Pak Alex kan alah dapek tiket di DKI. Dua kali dapek tiket dalam satahun, kalam 
aka awak beko. Hehehe


 
Indra J Piliang, The Indonesian Institute, Jln Wahid Hasyim No. 194, Jakarta 
Pusat. Twitter: @IndraJPiliang


________________________________
 From: Benny Farlo <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Thursday, October 11, 2012 1:39 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Ridwan Mukti, Bupati Pembangun
 

 
Bung Indra, spanduk beliau untuk maju menjadi 
Sumsel-1 sudah ada dimana2, namun P' Alex Nurdin juga dari Golkar bakal maju lg 
utk periode berikutnya..Ba'a kali x kali ee..ko?, he,he
 
salam sukses,
St. Bunsu
----- Original Message ----- 
>From: Indra Jaya  Piliang 
>To: Lisi 
>Sent: Thursday, October 11, 2012 1:23  PM
>Subject: [R@ntau-Net] Ridwan Mukti,  Bupati Pembangun
>
>
>http://www.indrapiliang.com/2012/10/10/ridwan-mukti-bupati-pembangun/
>
>Rabu, 
  10 October 2012Ridwan Mukti, Bupati Pembangun 
>
>oleh
>
>Indra J Piliang
>Ketua Balitbang DPP Partai 
  Golkar
>
>Belakangan ini partai politik, khususnya Partai Golkar, 
  terus menghadapi masalah. Baik yang datang dari dalam, maupun yang diantarkan 
  dari luar. Pola pikir anti partai yang sudah dibangun sejak Dekrit Presiden 
  Soekarno 5 Juli 1959 sampai tahun 1998, ternyata masih kuat. Tiga kali 
pemilu, 
  1999, 2004 dan 2009, belum mampu menghapus sikap anti partai itu. Seolah 
  partailah yang selama empat dekade itu yang merusak seluruh sistem 
kebangsaan. 
>
>Padahal, Indonesia merdeka dilahirkan oleh kinerja politisi pendiri 
  bangsa (founding fathers and mothers). Jarang sekali nama-nama yang bisa 
  dideret sebagai pendiri bangsa yang bukan berlatar belakang politisi. Plus, 
  politisi yang merangkap menjadi intelektual. Modal awal keharuman nama 
  politisi kemerdekaan ini seolah tenggelam, digantikan dengan bau busuk yang 
  muncul akibat kasus-kasus yang muncul ke permukaan, terutama korupsi. 
>
>Upaya untuk menampilkan nama-nama politisi yang tetap menjadikan 
  dirinya sebagai panggung silang-pendapat dengan visi yang tertata juga 
semakin 
  jarang. Barangkali yang dilihat adalah tahta yang dipegang, bukan pribadi 
  politisi itu sendiri. Sistem patron-client yang berakar kepada feodalisme, 
  cenderung memandang pejabat sebagai posisi yang terhormat. Sehingga, posisi 
  sebagai politisi layak dipandang apabila sudah melakukan pekerjaan luar 
biasa, 
  tidak sekadar pejabat. 
>
>Dari sinilah, satu nama yang layak disebut 
  adalah Ridwan Mukti. Nama ini belum dikenal oleh masyarakat Indonesia, bahkan 
  masih sedikit dikenal oleh masyarakat Sumsel. Yang mengenalnya, baru sebatas 
  masyarakat Musi Rawas, Sumsel. Ridwan Mukti memang sedang menjabat sebagai 
  Bupati Musi Rawas untuk periode kedua, sejak tahun 2005. Kesibukan membangun 
  Musi Rawas menjadikannya kekurangan waktu untuk melakukan perkenalan diri ke 
  segmen yang lebih luas. 
>
>Saya mengenal Ridwan Mukti dalam rapat-rapat 
  di DPP Partai Golkar. Yang memperkenalkan adalah senior saya, Yan Hiksas. Yan 
  berpesan, agar saya menyempatkan diri untuk datang ke Musi Rawas. Kebetulan, 
  Ridwan Mukti juga menjabat sebagai Wakil Bendahara DPP Partai Golkar, sama 
  dengan posisi Yan Hiksas. Semula, saya tidak terlalu kepikiran, namun 
  kemudian, saya menyanggupkan diri datang ke Musi Rawas. 
>
>Musi Rawas 
  adalah salah satu daerah penting di Sumsel. Sebelumnya, ibukota Musi Rawas 
  adalah Lubuk Linggau. Bagi para perantau Minangkabau, Lubuk Linggau dilihat 
  sebagai daerah yang dilewati dalam perjalanan darat dari Sumbar ke Jawa. 
  Dengan banyak perjalanan yang saya lakukan sejak tahun 1991, berarti 
  berkali-kali juga saya berada di atas kendaraan, melewati Lubuk Linggau. 
Kesan 
  yang utama adalah jalannya yang bagus dan taman-tamannya yang tertata. 
>
>Belakangan, Lubuk Linggau menjadi Kota, berpisah dengan Musi Rawas. 
