Dear All, FYI. Semoga membawa kegairahan dan harapan baru bagi dunia Pariwisata Sumbar. Alhamdulilah, hari Minggu kemaren kita bisa mengajak bersama di dalam satu gerbong: Ketua Komisi IV DPRD Sumbar dan Kadisbudpar Sumbar dg belasan wartawan Media Cetak, TV (TVRI dan Metro TV) dan Radio plus kawan2 pehobby fotografi.
Tadi sore jam 4, di Studio TVRI Padang, MPKAS juga diundang utk Dialog Interaktif. Dari MPKAS diwakili oleh Wakil Sekjen MPKAS, ET Hadi Saputra dan dihadiri bbrp pengurus lain. Bbrp Radio juga minta utk siaran langsung. Ketika 2 tahun lalu, 30 Nov. 2006 sore, masih kita yg ngotot agar bisa tampil di TVRI Pdg dg Sekda Sumbar waktu itu. Lobby Pak Chaidir dan Pak Saaf ke TVRI saat itu, sangat kuat sekali... Sayang saya tidak bisa motret banyak kmrn krn terlalu sibuk koordinasi kiri kanan, kita tunggu saja liputan kawan2 fotografer yg lain di WS.com. Kalau mau lihat seperti apa Gerbong ini dianggurin belasan tahun sebelum diusulkan oleh MPKAS Sept.2006 lalu agar direnovasi, bisa lihat di link ini: Gerbong Kepresidenan yang berdebu (sdh ada 2 hlmn). Harian Kompas, Minggu 20 Jan.2008 di hlmn 3 dg judul: "KA Wisata dari Padang ke Pariaman Laris Manis". Tapi belum ketemu versi onlinenya. Padahal target kita Padang - Lembah Anai - Padang Panjang - Singkarak - Solok - Sawahlunto. Minimal utk Pulang Basamo 2008, sampai Padang Panjang dulu. Saksikan juga nanti aktifitas MPKAS di Metro TV hari Sabtu, 26 Jan.2008 jam 12.30 siang acara OASIS (kalau tidak ada perubahan). Satu hal yang patut disyukuri bersama adalah bahwa pemberitaan ini hanya dengan modal dengkul dan sms doang. Tak satu sen pun ada amplop...! Krn sekarang mereka sudah tahu semua "isi paruik kito" dan sebagian besar sudah tahu bahwa semua ini berawal dari Internet yaitu milis RantauNet... Ternyata masih banyak orang-orang idealis dan peduli diluar sana yang mau ikut serta memberikan perhatian dan apresiasi positif. Apapun lah alasan mereka masing-masing utk itu, itu adalah hak mereka. Alhamdulillah... Mohon maaf talabiah takurang. Semoga berkenan. Thanks. Salam, Nofrins Dari Padeks: http://www.padangekspres.co.id/content/view/669/1/ Gerbong Kepresidenan Unjuk Gigi Senin, 21 Januari 2008 Padang, Padek-- Aset kereta api Sumbar yang tak termanfaatkan nilainya mencapai triliunan rupiah. Untuk itu, Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar (MPKAS) bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre Sumbar membawa harapan baru dengan mengaktifkan kembali gerbong VIP yang pernah digunakan mantan Presiden Soeharto. MPKAS merasa terpanggil potensi KA dan keindahan alam Sumbar yang belum dimanfaatkan. MPKAS bersama PT KAI dan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Sumbar bersama-sama mengoptimalkan potensi yang belum termanfaatkan tersebut. Sekjen MPKAS Yulnofrins Napilus St Batuah mengatakan, 200 kilometer lintasan kereta api yang selama ini dingin akan menjadi daya tarik baru pariwisata Sumbar selain pemandangannya yang mempesona. “Sensasinya akan sangat luar biasa dengan menikmati pemandangan indah dari kereta api. Penggila kereta api dari penjuru dunia selalu berburu dan berkeliling rutin secara regular ke berbagai belahan dunia untuk menikmati keunikan seperti ini. Kita harapkan kita bisa menangkap peluang itu,” ujarnya pada Padang Ekspres dalam perjalanan pertama gerbong bekas kepresidenan dari Padang ke Pariaman, kemarin. Organisasi nonprofit yang terdiri dari masyarakat pencinta kereta api di seluruh penjuru Indonesia tersebut mengharapkan, PT KAI dan pemerintah daerah bekerja sama untuk mempertahankan aset-aset kereta api yang pernah jaya di Sumbar. “Sebab sekali jaringan kereta api dimatikan akan sulit sekali untuk menghidupkannya kembali. Nah, dengan adanya kalender wisata yang berlangsung dalam tahun ini, kita sinergikan dengan pembenahan sarana KA yang tak tersentuh selama ini,” ujar Yulnofrins. Peluang tersebut diamini Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Sumbar James Hellyward. Dari 100 iven pariwisata nasional, 10 iven di antaranya berlangsung di Sumbar. Melihat peluang tersebut, menurut James KA wisata menjadi daya tarik ekstra yang tak mungkin bisa para wisatawan di tempat lain. “Salahsatunya gerbong kepresidenan ini,” tambahnya. Untuk itu, katanya, semua harus proaktif membenahi fasilitas yang bernilai ini. “Kita akan libatkan semua pihak untuk mempromsikan keunikan ini. Dalam hal ini saya menyampaikan terima kasih pada pihak MPKAS yang peduli dengan keberadaan Sumbar dan kereta api sebagai bagian dari pariwisata khususnya,” ujar James. James menyimpan harapan besar terhadap keberadaan KA dalam meningkatkan arus kunjungan wisata ke Sumbar. Ke depan, ia berharap jalur KA yang rusak dan banyak melalui destinasi wisata biasa dioperasionalkan. “Sekali lagi, pariwisata tidak mengenal batas geografis. Untuk itu, kita mengharapkan daerah yang dilalui jalur KA bisa memelihara dan menjaganya karena dalam waktu dekat kita akan membenahi fasilitas tersebut untuk dioperasikan kembali,” harapnya. Sementara Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Irdinansyah Tarmizi menyambut baik perjalanan pertama gerbong kepresidenan ini. Menurutnya, ini menjadi titik awal hidupnya kembali perkeretapian Sumbar. “Keunikan kereta api dan daya tarik wisata merupakan hal sejalan yang bisa disinergikan. Apa yang dikemukakan MPKAS patut kita dukung bersama,” katanya yang ikut serta dalam perjalan tersebut. Kepala Seksi Operasional PT KAI Divisi Regional (Divre) II Sumbar Husrizal menambahkan, gerbong kepresidenan yang dipakai ini sebelumnya hanya digunakan untuk ekspedisi dan pengecekan jalur kereta. “Melihat animo masyarakat yang tinggi, keunikan dan kenyamanan dari gerbong ini kami tawarkan dengan biaya operasional Rp5 juta sekali jalan. Gerbong ini akan digunakan jika ada permintaan,” jelasnya pada wartawan. Untuk peningkatan potensi KA yang selama ini tak teroptimalkan, pihak PT KAI telah melakukan MoU dengan Pemko dan Pemkabk yang dilalui jalur kereta api dan lokasi stasiun. Untuk jalur Padang-Pariaman, ada lima stasiun yang perlu dibenahi. Sementara untuk jalur lanjutan hingga ke Padangpanjang ada empat stasiun lagi yang perlu direvitalisasi. “Stasiun tersebut adalah stasiun Tabing, Duku, Pasausang, Lubukalung, Sicincin, Kayutanam, Kandang Ampek dan Padangpanjang,” bebernya. Sementara untuk jalur Solok dan Sawahlunto, pihak PT KAI akan menginventarisir terlebih dahulu jalur dan stasiun yang perlu diperbaiki. Perlu dicatat jalur KA Padang-Pariaman-Padangpanjang hanyalah 72 kilometer dari 200 kilometer jalur KA yang ada di Sumbar. “Untuk kembali mengoperasionalkannya kita butuh dana besar, karena biaya operasionalnya yang tinggi,” tukasnya. (cr6) ----- Original Message ---- From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Saturday, January 19, 2008 7:56:36 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] Gerbong Kepresidenan ’ PT KAI Sumbar Diaktifkan Kembali Dari www.padangmedia.com salam Is St Marajo, 39+ Gerbong Kepresidenan’ PT KAI Sumbar Diaktifkan Kembali 18-01-2008 PADANG – Di saat masa kritisnya, apapun tentang mantan Presiden Soeharto justru makin menarik untuk dibahas oleh masyarakat Indonesia. Tak terkecuali di Sumatra Barat yang pernah dikunjungi orang paling berkuasa di era orde baru itu pada saat ia memerintah. Sejarah itu, pernah ditorehkan Soeharto pada sebuah gerbong kereta api yang dimiliki PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional Sumbar. Jika tak ada halangan, Minggu (20/1) mendatang, ‘Gerbong Kepresidenan’ yang pernah dinaiki Soeharto pada saat peresmian jalur Indarung – Teluk Bayur di tahun 1974. “Saat ini, gerbong tersebut baru selesai direhab, dan rencananya perjalanan perdana akan dilakukan dari Padang ke Pariaman pada tanggal 20 Januari 2008,” kata Sekjen Masyarakat Pencinta Kereta Api Sumbar (MPKAS) Nofrins kepada padangmedia.com, Jumat (18/1). “Jika perjalanan perdana ini sukses, di masa yang akan datang tentunya ini merupakan potensi yang bisa kita jual untuk dunia pariwisata Sumbar. Mungkin nantinya bisa seperti kereta api di Argentina yang pernah dinaiki Evita Peron. Di sana, orang rela antri dan membayar dengan harga mahal hanya untuk mencoba menaiki kereta api tersebut,” papar Nofrins lagi. Ia berharap, PT KAI Sumbar bisa memaksimalkan dan memanfaatkan potensi yang sudah di depan mata tersebut. Sebab, bila kereta api ini banyak peminat, tentunya dunia perkereta apian Sumbar akan hidup lagi. (atvi) ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
