http://www.indrapiliang.com/2012/10/10/ridwan-mukti-bupati-pembangun/

Rabu, 10 October 2012Ridwan Mukti, Bupati Pembangun 

oleh

Indra J Piliang
Ketua Balitbang DPP Partai Golkar

Belakangan
 ini partai politik, khususnya Partai Golkar, terus menghadapi masalah. 
Baik yang datang dari dalam, maupun yang diantarkan dari luar. Pola 
pikir anti partai yang sudah dibangun sejak Dekrit Presiden Soekarno 5 
Juli 1959 sampai tahun 1998, ternyata masih kuat. Tiga kali pemilu, 
1999, 2004 dan 2009, belum mampu menghapus sikap anti partai itu. Seolah
 partailah yang selama empat dekade itu yang merusak seluruh sistem 
kebangsaan. 

Padahal, Indonesia merdeka dilahirkan oleh kinerja 
politisi pendiri bangsa (founding fathers and mothers). Jarang sekali 
nama-nama yang bisa dideret sebagai pendiri bangsa yang bukan berlatar 
belakang politisi. Plus, politisi yang merangkap menjadi intelektual. 
Modal awal keharuman nama politisi kemerdekaan ini seolah tenggelam, 
digantikan dengan bau busuk yang muncul akibat kasus-kasus yang muncul 
ke permukaan, terutama korupsi. 

Upaya untuk menampilkan 
nama-nama politisi yang tetap menjadikan dirinya sebagai panggung 
silang-pendapat dengan visi yang tertata juga semakin jarang. Barangkali
 yang dilihat adalah tahta yang dipegang, bukan pribadi politisi itu 
sendiri. Sistem patron-client yang berakar kepada feodalisme, cenderung 
memandang pejabat sebagai posisi yang terhormat. Sehingga, posisi 
sebagai politisi layak dipandang apabila sudah melakukan pekerjaan luar 
biasa, tidak sekadar pejabat. 

Dari sinilah, satu nama yang layak
 disebut adalah Ridwan Mukti. Nama ini belum dikenal oleh masyarakat 
Indonesia, bahkan masih sedikit dikenal oleh masyarakat Sumsel. Yang 
mengenalnya, baru sebatas masyarakat Musi Rawas, Sumsel. Ridwan Mukti 
memang sedang menjabat sebagai Bupati Musi Rawas untuk periode kedua, 
sejak tahun 2005. Kesibukan membangun Musi Rawas menjadikannya 
kekurangan waktu untuk melakukan perkenalan diri ke segmen yang lebih 
luas. 

Saya mengenal Ridwan Mukti dalam rapat-rapat di DPP Partai
 Golkar. Yang memperkenalkan adalah senior saya, Yan Hiksas. Yan 
berpesan, agar saya menyempatkan diri untuk datang ke Musi Rawas. 
Kebetulan, Ridwan Mukti juga menjabat sebagai Wakil Bendahara DPP Partai
 Golkar, sama dengan posisi Yan Hiksas. Semula, saya tidak terlalu 
kepikiran, namun kemudian, saya menyanggupkan diri datang ke Musi Rawas. 

Musi Rawas adalah salah satu daerah penting di Sumsel. 
Sebelumnya, ibukota Musi Rawas adalah Lubuk Linggau. Bagi para perantau 
Minangkabau, Lubuk Linggau dilihat sebagai daerah yang dilewati dalam 
perjalanan darat dari Sumbar ke Jawa. Dengan banyak perjalanan yang saya
 lakukan sejak tahun 1991, berarti berkali-kali juga saya berada di atas
 kendaraan, melewati Lubuk Linggau. Kesan yang utama adalah jalannya 
yang bagus dan taman-tamannya yang tertata. 

Belakangan, Lubuk 
Linggau menjadi Kota, berpisah dengan Musi Rawas. Kesenjangan baru 
terlihat. Pemerataan pembangunan ternyata tidak menjangkau kawasan 
pedesaan di Musi Rawas, hanya terkonsentrasi di Lubuk Linggau. Keadaan 
inilah yang menggerakkan langkah Ridwan Mukti pulang kampung, dengan 
maju sebagai Bupati Musi Rawas pada tahun 2005.  Waktu itu, Ridwan baru 
setahun menjadi anggota DPR RI. Lima tahun berikutnya, Ridwan terpilih 
kembali untuk periode kedua pada tahun 2010.

Ketika memulai 
jabatan sebagai Bupati, APBD Musi Rawas masih sekitar Rp. 350 Milyar. 
Tahun ini, sudah mencapai Rp. 1,3 Trilyun. Pendapatan Asli Daerah yang 
semula hanya sekitar Rp 5 Milyar, sekarang sudah sampai ke angka Rp 70 
Milyar. Selama menjadi bupati, Ridwan Mukti membangun 3000 kilometer 
jalan, dengan pembagian 1.600 kilometer dibangun Pemda dan 1.400 
kilometer dibangun pihak swasta. Ridwan memang membebankan kepada pihak 
swasta untuk terlebih dulu membangun jalan, sebelum mereka melakukan 
ekploitasi kegiatan usaha di bidang pertambangan dan perkebunan. 

Yang
 paling fenomenal, Ridwan membangun Bandara Silampari. Bandara ini 
beroperasi mulai tanggal 9 Juni 2010. Dengan akses bandara ini, dalam 
pikiran Ridwan terbentang Koridor Barat Sumatera Selatan sebagai 
penghubung ke lebih kurang 11 kabupaten kota di Sumsel, Bengkulu dan 
Jambi. Selama ini, akses ke Linggau lewat bandara terdekat adalah 
Bengkulu, sekitar 3 jam perjalanan darat. Jalur lain lewat Jambi (5 jam)
 atau Palembang (7 jam perjalanan darat). Dengan Bandara Silampari, 
Linggau-Jakarta hanya ditempuh dalam waktu 50 menit. 

Tentu, 
masih banyak hal yang dikerjakan Ridwan, termasuk membebaskan 119 desa 
terisolir di Musi Rawas. Musi Rawas dengan begitu sudah tidak lagi masuk
 kategori Kabupaten Tertinggal. Para pengendara, kini bisa membelokkan 
mobilnya ke arah Musi Rawas dari Linggau, untuk melihat perkebunan, 
kolam ikan, sampai ibukota baru di Muara Beliti. Perlahan, aset Pemda 
Musi Rawas diubah menjadi Universitas Musi Rawas yang juga visioner 
sebagai penghasil sumber daya manusia di Musi Rawas dan sekitarnya. 

Ridwan
 layak ditulis untuk prestasinya itu, sekaligus tentunya prestasi Pemda 
Musi Rawas dan masyarakat Musi Rawas. Kandidat doktor di Universitas 
Sriwijaya yang menempuh perjalanan pulang-pergi dengan kendaraan pribadi
 ini, rata-rata 14 jam, tentu layak dimasukkan sebagai salah satu bupati
 pembangun di Indonesia.


Indra J Piliang, The Indonesian Institute, Jln Wahid Hasyim No. 194, Jakarta 
Pusat. Twitter: @IndraJPiliang

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



  • ... Indra Jaya Piliang
    • ... Benny Farlo
      • ... Indra Jaya Piliang
        • ... Benny Farlo
          • ... hrees_iie
            • ... Benny Farlo
            • ... Indra Jaya Piliang
      • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
        • ... Afda Rizki

Kirim email ke