Wa'alaikumsalam Wr. Wb Pak Saaf. 1. Selamat atas suksesnya pertunjukan dramatari. Saya sudah lihat foto Pak Saaf sebagai Pangeran Mangkubumi di FB. Gagah sekali.
2. Saya setuju bahwa teater memiliki potensi besar sebagai sarana sosialisasi nilai-nilai. Kawan sekelas saya waktu kuliah adalah "the one and only" Radhar Panca Dahana yang banyak memberikan pencerahan kepada saya apa itu teater sebenarnya. Saya kagum sekali kepada Radhar yang di usia 19 tahun sudah jadi wapemred majalah Jakarta-Jakarta. (Sebelumnya, di umur 10 tahun, cerpennya menembus Kompas Minggu dan masih memegang rekor sebagai cerpenis termuda yang pernah masuk KM sampai sekarang). Radhar "mem-brainstorming" saya bukan hanya di koridor kampus saat jeda kuliah, tapi juga pada malam hari di lesehan/angkringan Jl. Melawai Kebayoran Baru (persis di depan klub jazz mahal milik Peter Gontha saat itu). Dari Radhar, saya dapat banyak sekali perspektif seni secara keseluruhan, meski teater dan sastra yang paling utama. Bukan hanya soal estetika seni tapi juga tanggung jawab seniman. Saat itu, dalam kondisi masih mahasiswa S1, Radhar yang punya tanggung jawab atas sebuah grup teater di rumahnya (Pasar Jumat) setiap bulan harus memikirkan 100 kg beras (belum lauk pauk) untuk para anggota teaternya. Saat ini salah seorang penggiat teater yang cukup dekat dengan saya adalah Faiza Mardjoeki (istri Max Lane, penerjemah awal buku-buku Pram ke dalam bahasa Inggris). Bulan lalu kami makan malam di rumah dubes Norwegia HE Stig Haarvik bersama seorang novelis Norwegia yang sedang ke Indonesia untuk mengikuti Ubud Writers Fest. Salah satu topik pembicaraan adalah menyangkut Henrik Ibsen, yang karya-karya teaternya membuat nama Norwegia menjadi sangat diperhitungkan di mata dunia. Semoga ide Pak Saaf, yang disambut dengan program nyata oleh Mak Asmun, berjalan lancar dan dimudahkan Allah Swt. Salam, Akmal N. Basral Sent from my iPad2 On Nov 8, 2012, at 2:20 AM, "Dr. Saafroedin Bahar" <[email protected]> wrote: > > > > > Assalamualaikum ww para sanak sapalanta, > > > > Baik oleh karena posisi saya sebagai Ketua Bidang Penelitian dan Pengkajian > Perkumpulan Aliansi Kebangsaan, maupun karena ingin tahu, saya bersedia ikut > latihan dan main sebagai tokoh “Pangeran Mangkubumi” dalam Dramatari “Gema > Sumpah Palapa Gajah Mada” yang diprakarsai oleh Perkumpulan Aliansi > Kebangsaan, Ikatan Sarjana Wanita Indonesia ( ISWI), dan Rumah Budaya > Nusantara “Puspo Budoyo. Sekedar catatan, “Puspo Budoyo” ini sudah mengadakan > pementasan sebanyak 62 kali, di dalam dan di luar negeri. > > > > Syukur Alhamdulillah, seluruh latihan selama satu bulan serta pementasan > berjalan lancar. Dalam acara pementasan, saya mengundang bung Zulhendri > Chaniago, beserta bung Firdaus Effendi dan bung Yulianto Syahyu dari Gebu > Minang. > > > > Setelah mengikuti keseluruhan latihan dan pementasan tersebut secara > intensif, saya menyadari besarnya potensi sarana teater tersebut sebagai > sarana sosialisasi nilai-nilai kebudayaan yang dianut suatu masyarakat, > apalagi yang menjadi pemain bukan hanya pemain professional, tetapi juga – > atau terutama – para tokoh pejabat, sipil dan militer, yang bukan saja > berpendidikan tinggi, tetapi juga mampu menghayati perannya. > > > > Langsung teringat oleh saya untuk mengadopsi sarana teater tersebut untuk > melestarikan dan mensosialisasikan esensi nilai-nilai kebudayaan Minangkabau, > yang berpusat pada ABS SBK. Sejarah lahirnya ABS SBK ini sudah kita ketahui, > antara lain dari disertasi Christine Dobbin. Sumber lainnya demikian banyak, > tinggal menulis synopsis dan sekenario, serta mengadakan latihan yang cukup. > Saya bertanya kepada diri saya sendiri, mungkinkah kita mengadakan pementasan > seperti itu di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki yang megah itu ? > > > > Saya senang mengetahui dari pak Asmun, bahwa ternyata lumayan banyak tokoh > teater urang awak, yang mungkin sangat bersedia untuk diajak. Pak Asmun telah > memfasilitasi pertemuan dengan beliau-beliau ini, hari Senin tanggal 12 > November yad. > > > > Bayangkan kalau dalam sebuah dramatari yang akan kita adakan tersebut akan > bermain Prof Ahmad Syafii Maarif, bung Taufiq Ismail, Prof Taufik Andullah, > pak Emil Salim,pak Azyumardi Azra, pak Azwar Anas, pak Emir Syattar, pak > Gamawan Fauzi, pak Djamari Chaniago, pak Sjamsu Djalal, Prof Fasli Djalal, > atau para tokoh lainnya, dengan tema Minangkabau yang besar kemungkinan akan > sangat menarik ! > > > Wassalam, > Dr.Saafroedin Bahar > Male, 76 yrs, Jakarta > > > -- > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > > -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
