Assalamualaikum ww. Bapak2. Mamak2. Ibu2 dan dunsanak Palanta nan Ambo Hormati.
Oleh : Reflus. OPINI | 10 February 2012 | 05:45 Panggilannya “JK”, mudah diingat karena urutan dari abjad a,b,c……j,k,l.. Kompas TV juga membuat program acara bernama “Jalan Keluar” yang dipandu oleh Pak Jusuf Kala. Baik nama acara, maupun pemandunya, kalau disingkat, sama-sama “JK” khan ! Bicara tentang Pak Jusuf Kala, lebih dikenal dengan sebutan “JK”, saya menaruh hormat yang sangat kepada beliau karena pola pikirnya sederhana dan mudah diterapkan. Nama panggilannya “JK”, mudah diingat karena urutan dari abjad a,b,c……j,k,l.. Bisa jadi, panggilan ini yang membuat pola pikirnya sederhana. Nama adalah niat, begitu kata banyak orang waktu memberi nama anaknya. Entah disengaja atau tidak, Kompas TV juga membuat program acara bernama “Jalan Keluar” yang dipandu oleh Pak Jusuf Kala. Baik nama acara, maupun pemandunya, kalau disingkat, sama-sama “JK” khan ! Mendengar pemaparan Pak JK dalam acara Jalan Keluar di Kompas TV yang baru saja saya tonton, sepertinya Pak JK ini tak ubahnya dengan pabrik Jalan Keluar. Beliau selalu dapat melihat hal positif dan punya Jalan Keluar dari situasi sesulit apapun. Pertanyaan dari pemirsa tentang penurunan ekspor akibat situasi ekonomi dunia yang lagi krisis, dijawab Pak JK dengan santai, Jalan Keluarnya mudah. Pertama, kita harus merubah pasar tujuan ekspor karena tidak semua Negara terkena krisis. Masih banyak Negara yang ekonominya tetap tumbuh, walaupun pertumbuhannya hanya dua persen (2%). Tapi, 2% dari USD. 20.000 (pendapatan perkapita) cukup besar khan !. Mereka punya daya beli, contohnya Korea Selatan. Kedua, penurunan ekspor akan sangat berbahaya bila diikuti oleh pertumbuhan Impor. Pasar produk China yang sebelumnya diekspor ke Eropa, bisa saja akan menyerbu pasar Indonesia (barang Impor). Untuk itu, kita harus membendung produk China dengan cara “Mencintai Produk Dalam Negeri”. Ini, sepatu saya adalah buatan Cibaduyut, sambil Pak JK mengangkat kakinya. Kalau kita “Mencintai Produk Dalam Negeri”, barang Impor nggak ada yang beli. Lama-lama, barang Impor nggak laku khan ! Ketiga, kita harus memproteksi produk dalam negeri walaupun melanggar perdagangan bebas, dikenakan sangsi oleh WTO. Memangnya WTO senang kalau Negara kita banyak pengangguran ? Pak JK. Ekspor kita kebanyakan bahan baku, tidak punya nilai tambah. Dari bahan baku tadi, diproduksi di Luar Negeri dan masuk ke Negara kita berupa barang jadi. Apa Jalan Keluarnya ?. Pertanyaan mahasiswa. Untuk membuat bahan baku menjadi barang jadi, diperlukan teknologi berupa mesin-mesin. Situasi krisis saat ini, adalah saat yang tepat untuk ber Investasi karena harga mesin lagi murah. Kalau Investasi saat ekonomi baik, harga-harga mahal. Sekarang juga saat yang tepat oleh Pemerintah membangun Infrastruktur. Investasi dan Infrastruktur dampaknya tidak instan, perlu waktu untuk membangunnya. Disaat Investasi dan Infrastruktur sudah selesai (tahap komersial), ekonomi akan bangkit. Masak sih, krisis selamanya. Jawab Pak JK dengan tenangnya. Pak JK juga menyinggung Demo buruh yang meminta kenaikan upah dengan cara turun ke jalan. Demo seperti itu membuat Investor takut menanamkan modalnya di Indonesia. Jika mereka nggak bisa ber Investasi di Indonesia, pengangguran akan semakin banyak dan yang masuk adalah barangnya. Ini sangat berbahaya. Kita menginginkan Upah buruh yang tinggi agar mereka sejahtera. Upah buruh yang tinggi juga akan menciptakan daya beli. Akhirnya ekonomi akan menggeliat. Untuk menaikan Upah buruh, harus ada komponen biaya lainnya yang bisa ditekan. Tulisan terkait : http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2011/12/10/suku-bunga-infrastruktur-dan-demo-buruh/ Biasanya dalam situasi sulit, kita jadi kompak. Bersama-sama melakukan koordinasi untuk merubah keadaan. Pemerintah, Pengusaha dan Masyarakat harus saling bahu membahu. Begitu himbauan Pak JK. Wassalam. Reflus/L.54 th. Sent from my iPad -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
