Dinda Reflus, Ajo sadang manonton kini JK oleh JK tu. Beliau tu memang problem solver. Dek itu ambo mamiliah inyo dulu. Semoga inyo maju pulo baliak di 2014 nanti.
On 2/9/12, Reflusmen Ramli <[email protected]> wrote: > Assalamualaikum ww. > > Bapak2. Mamak2. Ibu2 dan dunsanak Palanta nan Ambo Hormati. > > Oleh : Reflus. > > OPINI | 10 February 2012 | 05:45 > > > Panggilannya “JK”, mudah diingat karena urutan dari abjad a,b,c……j,k,l.. > Kompas TV juga membuat program acara bernama “Jalan Keluar” yang dipandu > oleh Pak Jusuf Kala. Baik nama acara, maupun pemandunya, kalau disingkat, > sama-sama “JK” khan ! > > > Bicara tentang Pak Jusuf Kala, lebih dikenal dengan sebutan “JK”, saya > menaruh hormat yang sangat kepada beliau karena pola pikirnya sederhana dan > mudah diterapkan. > > > Nama panggilannya “JK”, mudah diingat karena urutan dari abjad > a,b,c……j,k,l.. > > Bisa jadi, panggilan ini yang membuat pola pikirnya sederhana. Nama adalah > niat, begitu kata banyak orang waktu memberi nama anaknya. > > > Entah disengaja atau tidak, Kompas TV juga membuat program acara bernama > “Jalan Keluar” yang dipandu oleh Pak Jusuf Kala. Baik nama acara, maupun > pemandunya, kalau disingkat, sama-sama “JK” khan ! > > > Mendengar pemaparan Pak JK dalam acara Jalan Keluar di Kompas TV yang baru > saja saya tonton, sepertinya Pak JK ini tak ubahnya dengan pabrik Jalan > Keluar. Beliau selalu dapat melihat hal positif dan punya Jalan Keluar dari > situasi sesulit apapun. > > > Pertanyaan dari pemirsa tentang penurunan ekspor akibat situasi ekonomi > dunia yang lagi krisis, dijawab Pak JK dengan santai, Jalan Keluarnya > mudah. > > > Pertama, kita harus merubah pasar tujuan ekspor karena tidak semua Negara > terkena krisis. Masih banyak Negara yang ekonominya tetap tumbuh, walaupun > pertumbuhannya hanya dua persen (2%). Tapi, 2% dari USD. 20.000 (pendapatan > perkapita) cukup besar khan !. Mereka punya daya beli, contohnya Korea > Selatan. > > > Kedua, penurunan ekspor akan sangat berbahaya bila diikuti oleh pertumbuhan > Impor. Pasar produk China yang sebelumnya diekspor ke Eropa, bisa saja akan > menyerbu pasar Indonesia (barang Impor). Untuk itu, kita harus membendung > produk China dengan cara “Mencintai Produk Dalam Negeri”. Ini, sepatu saya > adalah buatan Cibaduyut, sambil Pak JK mengangkat kakinya. > > Kalau kita “Mencintai Produk Dalam Negeri”, barang Impor nggak ada yang > beli. Lama-lama, barang Impor nggak laku khan ! > > Ketiga, kita harus memproteksi produk dalam negeri walaupun melanggar > perdagangan bebas, dikenakan sangsi oleh WTO. Memangnya WTO senang kalau > Negara kita banyak pengangguran ? > > > Pak JK. Ekspor kita kebanyakan bahan baku, tidak punya nilai tambah. Dari > bahan baku tadi, diproduksi di Luar Negeri dan masuk ke Negara kita berupa > barang jadi. Apa Jalan Keluarnya ?. Pertanyaan mahasiswa. > > > Untuk membuat bahan baku menjadi barang jadi, diperlukan teknologi berupa > mesin-mesin. Situasi krisis saat ini, adalah saat yang tepat untuk ber > Investasi karena harga mesin lagi murah. Kalau Investasi saat ekonomi baik, > harga-harga mahal. Sekarang juga saat yang tepat oleh Pemerintah membangun > Infrastruktur. Investasi dan Infrastruktur dampaknya tidak instan, perlu > waktu untuk membangunnya. > > Disaat Investasi dan Infrastruktur sudah selesai (tahap komersial), ekonomi > akan bangkit. Masak sih, krisis selamanya. Jawab Pak JK dengan tenangnya. > > > Pak JK juga menyinggung Demo buruh yang meminta kenaikan upah dengan cara > turun ke jalan. Demo seperti itu membuat Investor takut menanamkan modalnya > di Indonesia. Jika mereka nggak bisa ber Investasi di Indonesia, > pengangguran akan semakin banyak dan yang masuk adalah barangnya. Ini sangat > berbahaya. > > > Kita menginginkan Upah buruh yang tinggi agar mereka sejahtera. Upah buruh > yang tinggi juga akan menciptakan daya beli. Akhirnya ekonomi akan > menggeliat. > > > Untuk menaikan Upah buruh, harus ada komponen biaya lainnya yang bisa > ditekan. > > Tulisan terkait : > http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2011/12/10/suku-bunga-infrastruktur-dan-demo-buruh/ > > Biasanya dalam situasi sulit, kita jadi kompak. Bersama-sama melakukan > koordinasi untuk merubah keadaan. Pemerintah, Pengusaha dan Masyarakat harus > saling bahu membahu. Begitu himbauan Pak JK. > > > Wassalam. > > Reflus/L.54 th. > Sent from my iPad > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- Sent from my mobile device Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA ------------------------------------------------------------ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
