Assalamualaikum ww, Manyimak diskusi pemilihan PILKADA DKI ambo caliak ado beberapa pakaro: Partamo ado rasa frustasi orang awak terhadap keberadan pamimpin Islam, atau banyak awak memang ndak picayo lai ka pamimpin baragamo Islam, karano akhir-akhirko memang indak manunjuakkan sikap nan elok, tak badayo , koruptif dsb. Kaduo, urang awak dan mungkin urang Indonesia umumnyo, alah frustasi, jadi kini mancubo-cubo lo nan lain, kok lai lo ka mailiahkan aia. Bialah Cino nan pokok awak salamaik. Tetapi apakah sdr kito nan asal Cino ko lebih baik dari pemimpin awak, sejarah nan kamanantuan, kok lai ka manuai kito samo-samo, kok hampo awak manarimo lo samo2. Bak kecek manai sophiaan "Siapa menabur angin menuai badai". Lalag di tanam lalang lo ka tumbuah, padi di tanam tantu padi nan tumbuah. Mamak urang tantu ndak samo jo mamak awak. Tetapi nan jaleh Muhammad Natsir sajak tahun 1930-an alah manjaleh mengenai posis negara dan Islam, ia memang terintegrasi), bagi Natsir tidk ada jalan lain. Pengkaderan pemimpin Islam lebih utama, memberikan tongkat kepada orang lain ketika kita tidak bisa memegang tongkat itu pastilah masalah juo, ka maa awak ka inyo bawo, tantu indak ka jalan nan awak suko. Apakah kebangsaan kita tidak dewasa? Ini terggantung kita memandang, sebab perkembangan suatu kaum memang berimpak kapado kaum lain. Di malaysia contohnyo, perkembangan Cino nan banyak kini mencemaskan bagi negara itu walaupun dalam pidato tetap dikatakan 1 malaysia. tetapi kalau dalam wakatu dakek ini UMNO kalah, tajalapak seluruh Melayu yg berada di sektor kerajaan. dan iko alah berproses lama dan hampir menuai hasil. Apakah DKI memang titik berpijak untuk perkembangan Tionghoa ke depan, kita menunggu mainnya si Ahok.
Ambo pikia ndak paralu awak maniru Singapura, untuak apo maju kalau maju jalan wilayah nan indak disukoi. untuk apa maju kalau suatu saat kita tertekan, seperti orang Melayu Singapura, kini indak bisa menjadi tuan di tanah sendiri. Jakowi memang fenomenal, ambo tamasuak sanang cara dia memimpin, keberanian,kreativitas dan keberpihakannyo ka rakyat. Ambo pikia memang banyak pemimpin yang bergaya kain saruang, untuak baraja k Jakowi, jan asal manjua pencitraan sajo, sebab rakyat sudah muak dengan sekedar pencitraan. Mengenai Ahok alun tahu bana kito. Pakaro nan penting bana, sudah saatnyo urang awak, terutama nan di DKI menyiapkan kader terbaiknya untuak maju Pilkada nan katibo, kalau memang kepentingan dagang urang awak banyak di Jakarta. Jan kecek awak sajo bahaso awak banyak di rantau , tanyato ndak ciek juo bapangaruh di DKI. Kader-kader mudo nan tidak sekedar politikus sebateh paruik lah mesti pulo awak siapkan. Wassalam WNS/46 th/suku Koto Asa Luhak Limo Puluah Koto ________________________________ From: Asmi Yakob Yahoo <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, July 27, 2012 11:35 AM Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT, sebuah visi tentang bung Ahok. Kawan2 sa Palanta RN, Terlebih dahulu saya kemukakan bahwsa saya tidak pro ke calon # 3, dan juga tidak pro ke China, tetapi kalau seandainya China bisa membuat Indonesia ini lebih maju dan makmur untuk masyarakatnya seperti di Singapore, kenapa kita harus alergy, mulai dari kemerdekaan, orde lamo, orde baru, orde reformasi yang didominansi oleh non china (melayu) tetapi tidak maju maju korupsi batambah banyak, rakyat makin susah, apokah ndak rancak dicubo pula manarimo Cinoko jadi pemimpin di negara tercintako kalau akan membao kita lebih makmur, ini cuma tanggapan saya sekalian batanyo ka kawan nan labiah paham tentang negarako. Kalau kito caliak negara2 nan banyak cino ikuik di kekuasaan yo ma lebih maju nampaknyo, contoh Singapore, Malaysia, Hongkong, Taiwan, RRC, mungkin saya salah caro melihatnya. Wassalam, Asmi Yakob asli urang Padang/Sumatera Barat/melayu L-60 ----- Original Message ----- >From: Mochtar Naim >To: [email protected] >Cc: MOCHTAR NAIM >Sent: Friday, July 27, 2012 10:51 AM >Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT, sebuah visi tentang bung Ahok. > > > > >Kawan2 sa palanta RN, > > Kasus Ahok ini bisa dilihat dari berbagai segi. Tergantung dari segi >mana kita mau melihatnya. Segi formalitas pilkada itu sendiri, apakah wajar >jika seorang wako ataupun gub yang masih aktif bisa mencalonkan diri utk >menjadi cagub di prov lain atau tidak. Juga untuk tujuan mendesak, cagub yang >mana yang sewajarnya kita pilih baik sebagai orang Minang ataupun sebagai >warga negara RI terutama bagi yang berdomisili di DKI. > Kasus Ahok yang saya sorot dan angkatkan adalah gambaran >politiko-sosiologis secara menyeluruh, yang saya melihat kasus Ahok adalah >awal dari >move baru dari kelompok warga keturunan Cina di NKRI ini untuk sekarang masuk >secara aktif ke dalam gelanggang politik praktis, yang selama ini hanya >bermain di belakang layar saja. Dengan itu Indonesia telah menuju ke >arah pola Filipina kedua, di mana kelompok Cina, kendati minoritas tetapi >mendominasi secara aktif tidak lagi hanya ekonomi, perdagangan dan industri, >tetapi juga politik, sosial, budaya, dsb. Sedikitnya sudah ada dua presiden >Filipina yang berdarah Cina, di samping mereka juga merajai dan menguasai >forum politik di legislatatif, yudikatif dan juga eksekutif, di pusat maupun >daerah. Contoh sempurnanya adalah kasus Singapura itu sendiri. > Bagi sejarah tidak ada yang impossibel. Kita saja bisa dijajah selama >3,5 abad oleh Belanda, negeri kecil di Eropah sana itu. Kunun pula oleh Cina >yang berseberangan pantai dengan kita, dan yang sudah pula berakar di bumi >nusantara ini sendiri. Ini hanya persoalan kemauan saja. > Jadi pertanyaan mendasarnya, siapkah kita untuk ditarik menjadi >koloninya >Cina seperti Filipina dan Singapura serta yang tadinya juga Malaysia, >Thailand, Viet Nam dllnya itu. Dan yang kita hadapi ini bukan hanya si Ahok >yang orangnya bisa saja sangat bagus, simpatik, berpihak kepada pribumi, dsb. >Di belakang si Ahok itu siap berjejer semua orang Cina tidak hanya yg di Jkt >saja tapi di seluruh Indonesia. Sekarang saja, dari hasil survei yang kita >baca di sk2, 100 % warga keturunan Cina penduduk kota Jkt memberikan dukungan >penuh kepada Ahok. >Padahal ini baru gerakan awal dari sebuah pencapaian sasaran yang sudah sejak >lama mereka impikan. Yaitu Indonesia sebagai bagian utama dari emporium Cina >di Asia Tenggara. > Kawan2, seperti kata Sdr Adrinof, Pak Saf, dll, kita bisa manfaatkan >kasus Ahok ini secara positif dan konstruktif untuk melihat bagaimana kita >dan siapa kita ini sesungguhnya. Kelebihan dari tokoh2 politik dan kebudayaan >Minang di masa lalu adalah karena kejelian mereka melihat permasalahan2 >politik dan sosial-budaya secara cermat, tajam dan bernuansa masa depan. Kita >kalau bisa janganlah terlalu jauh ketinggalan dari tokoh2 pendahulu kita itu. > >Mochtar Naim 270712 > >From: Andrinof A Chaniago <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Friday, July 27, 2012 5:37 AM >Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT, sebuah visi tentang bung Ahok. > > >Yth. Guru kami, Pak Mochtar Naim, Pak Saaf dan sanak sa palanta: > >Ini tukar-menukar pikiran yang menarik tentang pemimpin, khususnya ketika dihadapkan ke kacamata orang Minang dan orang muslim. Berkembangnya tukar-menukar pandangan ini berarti ada yg belum clear dalam cara kita melihat pandangan Islam dan (kepentingan) budaya Minang terhadap pemimpin, khususnya posisi wakil pemimpin formal (pemerintahan), walaupun pemimpinnya sudah jelas seorang muslim yang taat dan sangat islami. Untuk soal ini, biarlah tukar-menukar pikiran terus berkembang kalau tidak ada kata simpul dalam waktu dekat. > >Hal yang perlu jawab dari pendapat yang muncul khusus tentang Jokowi adalah soal tuduhan tidak amanah karena tidak menyelesaikan jabatan kalau terpilih. Ini soal yg mengherankan buat saya kalau ada orang mengamini "kecaman" yang sebetulkan hanya senjata politik dari lawan Jokowi dalam pilgub DKI saat ini. Buat saya sederhana sekali caranya untuk mementahkan tuduhan ini bagi kita sebagai orang Minang: Berarti Pak Gamawan Fauzi tidak amanah, Pak Azwar Anas dulu tidak amanah, Pak Harun Zain dulu tidak amanah. Begitu? >Ada tanggapan panjang soal tuduhan dangkal itu di twitter. Lebih lengkap saya sebut sejulmlah kekeliruan berpikirnya dalam pernyataan "tidak amanah" itu. > >Sementara itu dulu. Mohon maaf. >Salam, > >Andrinof A Chaniago (L/50-) > > > > >2012/7/26 Lies Suryadi <[email protected]> > >Nan ma nan rancak (atau labiah kurang mudaraikny): dijajah urang Cino atau >dijajah urang Putiah (baliak)? >> >>Salam, >>Suryadi >> >> >>Ps: Tapi kini kaba e urang2 itam lah 'manjajah' pulo sampai ka Tanah Abang. >>Iyo tu? >> >> >>Dari: sjamsir_sjarif <[email protected]> >>Kepada: [email protected] >>Dikirim: Rabu, 25 Juli 2012 14:30 >>Judul: Re: [R@ntau-Net] OOT, sebuah visi tentang bung Ahok. >> >> >>Iyo Muljadi, dek Urang Awak kan Urang Paparak, kok dicubo-cubo pulo ba"Parak Matiah" baanyo. Parak Matiah (pragmatism) ko mungkin samo jo "Cubo-cubo batanam mumbang"... >> >>[Asa ... jan mambang se lah ...-e tibo di Kitaji... :)] >> >>Salam, >>-- Nyit Sungut >> >>--- -- >> >>-- >>. >>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E >>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>=========================================================== >>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >>- DILARANG: >>1. E-mail besar dari 200KB; >>2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; >>3. One Liner. >>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 >>- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. >>=========================================================== >>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> >> >> >> >-- >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >- DILARANG: >1. E-mail besar dari 200KB; >2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; >3. One Liner. >- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 >- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > > > > >-- >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >- DILARANG: >1. E-mail besar dari 200KB; >2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; >3. One Liner. >- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 >- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > > > -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
