Mokasih sanak akhir.

Was

Syaf
 On Oct 5, 2012 8:47 AM, "Akhir, Zainul (zainula)" <[email protected]>
wrote:

> Kalau ambo bukan tergolong pasangan mudo tapi mambiasokan anak babahasa
> Nasional di rumah kareno dilingkungan kami multi etnis dan malah ado WNA,
> tapi kalau sadang berang atau sadang maota lamak bahaso Minang acok kami
> pakai dan anak mangarati tapi agak susah maucapkannya ....
> Ambo satuju yang disampaikan Pak Syaff tentang keluh kesah Bujank
> Pamenanko bahwa kito paralu maajakan bahaso Minang sekalus adat dan budaya
> Minang ka anak 2 kito karano suatu kebanggaan bagi kito dak lapuak kanai
> paneh dak lakang kai hujan .
>
> Salam,
> Zainul Akhir Tanjuang, 49 th, Pku-Riau
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
> Behalf Of [email protected]
> Sent: Friday, October 05, 2012 8:25 AM
> To: [email protected]
> Subject: [R@ntau-Net] Keluh Kesah Seorang Teman
>
> Dunsanak di Palanta!
>
> Tulisan berikut keluh kesah seorang teman di FB. Namanya Bujank Sutan
> Pamenan....
>
>
> ♥Kepunahan Bahasa Minang♥
>
> ~Meskipun kita bangga dengan kedaerahan Minangkabau, tapi ada hal yang
> mengganjal bagi saya pribadi yaitu malu menggunakan bahasa Minang.
>
> Hal yang menjadi ganjalan itu berawal dari percakapan saya dengan seorang
> dosen di salah satu perguruan tinggi terkenal di Bandung yang juga berasal
> dari ranah Minang.
> Ketika beliau tahu saya juga berasal dari Minang, dia sangat suka
> berdialog dengan saya.
> Beliau bertanya tentang segala hal yang menarik tentang kampung ‘kami’ itu.
> Termasuk tempat makanan yang khas dan enak. Namun ada sesuatu yang
> mengganjal dan seakan membuat jarak saat kami berdialog, yaitu beliau
> memakai bahasa Indonesia.
>
> Ketika saya mencoba mencairkan suasana dengan memakai bahasa Minang,
> beliau tetap mambalasnya dengan berbahasa Indonesia.
> Sesaat terlintas di kepala saya, apakah beliau malu memakai bahasa Minang
> atau malas atau malah sudah lupa sama sekali. Tetapi alasan yang terakhir
> sangat tidak mungkin karena beliau SMA di Payakumbuh.
>
> Hal selanjutnya yang menjadi ganjalan adalah adanya kebiasaan bagi
> pasangan suami istri muda yang mengajarkan anak-anaknya berbicara dengan
> bahasa selain bahasa Minang, seperti bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
> Mereka sangat bangga melihat anaknya bisa berbahasa Indonesia atau bahasa
> Inggris sejak dari kecil. Di satu sisi, tidak ada yang salah dengan
> kebiasaan yang diajarkan dari kecil ini, namun disisi lain mereka lupa
> bahwa dengan tidak mengenalkan bahasa Minang kepada keturunannya ini akan
> membawa mereka semakin jauh dengan bahasa apalagi budaya Minang.
>
> Masih untung bagi mereka yang berdomisili di ranah Minang, mereka masih
> bisa mendapat atau mendengar bahasa Minang tersebut dari lingkungannya.
> Tapi bagi mereka yang terlahir dan dibesarkan di rantau, kalau bukan dari
> orang tuanya sendiri, mereka tidak akan mungkin mendapatkan bahasa Minang
> dari lingkungannya. Fenomena ini saya perhatikan sudah meluas di semua
> pasangan muda.
>
> Hal yang kontradiktif saya dapati saat saya berdomisili di Bandung.
> Masyarakat Bandung ini sangat bangga dengan bahasa Sundanya. Disekolah
> anak-anak mereka juga diajarkan berbahasa Sunda, bahkan media lokal seperti
> TV, radio dan koran masih banyak yang menggunakan bahasa Sunda. Bahkan
> guyonan-guyonan di televisi nasionalpun kerap mereka memakai bahasa Sunda.
> Sebaliknya dengan kita di Minang, hal ini sudah semakin langka kita dapati.
> Dahulu waktu saya masih SD, masih ada koran lokal yang memakai bahasa
> Minang seperti Mingguan Canang.
> Tapi sekarang sudah sulit mendapatkannya dan mungkin sudah tidak ada lagi.
> Malahan kalau kita dapati teman ataupun kolega yang kebetulan juga berasal
> dari Minang, ketika beliau menggunakan bahasa Indonesia berlogat Minang
> kerap kita cemoohkan atau kita ketawakan.
>
> Di FB ini ada beberapa tulisan yang sengaja saya gunakan bahasa Minang
> yang bertujuan agar maksud yang saya sampaikan lewat tulisan tersebut lebih
> mengena, tatapi yang saya dapati adalah komentar seperti, “Minang banget
> ya!” atau “Apa sih maksudnya?” atau “Susah membacanya!” dan lain sebagainya.
> Hal ini lah yang menjadi ketakutan saya tentang keruntuhan bahasa Minang
> itu sendiri.
> Memang kita bangga dengan makanan Minang yang sangat dikenal di seantero
> nusantara ini bahkan rendang telah menjadi salah satu makanan terlezat di
> dunia. Namun mungkin kita lupa bahwa dengan mengajarkan bahasa Minang
> kepada anak-anak kita adalah satu langkah kecil dalam rangka pelestarian
> bahasa tersebut dari kepunahan.
>
> Untuk menggunakan bahasa saja kita sudah malu, apalagi mempelajari budaya
> nya.
> Jika sikap seperti ini masih dipertahankan, saya khawatir dalam waktu yang
> tidak begitu lama lagi bahasa Minang ini hanya akan dikenal dimuseum-museum
> atau buku sejarah.
>
> Jadi tetaplah ajarkan anak-anak kita bahasa Minang dan kalau bisa saat
> kita mendongengkan mereka juga menggunakan cerita dari ranah Minang.
> Kalau bukan kita orang tuanya sebagai lingkungan terdekat, dari siapa lagi
> mereka bisa belajar karena mereka tidak pernah mandapatkan pelajaran bahasa
> Minang disekolah formal.--Bujank Sutan Pamenan/FB
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
> --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
> --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke