Dinda Ajo Duta, sato sangenek yo.

Baliau tu "mamaso"  dek karano bukan sajo hormat ka nan tuo tapi  bukankah 
dinda Rajo sagalo Duta.
He,he,he ..... alah ado tando2 negarawan dibaliau tu mah.
Kiriman and Yansen sangat bermanfaat.
Salam,
AA-270712



From: ajo duta 
Sent: Friday, July 27, 2012 8:42 PM
To: [email protected] 
Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT, Kartu Nama Pak Dino


Sanak Sri Yansen, 


Iko masih ba-Minang2, karano awak maotakan urang Minang. Dubes Dino adolah urang
Minang asli dari campuran Agam jo Solok. Awak pantas bangga jo beliau. Raso 
Minang-nyo
cukuik tinggi, paling kurang jo salero dan hormat ka nan tuo. Dua kali rayo di 
Washington,
inyo satangah "mamaso" untuk datang karumah ambo di hari pertamo rayo. Bukan 
hanyo
dek hormat ka nantuo, tapi pasti ado Sate Padang jo Dendeng Balado kegemarannyo.


Ambo sabuik satangah mamaso, dek ambo indak baniaik "open house" dek rumah ketek
dan di gang pulo. Tapi basuo di tampek sumbayang, inyo mangecek ka datang 
karumah.
Jadi tapasolah pintu rumah dibukak.....hehehe....


2012/7/27 Sri Yansen <[email protected]>

  Dunsanak sadonyo,


  iko memang indak baminang ria, tapi dek ota palanta la ma Indonesia..iko ado 
juo wajah Indonesia nan lain


  Kartu Nama Pak Dino

  This entry was posted on July 21, 2012, in Australia, Beasiswa Luar Negeri, 
Leadership, Renunganand tagged dino patti djalal, duta besar indonesia, kbri 
washington dc, religion. Bookmark thepermalink. 13 Comments
   
