Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,

Saya percaya bahwa kehadiran bersama dari para tokoh-tokoh penting daerah 
Sumatera Barat dalam satu gerbong tersebut bukan hanya akan mempunyai arti 
simbolik bagi masa depan pariwisata di Sumatera Barat, tetapi juga akan  
merupakan langkah awal bagi kerjasama yang lebih erat untuk meningkatkan taraf 
kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat melalui sektor pariwisata yang 
merupakan salah satu titik kuat Sumatera Barat yang sangat berpotensi untuk 
dikembangkan lebih lanjut.

Sudah barang tentu peristiwa tersebut tidaklah terjadi secara tiba-ada. 
Pertama-tama saya sampaikan penghargaan kepada PT KAI, yang telah memperisipakn 
segala sesuatu sehingga perjalanan tersebut bisa berlangsung dengan 
menyenangkan. Selanjutnya, scara khusus perlu saya sampaikan penghargaan kepada 
beberapa rekan pegiat pariwisata yang telah bersusah payah untuk memungkinkan 
hal itu terjadi, antara lain Ibu Nuraini Prapdanu, Sekjen MAPPAS, Bapak 
Yulnofrins Napilus, Sekjen MPKAS, Sanak Hadi Saputra Wakil Sekjen MPKAS, dan 
sudah barang tentu Prof. Dr James Hellyward, yang bukan saja telah meluangkan 
waktu menghadiri pertemuan dengan jajaran MAPPAS di Jakarta tetapi juga telah 
memberikan perhatian besar pada saran MAPPAS untuk ikut memprakarsai 
pembentukan West Sumatra Tourim Board (WSTB) sebagai forum koordinasi lebih 
lanjut antara Pemerintah sebagai regulator, PHRI+ASITA sebagai operator, dan 
MAPPAS+MPKAS sebagai pemeduli.

Terima kasih yang sama saya sampaikan kepada Ketua Komisi IV DPRD Propinsi 
Sumatera Barat yang telah menunda -- bahkan membatalkan --acara penting lainnya 
agar dapat ikut dalam rombongan ini, serta kepada rekan-rekan dari pehobi 
fotografi,    dari media massa,   dari TVRI Padang serta Metro TV,  yang telah 
merekam dan mengulas, untuk kemudian menyajikan peristiwa tersebut kepada 
publik sehingga menjadi pengetahuan publik Indonesia dan dunia.

Semoga Allah swt melimpahkan taufiq, hidayat, dan inayah-Nya kepada kita semua. 
Amin.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear All,

FYI. Semoga membawa kegairahan dan harapan baru bagi dunia Pariwisata Sumbar. 
Alhamdulilah, hari Minggu kemaren kita bisa mengajak bersama di dalam satu 
gerbong: Ketua Komisi IV DPRD Sumbar dan Kadisbudpar Sumbar dg belasan wartawan 
Media Cetak, TV (TVRI dan Metro TV) dan Radio plus kawan2 pehobby fotografi. 

Tadi sore jam 4, di Studio TVRI Padang, MPKAS juga diundang utk Dialog 
Interaktif. Dari MPKAS diwakili oleh Wakil Sekjen MPKAS, ET Hadi Saputra dan 
dihadiri bbrp pengurus lain. Bbrp Radio juga minta utk siaran langsung. Ketika 
2 tahun lalu, 30 Nov. 2006 sore, masih kita yg ngotot agar bisa tampil di TVRI 
Pdg dg Sekda Sumbar waktu itu. Lobby Pak  Chaidir dan Pak Saaf ke TVRI saat 
itu, sangat kuat sekali...

Sayang saya tidak bisa motret banyak kmrn krn terlalu sibuk koordinasi kiri 
kanan, kita tunggu saja liputan kawan2 fotografer yg lain di WS.com. Kalau mau 
lihat seperti apa Gerbong ini dianggurin belasan tahun sebelum diusulkan oleh 
MPKAS Sept.2006 lalu agar direnovasi, bisa lihat di link ini: Gerbong 
Kepresidenan yang berdebu (sdh ada 2 hlmn).

Harian Kompas, Minggu 20 Jan.2008 di hlmn 3 dg judul: "KA Wisata dari Padang ke 
Pariaman Laris Manis". Tapi belum ketemu versi onlinenya. Padahal target kita 
Padang - Lembah Anai - Padang Panjang - Singkarak - Solok - Sawahlunto. Minimal 
utk Pulang Basamo 2008, sampai Padang Panjang dulu.

Saksikan juga nanti aktifitas MPKAS di Metro TV hari Sabtu, 26 Jan.2008  jam 
12.30 siang acara OASIS (kalau tidak ada perubahan). 

Satu hal yang patut disyukuri bersama adalah bahwa pemberitaan ini hanya dengan 
modal dengkul dan sms doang. Tak satu sen pun ada amplop...! Krn sekarang 
mereka sudah tahu semua "isi paruik kito" dan sebagian besar sudah tahu bahwa 
semua ini berawal dari Internet yaitu milis RantauNet... Ternyata masih banyak 
orang-orang idealis dan peduli diluar sana yang mau ikut serta memberikan 
perhatian dan apresiasi positif. Apapun lah alasan mereka masing-masing utk 
itu, itu adalah hak mereka. Alhamdulillah... 

Mohon maaf talabiah takurang. Semoga berkenan. Thanks.

Salam,
Nofrins


Dari Padeks: http://www.padangekspres.co.id/content/view/669/1/

      Gerbong  Kepresidenan Unjuk Gigi                                          
   Senin, 21 Januari 2008                       Padang, Padek-- Aset kereta api 
Sumbar yang tak termanfaatkan nilainya mencapai triliunan rupiah. Untuk itu, 
Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar (MPKAS) bersama PT Kereta Api Indonesia 
(KAI) Divre Sumbar membawa harapan baru dengan mengaktifkan kembali gerbong VIP 
yang pernah digunakan mantan Presiden Soeharto.


  MPKAS merasa terpanggil potensi KA dan keindahan alam Sumbar yang belum 
dimanfaatkan. MPKAS bersama PT KAI dan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Sumbar 
bersama-sama mengoptimalkan potensi yang belum termanfaatkan tersebut. Sekjen 
MPKAS Yulnofrins Napilus St Batuah mengatakan, 200 kilometer lintasan kereta 
api yang selama ini dingin akan menjadi daya tarik baru pariwisata Sumbar 
selain pemandangannya yang mempesona. “Sensasinya akan sangat luar biasa dengan 
menikmati pemandangan indah dari kereta api. Penggila kereta api dari penjuru 
dunia selalu berburu dan berkeliling rutin secara regular ke berbagai belahan 
dunia untuk menikmati keunikan seperti ini. Kita harapkan kita bisa menangkap 
peluang itu,” ujarnya pada Padang Ekspres dalam perjalanan pertama gerbong 
bekas kepresidenan dari Padang ke Pariaman, kemarin. Organisasi nonprofit yang 
terdiri dari masyarakat pencinta kereta api di seluruh penjuru Indonesia 
tersebut mengharapkan, PT KAI dan pemerintah daerah bekerja sama
 untuk mempertahankan aset-aset kereta api yang pernah jaya di Sumbar. “Sebab 
sekali jaringan kereta api dimatikan akan sulit sekali untuk menghidupkannya 
kembali.  Nah, dengan adanya kalender wisata yang berlangsung dalam tahun ini, 
kita sinergikan dengan pembenahan sarana KA yang tak tersentuh selama ini,” 
ujar Yulnofrins.



Peluang tersebut diamini Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Sumbar James 
Hellyward. Dari 100 iven pariwisata nasional, 10 iven di antaranya berlangsung 
di Sumbar. Melihat peluang tersebut, menurut James KA wisata menjadi daya tarik 
ekstra yang tak mungkin bisa para wisatawan di tempat lain. “Salahsatunya 
gerbong kepresidenan ini,” tambahnya.  Untuk itu, katanya, semua harus proaktif 
membenahi fasilitas yang bernilai ini. “Kita akan libatkan semua pihak untuk 
mempromsikan keunikan ini. Dalam hal ini saya menyampaikan terima kasih pada 
pihak MPKAS yang peduli dengan keberadaan Sumbar dan kereta api sebagai bagian 
dari pariwisata khususnya,” ujar James. James menyimpan harapan besar terhadap 
keberadaan KA dalam meningkatkan arus kunjungan wisata ke Sumbar. Ke depan, ia 
berharap jalur KA yang rusak dan banyak melalui destinasi wisata biasa 
dioperasionalkan. “Sekali lagi, pariwisata tidak mengenal batas geografis. 
Untuk itu, kita mengharapkan daerah yang dilalui jalur KA
 bisa memelihara dan menjaganya karena dalam waktu dekat kita akan membenahi 
fasilitas tersebut untuk dioperasikan kembali,” harapnya. 



