Assalamualaikum ww para sanak sapalanta,

Baik oleh karena posisi saya sebagai Ketua Bidang Penelitian dan Pengkajian
Perkumpulan Aliansi Kebangsaan, maupun karena ingin tahu, saya bersedia
ikut latihan dan main sebagai tokoh “Pangeran Mangkubumi” dalam Dramatari
“Gema Sumpah Palapa Gajah Mada” yang diprakarsai oleh Perkumpulan Aliansi
Kebangsaan, Ikatan Sarjana Wanita Indonesia ( ISWI), dan Rumah Budaya
Nusantara “Puspo Budoyo. Sekedar catatan, “Puspo Budoyo” ini sudah
mengadakan pementasan sebanyak 62 kali, di dalam dan di luar negeri.


Syukur Alhamdulillah, seluruh latihan selama satu bulan serta pementasan
berjalan lancar. Dalam acara pementasan, saya mengundang bung Zulhendri
Chaniago, beserta bung Firdaus Effendi dan bung  Yulianto Syahyu dari Gebu
Minang.


Setelah mengikuti keseluruhan latihan dan pementasan tersebut secara
intensif, saya menyadari besarnya potensi sarana teater tersebut sebagai
sarana sosialisasi nilai-nilai kebudayaan yang dianut suatu masyarakat,
apalagi yang menjadi pemain bukan hanya pemain professional, tetapi juga –
atau terutama – para tokoh pejabat, sipil dan militer, yang bukan saja
berpendidikan tinggi, tetapi juga mampu menghayati perannya.


Langsung teringat oleh saya untuk mengadopsi sarana teater tersebut untuk
melestarikan dan mensosialisasikan esensi nilai-nilai kebudayaan
Minangkabau, yang berpusat pada ABS SBK. Sejarah lahirnya ABS SBK ini sudah
kita ketahui, antara lain dari disertasi Christine Dobbin. Sumber lainnya
demikian banyak, tinggal menulis synopsis dan sekenario, serta mengadakan
latihan yang cukup. Saya bertanya kepada diri saya sendiri, mungkinkah kita
mengadakan pementasan seperti itu di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki
yang megah itu ?


Saya senang mengetahui dari pak Asmun, bahwa ternyata lumayan banyak tokoh
teater urang awak, yang mungkin sangat bersedia untuk diajak. Pak Asmun
telah memfasilitasi pertemuan dengan beliau-beliau ini, hari Senin tanggal
12 November yad.


Bayangkan kalau dalam sebuah dramatari yang akan kita adakan tersebut akan
bermain Prof Ahmad Syafii Maarif, bung Taufiq Ismail, Prof Taufik Andullah,
pak Emil Salim,pak Azyumardi Azra,  pak Azwar Anas, pak Emir Syattar, pak
Gamawan Fauzi, pak Djamari Chaniago, pak Sjamsu Djalal, Prof Fasli Djalal,
atau para tokoh lainnya, dengan tema Minangkabau yang besar kemungkinan
akan sangat menarik !

Wassalam,
Dr.Saafroedin Bahar
Male, 76 yrs, Jakarta

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke