kurang sensitif dibanding dengan MRI, > misalnya pada kasus stroke hiperakut. > > Patricia berpendapat jika pasien stroke iskemik ditangani dengan cepat > dan tepat menggunakan paket pemeriksaan CT scan dan MRI maka stroke > yang berkelanjutan bisa pulih kembali. > > Lebih jauh Patricia menjelaskan langkah pemeriksaan CT scan terhadap > otak polos, potongan aksial dari basis crani sampai vertex. Bila ada > tanda-tanda stroke hemoragik maka pemeriksaan selesai sampai di tahap > ini. Namun kalau CT scan normal atau tidak ada tanda-tanda akut infark > maka pemeriksaan dilanjutkan dengan MRI. > > RS. Husada menyediakan sarana MRI dengan tesla tinggi, yaitu 1,5 > tesla. MRI adalah suatu alat diagnostik gambar berteknologi canggih > yang menggunakan medan magnet, frekuensi radio tertentu dan > seperangkat komputer untuk menghasilkan gambar irisan penampang tubuh > manusia. > > Dengan ukuran tesla yang lebih tinggi maka akan dihasilkan gambar > lebih tajam. Kemampuan membuat irisan penampang sangat tipis, yaitu > 1-2 milimeter, sehingga detil struktur jaringan tulang rawan terlihat > lebih jelas. > > Selain mendeteksi stroke, MRI juga bisa mendeteksi kelainan jaringan > di leher, tumor, infeksis atau abses, proses degenerasi, trauma, > kelainan bawaan dan sumbatan pembuluh darah. Pemeriksaan stroke dengan > MRI ini, menurut Patricia, hanya tepat bagi stroke akut yang kurang > dari tiga jam, adanya defisit neurologi yang nyata dan terjadi > trombosit. > > Terapi > Setelah menjalani deteksi teknis, pasien stroke harus menjalani > perawatan umum. Menurut Prof. DR. Dr. SM.Lumbantobing, SpS (K), ahli > penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), > perawatan umum sangat diperlukan apabila kesadaran pasien menurun. > Biasanya perawatan ini dilakukan setelah diadakan pemeriksaan > penunjang rutin, mencakup hemoglabin, hematokrit, eritrosit, lekosi, > masa pendarahan serta pembekuan, dan seterusnya. > > Pada tahap perawatan umum harus diperhatikan jalan nafas pasien. Jika > jalan nafas tersumbat maka lendir harus disedot untuk mencegah > kekurangan oksigen. Masuknya cairan, kalori dan elektrolit juga harus > dipantau dengan baik. Di samping itu harus dicegah terjadinya > peningkatan suhu dengan cara pemberian obat anti piretik atau kompres. > > "Peranan terapi anti-hipertensi pada fase akut stroke masih > kontraversial di antara ahli medis. Ada dugaan bahwa menurunkan > tekanan sistemik dapat memperburuk aliran darah selebral yang > mengakibatkan kerusakan iskemik," jelas Lumbantobing. Mengobati > tekanan darah umumnya dilakukan bila tekanan diastole melebihi 140 mm > Hg atau tekanan sistole melebihi 220 mm Hg. Ada pula pakar yang > mengambil standar batas lain, yaitu tekanan astole lebih besar dari > 220 mm Hg. > > Umumnya tekanan darah meningkat pada fase akut stroke. Peningkatan > tekanan darah ini dapat disebabkan oleh stres, rasa nyeri, kandung > kencing yang penuh dan tekanan intrakranial yang meninggi. Bila > iskemia didapati cukup berat maka sebagian sel saraf otak mati atau > sekarat. Saraf yang mati ini tidak dapat ditolong. Yang bisa dilakukan > tim medis adalah berusaha agar saraf yang sekarat jangan sampai mati. > Saat inilah dibutuhkan suatu terapi khusus bagi pasien. > > Pembunuh Nomor Tiga > Lumbantobing berpendapat bahwa banyak masyarakat awam yang tidak > menyadari bahwa stroke sangat berbahaya. Informasi ini sering tidak > didapat oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Yang perlu > diketahui adalah sesungguhnya stroke merupakan keadaan gawat darurat. > Stroke membutuhkan penanganan segera, sama halnya dengan jantung. Jika > pada jantung disebut serangan jantung, maka stroke bisa disebut > sebagai serangan otak. > > Jumlah penderita stroke di Indonesia kian meningkat dari tahun ke > tahun. Jangan disepelekan, sebab penyakit ini sudah menjadi pembunuh > nomor tiga di Indonesia setelah penyakit infeksi dan jantung koroner. > Sekitar 28,5 persen penderita penyakit stroke di Indonesia meninggal > dunia. > > Di Eropa, stroke merupakan penyakit berbahaya kedua setelah penyakit > jantung koroner. Di antara 100 pasien rumah sakit, sedikitnya dua > orang merupakan penderita stroke. Jika tidak ditangani dengan segera > maka penderita stroke bisa berakhir dengan kematian atau kecacatan, > yakni lumpuh dimensial atau pikun dan gangguan lain seperti sulit > bicara dan melakukan kegiatan lainnya. > > Untuk mencegah "the silent killer" ini maka seseorang dianjurkan untuk > mengurangi rokok, melakukan olah raga teratur, membatasi minuman > beralkohol, dan menghindari stres berlebihan. Mereka yang berpotensi > tinggi terkena stroke adalah penderita hipertensi, kencing manis, > pecandu rokok dan alkohol, serta penderita stres berat.(mer) > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