Sementara Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Irdinansyah Tarmizi menyambut baik 
perjalanan pertama gerbong kepresidenan ini. Menurutnya, ini menjadi titik awal 
hidupnya kembali perkeretapian Sumbar.  “Keunikan kereta api dan daya tarik 
wisata merupakan hal sejalan yang bisa disinergikan. Apa yang dikemukakan MPKAS 
patut kita dukung bersama,” katanya yang ikut serta dalam perjalan tersebut.


Kepala Seksi Operasional PT KAI Divisi Regional (Divre) II Sumbar Husrizal 
menambahkan, gerbong kepresidenan yang dipakai ini sebelumnya hanya digunakan 
untuk ekspedisi dan pengecekan jalur kereta. “Melihat animo masyarakat yang 
tinggi, keunikan dan kenyamanan dari gerbong ini kami tawarkan dengan biaya 
operasional Rp5 juta sekali jalan. Gerbong ini akan digunakan jika ada 
permintaan,” jelasnya pada wartawan. Untuk peningkatan potensi KA yang selama 
ini tak teroptimalkan, pihak PT KAI telah melakukan MoU dengan Pemko dan 
Pemkabk yang dilalui jalur kereta api dan lokasi stasiun. Untuk jalur 
Padang-Pariaman, ada lima stasiun yang perlu dibenahi. Sementara untuk jalur 
lanjutan hingga ke Padangpanjang ada empat stasiun lagi yang perlu 
direvitalisasi. “Stasiun tersebut adalah stasiun Tabing, Duku, Pasausang, 
Lubukalung, Sicincin, Kayutanam, Kandang Ampek dan Padangpanjang,” bebernya.  
Sementara untuk jalur Solok dan Sawahlunto, pihak PT KAI akan menginventarisir 
terlebih dahulu
 jalur dan stasiun yang perlu diperbaiki. Perlu dicatat jalur KA 
Padang-Pariaman-Padangpanjang hanyalah 72 kilometer dari 200 kilometer jalur KA 
yang ada di Sumbar. “Untuk kembali mengoperasionalkannya kita butuh dana besar, 
karena biaya operasionalnya yang tinggi,” tukasnya. (cr6)


----- Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, January 19, 2008 7:56:36 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Gerbong Kepresidenan ’ PT KAI Sumbar Diaktifkan 
Kembali 

   
Dari www.padangmedia.com  
  
salam  
Is St Marajo, 39+  
  
Gerbong Kepresidenan’ PT KAI  Sumbar Diaktifkan Kembali  
  
18-01-2008  
  
PADANG – Di saat masa kritisnya,  apapun tentang mantan Presiden Soeharto 
justru makin menarik untuk dibahas  oleh masyarakat Indonesia. Tak terkecuali 
di Sumatra Barat yang pernah  dikunjungi orang paling berkuasa di era orde baru 
itu pada saat ia memerintah.  

    Sejarah itu, pernah ditorehkan  Soeharto pada sebuah gerbong kereta api 
yang dimiliki PT Kereta Api Indonesia  Divisi Regional Sumbar. Jika tak ada 
halangan, Minggu (20/1) mendatang,  ‘Gerbong Kepresidenan’ yang pernah dinaiki 
Soeharto pada saat peresmian  jalur Indarung – Teluk Bayur di tahun 1974.   


“Saat ini, gerbong tersebut baru  selesai direhab, dan rencananya perjalanan 
perdana akan dilakukan dari  Padang ke Pariaman pada tanggal 20 Januari 2008,” 
kata Sekjen Masyarakat  Pencinta Kereta Api Sumbar (MPKAS) Nofrins kepada 
padangmedia.com, Jumat  (18/1).  
“Jika perjalanan perdana ini  sukses, di masa yang akan datang tentunya ini 
merupakan potensi yang bisa  kita jual untuk dunia pariwisata Sumbar. Mungkin 
nantinya bisa seperti  kereta api di Argentina yang pernah dinaiki Evita Peron. 
Di sana, orang  rela antri dan membayar dengan harga mahal hanya untuk mencoba 
menaiki  kereta api tersebut,” papar Nofrins lagi.  


Ia berharap, PT KAI Sumbar bisa  memaksimalkan dan memanfaatkan potensi yang 
sudah di depan mata tersebut.  Sebab, bila kereta api ini banyak peminat, 
tentunya dunia perkereta apian  Sumbar akan hidup lagi.  (atvi)  

  

 





       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke