Zulkarnain Djabbar yang Hobi Domino
Tanggal 06 July 2012
DAMANHURI

Acara Indonesia Lawyer Club yang ditayangkan TV One dua malam lalu,
membahas masalah korupsi kitab suci Alquran membuat masyarakat
Sicincin tambah tapurangah.

Zulkarnain Djabbar tersangka persoalan itu, merupakan orang Sicincin
asli. Dia bersuku Sikumbang. Bagi masyarakat Sicincin, Kecamatan 2 x
11 Enam Lingkung, Zulkarnain Djabbar merupakan anak yang lama hilang
dari kampung halaman. Ketika ia minta maaf pada umat Islam, warga
yakin, Zulkarnain Djabbar adalah korban dari sebuah skenario besar.

Dia baru muncul ke kampung sejak tiga tahun terakhir, terutama sejak
gempa melanda daerah itu pada 2009.
Dia dilahirkan di kampung. Sama sekolah dan sepermainan dengan Alwi
Datuak Garang, yang kini jadi Walinagari Sicincin. Di Surau Lubuak
Dukuang, yang merupakan surau kaum Suku Sikumbang itulah Zulkarnain
Djabbar mengajinya waktu ketek.
“Namun, sejak dia duduk di DPR pada Pemilu 2009 dari daerah pemilihan
Jawa Barat, saya yang paling banyak dihubunginya. Terutama bila dia
pulang kampung, malapehkan taragak main domino,” cerita Zaiful Leza,
seorang tokoh pemuda Sicincin yang ditemui Singgalang, Kamis (5/7).

Kondisi sebagai tersangka kasus pengadaan Alquran yang melibatkan
dirinya, dilihat Zaiful Leza sebagai pukulan yang sangat berat bagi
yang bersangkutan. Sebab, walapun Zulkarnain Djabbar tidak mewakili
daerah Sumatra Barat, perhatiannya ke kampung halaman sangat tinggi.
Bahkan, seluruh surau dan masjid yang ada di Sicincin akan dibantunya
Rp50 juta. “Dia paling senang main domino dan main musik. Waktu kecil,
Zulkarnain masuk anggota orkes musik. Dia pintar bernyanyi,” ujar
anggota DPRD Padang Pariaman dari PDIP tersebut.

Zaiful Leza melihat semua keluarganya, baik yang di Sicincin, maupun
keluarga urang rumahnya di Koto Mambang, Nagari Sungai Durian, bahkan
masyarakat Padang Pariaman sangat merasakan duka yang sangat mendalam
terhadap masalah yang dihadapi Zulkarnain.
Pembangunan asrama haji di Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai,
adalah hasil kerja Zulkarnain Djabbar, karena dia duduk di Komisi
VIII.
“Anda lihat sendirilah, Bupati Ali Mukhni, Kepala Kemenag, Taslim
Mukhtar yang disebut-sebut orang paling dekat dan dipercayai oleh
Zulkarnain, merasakan betul dampak yang menimpa diri dan anak
Zulkarnain itu,” sebutnya.
Kepala Kemenag Padang Pariaman, Taslim Mukhtar yang merupakan dunsanak
Zulkarnain Djabbar saat dihubungi mengaku rencana pembangunan asrama
haji di Sungai Buluah tetap jalan. Tidak ada hubungannya dengan
persoalan yang kini menimpa Zulkarnain.
“Anggaran Rp15 miliar dari pusat telah dialokasikan untuk bangunan.
Memang, pembangunan itu hasil kerja keras yang dilakukan bersama
antara Pemkab Padang Pariaman dengan Zulkarnain,” kata Taslim.
Seorang keluarga istri Zulkarnain yang enggan ditulis namanya mengaku
shock terhadap kasus yang menimpa rang sumando-nya itu. Walau
bagaimana pun perhatian terhadap Padang Pariaman dari Zulkarnain
sangat tinggi, jauh melebihi perhatian yang dilakukan anggota DPR yang
berasal dari Piaman sendiri.
“Semua orang tahu itu. Kini, kita dari Koto Mambang bersama memberikan
dukungan moril ke Jakarta,” kata dia dari balik ponselnya. (*)

Pada 29 Juni 2012 15:13, tasrilmoeis <[email protected]> menulis:
> Kalau kasus nan iko jo kasus PON Riau jan di arok awak bisa mandanga dari TV
> One, apo lai jan pulo di arokkan manjadi topic di Jakarta Lawyers Club.
>
> Tibo di paruk dikampihkan
>
> Tan Ameh
>

-- 
Wassalam
Nofend | L-35 | CKRG

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke