Ajo di subarang lawik. 
Ambo dulu juga mencoblos kumisnyo (memilih).
Di samping problem solver, JK rang Sumando awak.
Kalau inyo jadi Presiden, paling tidak jalan kampuang awak jadi rancak he he he.

Aminnnnnnn

Wassalam.




Sent from my iPad

On 10 Feb 2012, at 08:28, ajo duta <[email protected]> wrote:

> Dinda Reflus,
> 
> Ajo sadang manonton kini JK oleh JK tu. Beliau tu memang problem
> solver. Dek itu ambo mamiliah inyo dulu. Semoga inyo maju pulo baliak
> di 2014 nanti.
> 
> On 2/9/12, Reflusmen Ramli <[email protected]> wrote:
>> Assalamualaikum ww.
>> 
>> Bapak2. Mamak2. Ibu2 dan dunsanak Palanta nan Ambo Hormati.
>> 
>> Oleh : Reflus.
>> 
>> OPINI | 10 February 2012 | 05:45
>> 
>> 
>> Panggilannya “JK”, mudah diingat karena urutan dari abjad a,b,c……j,k,l..
>> Kompas TV juga membuat program acara bernama “Jalan Keluar” yang dipandu
>> oleh Pak Jusuf Kala. Baik nama acara, maupun pemandunya, kalau disingkat,
>> sama-sama “JK” khan !
>> 
>> 
>> Bicara tentang Pak Jusuf Kala, lebih dikenal dengan sebutan “JK”, saya
>> menaruh hormat yang sangat kepada beliau karena pola pikirnya sederhana dan
>> mudah diterapkan.
>> 
>> 
>> Nama panggilannya “JK”, mudah diingat karena urutan dari abjad
>> a,b,c……j,k,l..
>> 
>> Bisa jadi, panggilan ini yang membuat pola pikirnya sederhana. Nama adalah
>> niat, begitu kata banyak orang waktu memberi nama anaknya.
>> 
>> 
>> Entah disengaja atau tidak, Kompas TV juga membuat program acara bernama
>> “Jalan Keluar” yang dipandu oleh Pak Jusuf Kala. Baik nama acara, maupun
>> pemandunya, kalau disingkat, sama-sama “JK” khan !
>> 
>> 
>> Mendengar pemaparan Pak JK dalam acara Jalan Keluar di Kompas TV yang baru
>> saja saya tonton, sepertinya Pak JK ini tak ubahnya dengan pabrik Jalan
>> Keluar. Beliau selalu dapat melihat hal positif dan punya Jalan Keluar dari
>> situasi sesulit apapun.
>> 
>> 
>> Pertanyaan dari pemirsa tentang penurunan ekspor akibat situasi ekonomi
>> dunia yang lagi krisis,  dijawab Pak JK dengan santai, Jalan Keluarnya
>> mudah.
>> 
>> 
>> Pertama, kita harus merubah pasar tujuan ekspor karena tidak semua Negara
>> terkena krisis. Masih banyak Negara yang ekonominya tetap tumbuh, walaupun
>> pertumbuhannya hanya dua persen (2%). Tapi, 2% dari USD. 20.000 (pendapatan
>> perkapita) cukup besar khan !. Mereka punya daya beli, contohnya Korea
>> Selatan.
>> 
>> 
>> Kedua, penurunan ekspor akan sangat berbahaya bila diikuti oleh pertumbuhan
>> Impor. Pasar produk China yang sebelumnya diekspor ke Eropa, bisa saja akan
>> menyerbu pasar Indonesia (barang Impor). Untuk itu, kita harus membendung
>> produk China dengan cara “Mencintai Produk Dalam Negeri”. Ini, sepatu saya
>> adalah buatan Cibaduyut, sambil Pak JK mengangkat kakinya.
>> 
>> Kalau kita “Mencintai Produk Dalam Negeri”, barang Impor nggak ada yang
>> beli. Lama-lama, barang Impor nggak laku khan !
>> 
>> Ketiga, kita harus memproteksi produk dalam negeri walaupun melanggar
>> perdagangan bebas, dikenakan sangsi oleh WTO. Memangnya WTO senang kalau
>> Negara kita banyak pengangguran ?
>> 
>> 
>> Pak JK. Ekspor kita kebanyakan bahan baku, tidak punya nilai tambah. Dari
>> bahan baku tadi, diproduksi di Luar Negeri dan masuk ke Negara kita berupa
>> barang jadi. Apa Jalan Keluarnya ?. Pertanyaan mahasiswa.
>> 
>> 
>> Untuk membuat bahan baku menjadi barang jadi, diperlukan teknologi berupa
>> mesin-mesin. Situasi krisis saat ini, adalah saat yang tepat untuk ber
>> Investasi karena harga mesin lagi murah. Kalau Investasi saat ekonomi baik,
>> harga-harga mahal. Sekarang juga saat yang tepat oleh Pemerintah membangun
>> Infrastruktur. Investasi dan Infrastruktur dampaknya tidak instan, perlu
>> waktu untuk membangunnya.
>> 
>> Disaat Investasi dan Infrastruktur sudah selesai (tahap komersial), ekonomi
>> akan bangkit. Masak sih, krisis selamanya. Jawab Pak JK dengan tenangnya.
>> 
>> 
>> Pak JK juga menyinggung Demo buruh yang meminta kenaikan upah dengan cara
>> turun ke jalan. Demo seperti itu membuat Investor takut menanamkan modalnya
>> di Indonesia. Jika mereka nggak bisa ber Investasi di Indonesia,
>> pengangguran akan semakin banyak dan yang masuk adalah barangnya. Ini sangat
>> berbahaya.
>> 
>> 
>> Kita menginginkan Upah buruh yang tinggi agar mereka sejahtera. Upah buruh
>> yang tinggi juga akan menciptakan daya beli. Akhirnya ekonomi akan
>> menggeliat.
>> 
>> 
>> Untuk menaikan Upah buruh, harus ada komponen biaya lainnya yang bisa
>> ditekan.
>> 
>> Tulisan terkait :
>> http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2011/12/10/suku-bunga-infrastruktur-dan-demo-buruh/
>> 
>> Biasanya dalam situasi sulit, kita jadi kompak. Bersama-sama melakukan
>> koordinasi untuk merubah keadaan. Pemerintah, Pengusaha dan Masyarakat harus
>> saling bahu membahu. Begitu himbauan Pak JK.
>> 
>> 
>> Wassalam.
>> 
>> Reflus/L.54 th.
>> Sent from my iPad
>> 
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>>  1. E-mail besar dari 200KB;
>>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>>  3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> 
> 
> -- 
> Sent from my mobile device
> 
> Wassalaamu'alaikum
> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
> suku Mandahiliang,
> lahir 17 Agustus 1947.
> nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
> rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
> ------------------------------------------------------------
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke