Sanak Darwin Bahar dan Nakan Syafrinal:
Potensi Piaman sangat besar kalau kita bisa memberdayakan industri2 yang
sudah ada;
 On Jan 7, 2013 3:08 AM, "Darwin Bahar" <[email protected]> wrote:

> Nakan Syafrinal;****
>
> Sambil menunggu tanggapan balik Nakan IJP terhadap  komentar Nakan
> Syafrinal di bawah ini—walaupun bukan “putra asli Piaman” :) —sato pula
> ciek urun pendapat. ****
>
> Menurut hemat saya, kondisi Piaman yang digambarkan Nakan Syafrinal
> sebagai “dari tahun ke tahun perkembangannya hanya itu ke itu saja” bukan
> semata karena ada atau tidak adanya industri (atau pertambangan seperti di
> Lubuk Linggau dan Muaro Bungo) yang menggerakkan ekonomi kota. Lebih pas
> rasanya kita melihat kondisi Piaman waktu ini sebagai representasi dari 70%
> —menurut data Kemendagri—daerah pemekaran yang gagal atau belum berhasil,
> belum berhasil mendekatkan dan meningkatkan kualitas  pelayanan kepada
> masyarakat, belum berhasil dalam mendorong kreativitas, ujung-ujungnya
> belum berhasil meningkatkan kemakmuran masyarakat setempat secara berarti.
> ****
>
> Bukan berarti tidak ada kemajuan, tetapi umumnya masih  di bawah harapan
> masyarakat banyak, atau tidak sesuai dengan potensi dengan yang ada.****
>
> Khusus untuk Piaman, angka-angka sederhana di bawah ini dapat bicara
> sendiri.  ****
>
> Setiap tahun, Kemenkeu menerbitkan peta kapasitas fiskal [1] untuk seluruh
> kabupaten/kota di Indonesia. Sesuai dengan  data tahun terakhir (2011),
> indeks  Piaman masuk kategori ‘sangat tinggi’ dan nomor dua tertinggi di
> antara kota-kota di Sumatra Barat setelah Sawahlunto. ****
>
> Sekalipun demikian, dalam  tahun 2012, Piaman yang berpenduduk ± 75.000
> jiwa, hanya mampu menghimpun APBD sebesar Rp400 M, kurang lebih sama dengan
> APBD Padangpanjang di tahun tersebut,  yang penduduknya hanya 50.000 jiwa
> atau hanya dua pertiga Piaman. APBD Piaman dalam tahun tersebut juga di
> bawah APBD Kota Solok yang berpenduduk ± 65.000 jiwa sebesar Rp435 M dan
> APBD Kota Sawahlunto yang juga berpenduduk ± 65.000 jiwa sebesar Rp500 M.*
> ***
>
> Mengapa hal itu bisa terjadi di daerah-daerah pemekaran? Sudah banyak
> pihak yang memberikan pendapat, termasuk Kemendagri. Pendapat yang sangat
> umum, pemekaran daerah lebih didorong oleh kepentingan elit ketimbang
> aspirasi masyarakat daerah atau tanpa memperhitungkan potensi daerah yang
> bersangkutan. Apapun penyebabnya, sekarang tentu sudah tidak penting lagi.
> ****
>
> Pertanyaan yang lebih penting, apakah untuk berkembang baik daerah-daerah
> tersebut memerlukan adanya industri (atau pertambangan) sebagai faktor
> penggerak.  ****
>
> Liputan Khusus Kepala Daerah Pilihan 2012 pada majalah Tempo edisi Minggu,
> 9 Desember 2012 (“Bukan Bupati Biasa”), memilih tujuh bupati/wali kota,
> masing-masing Walikota Sawahlunto,  Walikota Banjar (Jawa Barat), Bupati
> Wonosobo (Jawa Tengah), Walikota Surabaya (Jawa Timur), Bupati Kubu Raya
> (Kalimantan Barat), Bupati Enrekang (Sulawesi Selatan dan Bupati Keerom
> (Papua). ****
>
> Selain Sawahlunto (pariwisata) dan Surabaya (industri dan perdagangan),
> seluruhnya merupakan kabupaten/kota agraris. Fakta ini menegaskan bahwa
> maju atau tidak majunya suatu daerah tidak ditentukan  ada atau tidak
> adanya industri (atau pertambangan) di daerah tersebut. Sawahlunto bangun
> dan maju secara mengesankan justru setelah pertambangan di sana ditutup dan
> fokus kepada pengembangan sektor pariwisata. ****
>
> Hal itu disebabkan karena kunci keberhasilan para Bupati/Walikota tersebut
> melakukan perubahan/kemajuan di daerah masing-masing lebih terletak pada
> visi dan kepemimpinan yang efektif, inovatif dan bersifat melayani.****
>
> (Lihat juga infografis
> http://www.tempo.co/read/flashgrafis/2012/12/13/508/Bukan-Bupati-Biasa)***
> *
>
> Dalam perperspektif ini, kalau IJP ingin memfokuskan pembangunan Piaman
> melalui revitalisasi pasar menurut saya cukup masuk akal, karena dari apa
> yang saya tangkap, yang akan ditata kembali tidak hanya fisik bangunan,
> tetapi—terutama—fungsinya. ****
>
> Malah menurut saya pribadi, penataan kembali fungsi pasar tidak hanya
> kebutuhan Piaman saja, tetapi perlu dilakukan di berbagai tempat di Sumatra
> Barat. Sulit rasanya mewujudkan pembangunan berbasis nagari tanpa
> revitalisasi fungsi pasar-pasar di tingkat nagari dan kecamatan. Sulit
> rasanya berbicara tentang perekonomian kerakyatan kalau pembangunan dan
> renovasi bangunan pasar di kawasan perkotaan menjadi ajang perburuan rente,
> yang menyebabkan pedagang-pedagang bermodal kecil menjadi tergusur.****
>
> Kembali ke kasus Piaman, tentu tidak ada salahnya jika pembenahan pasar
> kemudian diikuti dengan pengembangan industri jika memang memungkinkan,
> khususnya industri yang dapat memberikan nilai tambah serta lapangan kerja
> yang berarti bagi penduduk lokal Piaman, walaupun ini lebih mudah
> mewacanakan daripada mewujudkannya. Hal itu disebabkan  karena bola lebih
> banyak berada di pihak ketiga yakni para pemodal yang tertarik atau tidak
> tertarik untuk berivestasi di sana.****
>
> Pertanyaann kemudian tentu, apakah IJP memiliki kepemimpinan yang efektif,
> inovatif dan bersifat melayani seperti tujuh bupati/wali kota tujuh pilihan
> Tempo tersebut, tentu hanya sejarah yang dapat membuktikan.****
>
> Jika IJP berhasil menjadi Piaman satu, tentu saja.        ****
>
> Wallahualam bissawab,****
>
> Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 69+), asal Padangpanjang, tinggal di
> Depok  ****
>
> [1] Kapasitas Fiskal adalah gambaran kemampuan keuangan masing-masing
> daerah yang dicerminkan melalui penerimaan umum Anggaran Pendapatan dan
> Belanja Daerah (tidak termasuk dana alokasi khusus, dana darurat, dana
> pinjaman lama, dan penerimaan lain yang penggunaannya dibatasi untuk
> membiayai pengeluaran tertentu) untuk membiayai tugas pemerintahan setelah
> dikurangi belanja pegawai dan dikaitkan dengan jumlah penduduk miskin.****
>
> ===****
>
> Re: [R@ntau-Net] Iko Jaleh Piaman! (14)
> Mon Dec 17, 2012 2:43 pm (PST) . Posted by: "Syafrinal Syarien" ****
>
> Ajo Indra yth;****
>
> Ambo mengikuti terus ulasan serial "Iko Jaleh Piaman", tapi dek karena
> kesibukan, baru kini terlakit untuk berkomentar dan memberi masukan.****
>
> Di sektor ekonomi, kekurangan terbesar Piaman adalah: tidak adanya
> industri yang menggerakkan ekonomi perkotaan. Setiap kota butuh industri
> untuk menciptakan urban civilization. Ini konsekuensi yang harus ditempuh
> begitu kita sepakat untuk spin-off kotamadya Piaman dari kabupaten
> Padang-Pariaman tahun 2002 lalu.****
>
> Lebaran lalu, ambo mudik lewat jalur darat, melewati Lubuk Linggau dan
> Muaro Bungo. Ambo takjub melihat perkembangan kedua kota tersebut. Dan
> perkembangan itu disokong karena adanya industri tambang batubara di kedua
> kota tsb. ****
>
> Berbeda dengan kota Piaman, yang dari tahun ke tahun perkembangannya hanya
> itu ke itu saja. Malahan geliat ekonomi di kota Piaman cenderung turun
> setelah banyak kantor Pemkab pindah ke Parit Malintang. Ikut dibawa pindah
> juga pegawai-pegawainya. ****
>
> Pasar Piaman serba canggung. Jika dijadikan pasar grosir, orang lebih
> memilih ke Padang atau Bukittinggi. Jika dijadikan pasar ritel, perlu
> penataan lebih lanjut supaya tidak semrawut. Dan ini sulit, karena kabarnya
> hampir semua toko di sana dimiliki oleh segelintir orang kaya jaman dahulu,
> seperti klan Tantawi dari Simpang Apa. Barangkali karena itu pula, klan
> Ahmadin tak mau menyentuh area pasar sekarang, gantinya mereka berusaha
> mengembangkan areal pasar dalam format ruko yang lebih bersih dan teratur
> di sekitar wilayah usaha mereka (sekitar Toko Ahmadin, kampung cina dulu).
> Kabarnya istri Pak Walikota adalah dari klan Ahmadin ini.****
>
> Jadi menurut saya, biarkan sajalah pasar Piaman itu seperti apa adanya.
> Biarkan ia menjadi pasar becek kumuh ala pasar inpres jaman orba dulu. Mau
> diapa-apakan juga susah karena pemiliknya adalah perseorangan dari klan
> orang kaya Piaman jaman dulu, yang keturunan mereka sekarang cuma bisa
> melindangkan warisan saja.****
>
> Karena tidak adanya industri, peran kota Piaman tak lebih dari sekedar
> daerah transit dari industri sawit di Pasaman yang menuju Padang. Lambat
> laun nasib kota Piaman akan mirip dengan kota Cianjur. Sebelum tol
> Jakarta-Bandung ada, Cianjur adalah kota yang hidup dengan geliat ekonomi
> sebagai daerah transit. Tapi tengoklah sekarang setelah tol Jakarta-Bandung
> jadi rute utama. Cianjur sudah tidak sesemarak dulu lagi. Kita sudah lupa
> dengan tembang lawas "Semalam di Cianjur", karena memang Cianjur tidak ada
> apa-apa lagi untuk diingat.****
>
> Tantangan bagi Ajo Indra untuk memilah industri apa yang cocok untuk
> dikembangkan di kota Piaman.****
>
> Wassalam;****
>
> Syafrinal Syarien****
>
> Putra Piaman aseli...****
>
> 42thn/Karawaci/Tangerang/Banten****
>
> ** **
>
> ________________________________****
>
> From: Indra Jaya Piliang <[email protected]****
>
> >** **
>
> To: Rantau Net <*[email protected]*> <[email protected]>****
>
> Sent: Monday, December 17, 2012 8:59 AM <[email protected]>****
>
> Subject: [R@ntau-Net] Iko Jaleh Piaman! (14) <[email protected]>*
> ***
>
> --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke