Assalamu'alaikum Wb. Wr. Kesenian talempong unggan sampai saat ini masih dilestarikan di Nagari Unggan Kec. Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung. Sungguh sangat ironis sekali rasanya seorang pejabat daerah di lingkungan Pemkab Sijunjung berani sekali mengatakan tradisi masyarakat unggan di katakan "Hampir Punah". saya yakin ini disebabkan minimnya pejabat tsb kedaerah dan kurang menguasai suatu seni budaya kapan sering digunakan oleh masyarakat setempat.
Tiap acara perkawinan, tegak gelar adat, berkaul, acara menyambut tamu khusus dan sunat rasul talempong unggan selalu menggiringi acara tsb sampai selesai. biasanya ini dimulai habis panen padi sampai padi menguning berikutnya. Tak ada suara musik talempong unggan dalam pegelaran acara diatas bak Sayur tak ada garam. Demikian terima kasih. Walaikum Salam. Wr. Wb. Saidul Anam Suku Malayu Nagari Unggan Kab. Sijunjung Rantau Pekanbaru ---------------------------------------------------------- Pada 27 Maret 2012 05:10, ajo duta <[email protected]> menulis: >  > > Talempong Unggan Nyaris Punah > Photo: google.com > > MUARO SIJUNJUNG, SUMBAR, KOMPAS.com--Alat musik tradisional talempong > yang berasal dari Nagari Unggan, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten > Sijunjung, Sumatera Barat saat ini nyaris punah. > > "Hanya beberapa orang lagi yang bisa memainkan alat musik tradisional > talempong Unggan ini, itu pun sebagian besar dari kalangan tua," kata > Kepala Seksi Kesenian Dinas Pariwisata Seni Budaya Pemuda dan Olahraga > (Disparsenibudpora) Kabupaten Sijunjung Sumbar Diki Zulfikar di Muaro > Sijunjung, Senin. > > Menurut Dia, minimnya jumlah orang yang bisa memainkan alat musik ini > dari kalangan muda karena faktor kesulitannya yang cukup tinggi. > > Dia menjelaskan, talempong Unggan berbeda dari jenis talempong yang > berasal dari daerah lain di Indonesia. Jumlah nadanya hanya terdiri > atas lima atau disebut dengan alat musik pentatonis. > > Selain itu, pada saat memukulnya membutuhkan keterampilan khusus dan > kesabaran untuk mendapatkan bunyi nada yang sempurna. > > Apabila asal dipukul atau dimainkan, menurut dia, suaranya pun sulit > didengar oleh khalayak ramai. "Tidak sembarang orang yang bisa > memainkan alat ini, butuh ketekunan untuk mahir menggunakannya. Hal > ini yang menjadikan anak muda masa kini yang berasal dari Unggan > cenderung tidak mau mempelajarinya, sehingga untuk mempertahankan > tradisi ini sangatlah sulit," ujar dia. > > Dia menambahkan, beberapa waktu lalu ada wisatawan mancanegara yang > mencoba belajar memainkan alat musik ini, namun hasilnya tidak > maksimal. Wisatawan itu kesulitan memukulnya. > > "Untuk melestarikan alat musik ini agar tidak punah akan dilakukan > sosialisasi kepada masyarakat serta akan diikutsertakan dalam beberapa > festival," katanya. > > Dalam hal ini Disparsenibudpora telah bekerja sama dengan sekolah dan > kelompok masyarakat untuk mengembangkan alat musik tradisional ini. > > Sejauh ini beberapa sekolah sudah mulai mementaskan di acara tertentu > salah satunya di SMAN 1 Sijunjung pada Pekan Budaya Sumbar. > > Dalam pementasannya beberapa lagu yang dapat diiringi oleh talempong > Unggan ini antara lain lagu yang berjudul "Siamang Tagagau", "Kancang > Badayuang", "Urang Unggan Tuka Baju" > > -- > Sent from my mobile device > > Wassalaamu'alaikum > Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), > suku Mandahiliang, > lahir 17 Agustus 1947. > nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. > rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA > ------------------------------------------------------------ > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