  Kesenjangan baru terlihat. Pemerataan pembangunan ternyata tidak menjangkau 
  kawasan pedesaan di Musi Rawas, hanya terkonsentrasi di Lubuk Linggau. 
Keadaan 
  inilah yang menggerakkan langkah Ridwan Mukti pulang kampung, dengan maju 
  sebagai Bupati Musi Rawas pada tahun 2005.  Waktu itu, Ridwan baru 
  setahun menjadi anggota DPR RI. Lima tahun berikutnya, Ridwan terpilih 
kembali 
  untuk periode kedua pada tahun 2010.
>
>Ketika memulai jabatan sebagai 
  Bupati, APBD Musi Rawas masih sekitar Rp. 350 Milyar. Tahun ini, sudah 
  mencapai Rp. 1,3 Trilyun. Pendapatan Asli Daerah yang semula hanya sekitar Rp 
  5 Milyar, sekarang sudah sampai ke angka Rp 70 Milyar. Selama menjadi bupati, 
  Ridwan Mukti membangun 3000 kilometer jalan, dengan pembagian 1.600 kilometer 
  dibangun Pemda dan 1.400 kilometer dibangun pihak swasta. Ridwan memang 
  membebankan kepada pihak swasta untuk terlebih dulu membangun jalan, sebelum 
  mereka melakukan ekploitasi kegiatan usaha di bidang pertambangan dan 
  perkebunan. 
>
>Yang paling fenomenal, Ridwan membangun Bandara Silampari. 
  Bandara ini beroperasi mulai tanggal 9 Juni 2010. Dengan akses bandara ini, 
  dalam pikiran Ridwan terbentang Koridor Barat Sumatera Selatan sebagai 
  penghubung ke lebih kurang 11 kabupaten kota di Sumsel, Bengkulu dan Jambi. 
  Selama ini, akses ke Linggau lewat bandara terdekat adalah Bengkulu, sekitar 
3 
  jam perjalanan darat. Jalur lain lewat Jambi (5 jam) atau Palembang (7 jam 
  perjalanan darat). Dengan Bandara Silampari, Linggau-Jakarta hanya ditempuh 
  dalam waktu 50 menit. 
>
>Tentu, masih banyak hal yang dikerjakan Ridwan, 
  termasuk membebaskan 119 desa terisolir di Musi Rawas. Musi Rawas dengan 
  begitu sudah tidak lagi masuk kategori Kabupaten Tertinggal. Para pengendara, 
  kini bisa membelokkan mobilnya ke arah Musi Rawas dari Linggau, untuk melihat 
  perkebunan, kolam ikan, sampai ibukota baru di Muara Beliti. Perlahan, aset 
  Pemda Musi Rawas diubah menjadi Universitas Musi Rawas yang juga visioner 
  sebagai penghasil sumber daya manusia di Musi Rawas dan sekitarnya. 
>
>Ridwan layak ditulis untuk prestasinya itu, sekaligus tentunya 
  prestasi Pemda Musi Rawas dan masyarakat Musi Rawas. Kandidat doktor di 
  Universitas Sriwijaya yang menempuh perjalanan pulang-pergi dengan kendaraan 
  pribadi ini, rata-rata 14 jam, tentu layak dimasukkan sebagai salah satu 
  bupati pembangun di Indonesia.
>
>
>Indra J Piliang, The Indonesian Institute, Jln Wahid Hasyim No. 194,  Jakarta 
>Pusat. Twitter: @IndraJPiliang-- 
>-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, 
  dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta 
  R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>* 
  Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim 
  email.
>===========================================================
>UNTUK 
  DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>1. E-mail besar 
  dari 200KB;
>2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui 
  jalur pribadi; 
>3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta 
  mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>- 
  Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>- Hapus footer & seluruh 
  bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat email 
  baru, tdk mereply email lama & mengganti 
  subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, 
  bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
> 
> 
> 
>
-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



  • ... Indra Jaya Piliang
    • ... Benny Farlo
      • ... Indra Jaya Piliang
        • ... Benny Farlo
          • ... hrees_iie
            • ... Benny Farlo
            • ... Indra Jaya Piliang
      • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
        • ... Afda Rizki

Kirim email ke