  Bandingkanlah
  Sore tadi saya menyimak sebuah suguhan inspiratif: pemaparan Bapak Dino Patti 
Djalal, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, soal Diaspora Indonesia. 
Diaspora Indonesia, dalam bahasa sederhana, adalah orang yang memiliki 
keterikatan Indonesia namun tinggal di luar Indonesia. Pemaparannya terkait 
hasil pelaksanaan sebuah kongres bersejarah di Los Angeles beberapa hari lalu 
yang bertajuk Congress of Indonesian Diaspora (CID). Dalam lawatannya ke 
Australia kali ini, beliau menyempatkan diri bertemu masyarakat Indonesia di 
Sydney dan menyampaikan apa yang terjadi di LA beberapa waktu lalu. Hasil 
pertemuan Diaspora Indonesia itu disajikan kepada Diaspora Indonesia di Sydney.
  Entahlah, saya merasa begitu kenal sosok Dino Patti Djalal. Bukan karena 
beliau mengenal saya tetapi karena saya telah menikmati puluhan pidato 
inspiratifnya lewat dunia maya. Saya menonton hampir semua video KBRI 
Washington DC yang memuat pemaparannya. Tentu saja berlebihan jika saya merasa 
begitu mengenalnya hanya gara-gara saya menyimak pidatonya dan membaca 
buku-bukunya. Tapi kenyataannya memang tidak banyak hal lain yang bisa 
dilakukan utuk mengenal seorang selebriti seperti beliau.
  Ketika beliau membuka pemaparannya, saya sebenarnya berharap sebuah moonwalk 
tetapi tentu saja itu harapan sia-sia. Beliau membuka dengan kelakar yang 
membuat riuh suasana. Kelakar itu tetap memukau meskipun, lagi-lagi, saya 
merasa begitu akrab dengannya. Mungkin ini akibat saya menonton puluhan 
pidatonya di dunia maya. Seperti yang saya simak di video, kelakar itu memang 
terbukti membuat hadirin sangat betah dan rela menyimaknya tanpa berpaling. 
Saya rasakan energi dan pesona itu membius hadirin. Setidaknya sebagian besar 
merasakan itu.
  Ada banyak hal yang disampaikan oleh Pak Dino, Konjen Sydney yang menjadi 
tuan rumah acara itu telah merekam dan akan menayangkannya di internet. Saya 
akan sabar menunggu rekaman itu dan yakin bahwa itu akan menjadi tontonan yang 
bagus bagi mereka yang tidak sempat menyaksikannya.
  Begitu banyak yang saya nikmati tentang seorang Dino Patti Djalal dan semakin 
banyak yang ingin saya tahu tentangnya. Saya mengingat lagi sebuah obrolan di 
Manila dengan Pak Hasjim Djalal, ayah dari Dino Patti Djalal tentang watak dan 
otak. Kini saya memahami lebih tepat, makna cerita itu. Dalam hidup, memang 
diperlukan kombinasi yang cantik antara otak dan watak. Dino, menurut saya, 
baru saja menunjukkan itu dengan sangat baik.
  Di akhir acara, saya sempatkan berbicara sejenak. Tentu saja tidak lama 
karena Dino adalah seorang selebriti, semua orang menginginkan waktunya. Ketika 
saya ceritakan soal mimpi saya agar bisa diuji oleh Pak Hasjim Djalal, beliau 
mengatakan “great! He is the one for you. You cannot have anyone better than 
him. Yang lebih penting, he is fair and he wants you to succeed.” Saya 
merasakan aura diplomasi yang cantik dari ucapan itu. Seperti Pak Hasjim yang 
selalu positif tentang putranya, Pak Dino juga sedemikian bangga dengan 
ayahnya. Itulah rupanya salah satu yang membuat keduanya menjadi duta besar 
Indonesia yang disegani.
  Sabelum beranjak pulang, Pak Dino memberikan sebuah kartu nama. Saya tertegun 
melihatnya. Sebagai seorang surveyor, hal pertama yang saya lihat adalah sebuah 
peta Indonesia dengan tinta emas yang tercetak rapi di satu sisi. Di sana 
bertuliskan kata “Sabang” di ujung barat dan “Merauke” di ujung Timur. Yang 
membuat peta itu istimewa adalah dua titik di bawahnya yang dihubungkan garis 
putus-putus. Di titik sebelah kiri tertulis “San Francisco” dan di titik 
sebelah kanan tertulis “New York”. Naluri spasial saya muncul begitu 
menyaksikan paduan itu. Garis bentang Indonesia dari barat ke timur ternyata 
lebih panjang dibandingkan garis yang menghubungkan sisi barat dan sisi timur 
Amerika Serikat. Peta sederhana tanpa skala itu seakan berucap, “Indonesia, 
secara geografis lebih besar dibandingkan Amerika”. Ukuran tentu saja bukan 
segalanya tetapi pemahaman yang benar akan kedudukan geografis bisa memberi 
kita kesan yang lebih baik terhadap sebuah bangsa. Karena penasaran saya 
mengukur jarak ujung barat hingga timur Indonesia dan Amerika Serikat diGoogle 
Earth. Ternyata benar bahwa ukuran Indonesia adalah sekitar 5300 kilometer 
sementara ukuran Amerika Serikat sekitar 4800 kilometer. Indonesia, senyatanya, 
memang sebuah negara besar dalam arti sebenarnya.
  Di sisi lain kartu nama itu saya membaca sederet fakta: world’s 3rd Largest 
(Stable & Multiethnic) Democracy. Population: 230 Million – 4th Largest in the 
World. Emerging Economy of the 21st Century. World’s largest Muslim Population. 
30% of World’s Tropical Rainforest. Southeast Asia’s largest Country and 
Economy. Founding Member of ASEAN. Founding Member of Non-Aligned Movement. 
Member of G-20.
  Sederet kata itu tentu tidak berarti bagi ibu saya di desa tetapi itu adalah 
fakta. Tidak sulit untuk mencibir dan bertanya sinis “masak sih?” tetapi tidak 
satupun dari fakta itu dibuat seenaknya tanpa data. Benar bahwa kesulitan hidup 
memang masih terjadi di tanah air dan banyak hal yang harus diperbaiki tetapi 
ukuran-ukuran formal itu tentu memberi tahu kita sesuatu. Optimis saja memang 
tidak cukup, tetapi seperti kata Pak Dino, sinis lebih tidak menolong. Kartu 
nama Pak Dino mengingatkan saya sebuah cara lain untuk menjadi seorang 
Indonesia.
  http://madeandi.com/2012/07/21/kartu-nama-pak-dino/#more-2349


  wassalam,
  Yansen-urang painan/lk/41+



  -- 
  -- 
  .
  * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
  * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
  ===========================================================
  UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
  - DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
  - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
  - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
  - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
  - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
  ===========================================================
  Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
   
   
   






-- 

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------



-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
 
 
 

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke