Assalamu'alaikum, Pak Darwin dan Bapak, Ibu di Palanta,
Waktu ambo basikola di MAN Kotobaru tahun 2003-2006, alah pernah dilakukan proyek pembangunan jalan alternatif di kaki gunuang marapi. Tapi entah mengapa, sampai kini rencana itu belum juga terealisasi. Dulu sudah pernah ada beberapa eskavator yang meruntuhkan jalan di kaki Marapi, tapi setelah bertahun-tahun ambo baliak ka sinan, tetap saja tidak ada perubahan yang signifikan. Menurut info nan berkembang di masyarakat, waktu itu jalan alternatif ko akan dibangun dari ujuang Talago Kotobaru (dakek MAN) sampai ka Kayu Tanduak. Nanti, jalan alternatif ko bisa mengurai kemacetan parah di Pasa Kotobaru dan Simp. Batu Palano. Namun, sakali lai Pak, antah di ma salahnyo, rencana pembangunan jalan alternatif ko bantuaknyo masih jauh dari kato salasai. Jalan nan dulu alah pernah dibersihkan, kini ditumbuhi rumput semak belukar. Bahkan, dulu ado rumah nan lah digusur dan diganti rugi, kini ditagakkan kumbali. Mungkin masyarakat bosan manunggu proyek nan ndak jadi-jadi ko, jadi mereka berinisiatif managakkan rumahnyo kembali. Sedikit tambahan carito dari Ambo, Pak. Wassalam, Noveri 25, Lk, Bandung Asal 50 Kota, Pernah Basikola di Kotobaru Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Darwin Bahar" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 5 Jan 2013 14:51:25 To: Palanta Rantaunet<[email protected]> Reply-To: [email protected] Cc: <[email protected]>; <[email protected]> Subject: [R@ntau-Net] Mengurai Macet Kronis Jalur Padangpanjang - Bukittinggi Sanak Sa Palanta nan Ambo Hormati Harian Haluan Jumat, 04 Januari 2013 menurunkan artikel "Mengurai Macet Koto Baru Sekarang atau tak Pernah!" [1], yang menarik. Menarik, karena bukan sekadar keluh kesah, tetapi juga disertai solusi yang masuk akal dan tidak bersifat instan "Kabar buruk" yang diangkat, yang umumnya sudah diketahui publik, kemacetan di Kotobaru dan Padangluar membuat antrean kendaraan dari arah Kota Padang dan arah Kota Bukittinggi mencapai 3 kilometer, yang terjadi dari pagi hingga sore dan hampir sepanjang tahun-dengan segenap biaya sosial/ekonominya-sebagai akibat "pasar tumpah" di Kotobaru dan Padangluar. Sedangkan kabar baiknya, Pasar Koto Baru dan Padang Luar sudah menjadi pusat grosir hortikultura di Sumatera Tengah. Produk pertanian di sekeliling Merapi dan Singgalang memang diangkut ke pasar itu untuk kemudian dibawa oleh para pedagang grosir ke kota-kota lain di Sumatera Barat, Riau dan Jambi. Pesan tulisan jelas, betapa akutnya masalah infrastruktur di Sumatra Barat. Kita boleh saja bermimpi Sumatra Barat menjadi apapun, Namun selama infrastruktur tidak terbenahi, mimpi-mimpi tersebut akan tetap jadi mimpi belaka. Pertanyaannya apakah dana merupakan satu-satunya kendala? Tapi siapa pulalah awak ini Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 69+), asal Padangpanjang, tinggal di Depok [1] Lengkapnya dapat dibaca di: http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content <http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=20147: mengurai-macet-koto-baru-sekarang-atau-tak-pernah&catid=13:haluan-kita&Itemi d=189> &view=article&id=20147:mengurai-macet-koto-baru-sekarang-atau-tak-pernah&cat id=13:haluan-kita&Itemid=189 -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
