Dunsanak sadonyo,

iko memang indak baminang ria, tapi dek ota palanta la ma Indonesia..iko ado 
juo wajah Indonesia nan lain

Kartu Nama Pak Dino

This entry was posted on July 21, 2012, in Australia, Beasiswa Luar 
Negeri, Leadership, Renunganand tagged dino patti djalal, duta besar 
indonesia, kbri washington dc, religion. Bookmark thepermalink. 13 Comments
Bandingkanlah
Sore tadi saya menyimak sebuah suguhan inspiratif: pemaparan Bapak Dino Patti 
Djalal, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, soal Diaspora Indonesia. 
Diaspora Indonesia, dalam bahasa sederhana, adalah orang yang memiliki 
keterikatan Indonesia namun tinggal di luar Indonesia. Pemaparannya terkait 
hasil pelaksanaan sebuah kongres bersejarah di Los Angeles beberapa hari lalu 
yang bertajuk Congress of Indonesian Diaspora (CID). Dalam lawatannya ke 
Australia kali ini, beliau menyempatkan diri bertemu masyarakat Indonesia di 
Sydney dan menyampaikan apa yang terjadi di LA beberapa waktu lalu. Hasil 
pertemuan Diaspora Indonesia itu disajikan kepada Diaspora Indonesia di Sydney.
Entahlah, saya merasa begitu kenal sosok Dino Patti Djalal. Bukan karena beliau 
mengenal saya tetapi karena saya telah menikmati puluhan pidato inspiratifnya 
lewat dunia maya. Saya menonton hampir semua video KBRI Washington DC yang 
memuat pemaparannya. Tentu saja berlebihan jika saya merasa begitu mengenalnya 
hanya gara-gara saya menyimak pidatonya dan membaca buku-bukunya. Tapi 
kenyataannya memang tidak banyak hal lain yang bisa dilakukan utuk mengenal 
seorang selebriti seperti beliau.
Ketika beliau membuka pemaparannya, saya sebenarnya berharap 
sebuah moonwalk tetapi tentu saja itu harapan sia-sia. Beliau membuka dengan 
kelakar yang membuat riuh suasana. Kelakar itu tetap memukau meskipun, 
lagi-lagi, saya merasa begitu akrab dengannya. Mungkin ini akibat saya menonton 
puluhan pidatonya di dunia maya. Seperti yang saya simak di video, kelakar itu 
memang terbukti membuat hadirin sangat betah dan rela menyimaknya tanpa 
berpaling. Saya rasakan energi dan pesona itu membius hadirin. Setidaknya 
sebagian besar merasakan itu.
Ada banyak hal yang disampaikan oleh Pak Dino, Konjen Sydney yang menjadi tuan 
rumah acara itu telah merekam dan akan menayangkannya di internet. Saya akan 
sabar menunggu rekaman itu dan yakin bahwa itu akan menjadi tontonan yang bagus 
bagi mereka yang tidak sempat menyaksikannya.
Begitu banyak yang saya nikmati tentang seorang Dino Patti Djalal dan semakin 
banyak yang ingin saya tahu tentangnya. Saya mengingat lagi sebuah obrolan di 
Manila dengan Pak Hasjim Djalal, ayah dari Dino Patti Djalal tentang watak dan 
otak. Kini saya memahami lebih tepat, makna cerita itu. Dalam hidup, memang 
diperlukan kombinasi yang cantik antara otak dan watak. Dino, menurut saya, 
baru saja menunjukkan itu dengan sangat baik.
Di akhir acara, saya sempatkan berbicara sejenak. Tentu saja tidak lama karena 
Dino adalah seorang selebriti, semua orang menginginkan waktunya. Ketika saya 
ceritakan soal mimpi saya agar bisa diuji oleh Pak Hasjim Djalal, beliau 
mengatakan “great! He is the one for you. You cannot have anyone better than 
him. Yang lebih penting, he is fair and he wants you to succeed.” Saya 
merasakan aura diplomasi yang cantik dari ucapan itu. Seperti Pak Hasjim yang 
selalu positif tentang putranya, Pak Dino juga sedemikian bangga dengan 
ayahnya. Itulah rupanya salah satu yang membuat keduanya menjadi duta besar 
Indonesia yang disegani.
Sabelum beranjak pulang, Pak Dino memberikan sebuah kartu nama. Saya tertegun 
melihatnya. Sebagai seorang surveyor, hal pertama yang saya lihat adalah sebuah 
peta Indonesia dengan tinta emas yang tercetak rapi di satu sisi. Di sana 
bertuliskan kata “Sabang” di ujung barat dan “Merauke” di ujung Timur. Yang 
membuat peta itu istimewa adalah dua titik di bawahnya yang dihubungkan garis 
putus-putus. Di titik sebelah kiri tertulis “San Francisco” dan di titik 
sebelah kanan tertulis “New York”. Naluri spasial saya muncul begitu 
menyaksikan paduan itu. Garis bentang Indonesia dari barat ke timur ternyata 
lebih panjang dibandingkan garis yang menghubungkan sisi barat dan sisi timur 
Amerika Serikat. Peta sederhana tanpa skala itu seakan berucap, “Indonesia, 
secara geografis lebih besar dibandingkan Amerika”. Ukuran tentu saja bukan 
segalanya tetapi pemahaman yang benar akan kedudukan geografis bisa memberi 
kita kesan yang lebih baik terhadap
 sebuah bangsa. Karena penasaran saya mengukur jarak ujung barat hingga timur 
Indonesia dan Amerika Serikat diGoogle Earth. Ternyata benar bahwa ukuran 
Indonesia adalah sekitar 5300 kilometer sementara ukuran Amerika Serikat 
sekitar 4800 kilometer. Indonesia, senyatanya, memang sebuah negara besar dalam 
arti sebenarnya.
Di sisi lain kartu nama itu saya membaca sederet fakta: world’s 3rd Largest 
(Stable & Multiethnic) Democracy. Population: 230 Million – 4th Largest in the 
World. Emerging Economy of the 21st Century. World’s largest Muslim Population. 
30% of World’s Tropical Rainforest. Southeast Asia’s largest Country and 
Economy. Founding Member of ASEAN. Founding Member of Non-Aligned Movement. 
Member of G-20.
Sederet kata itu tentu tidak berarti bagi ibu saya di desa tetapi itu adalah 
fakta. Tidak sulit untuk mencibir dan bertanya sinis “masak sih?” tetapi tidak 
satupun dari fakta itu dibuat seenaknya tanpa data. Benar bahwa kesulitan hidup 
memang masih terjadi di tanah air dan banyak hal yang harus diperbaiki tetapi 
ukuran-ukuran formal itu tentu memberi tahu kita sesuatu. Optimis saja memang 
tidak cukup, tetapi seperti kata Pak Dino, sinis lebih tidak menolong. Kartu 
nama Pak Dino mengingatkan saya sebuah cara lain untuk menjadi seorang 
Indonesia.
http://madeandi.com/2012/07/21/kartu-nama-pak-dino/#more-2349

wassalam,
Yansen-urang painan/lk/41+

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke