Apolai salain dakek ka Bandara Internasional Mimangkabau (BIM), Pariaman ka punyo pulo Bandaut Internasional Tiram (BIT) nan sadang dibangun:
http://suarakomunitas.net/baca/27099/pembangunan-pelabuhan-internasional-di-padang-pariaman.html http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=35839 Dengan BIM-BIT ko batambah lapehlah pancaliakan ka Lua Tamnpuruang. Salam, -- MakNgah Sjamsir Sjarif --- In [email protected], Darwin Chalidi wrote: > > Sanak Darwin Bahar dan Nakan Syafrinal: > Potensi Piaman sangat besar kalau kita bisa memberdayakan industri2 yang > sudah ada; > On Jan 7, 2013 3:08 AM, "Darwin Bahar" wrote: > > > Nakan Syafrinal;**** > > > > Sambil menunggu tanggapan balik Nakan IJP terhadap komentar Nakan > > Syafrinal di bawah ini—walaupun bukan "putra asli Piaman" :) —sato pula > > ciek urun pendapat. **** > > > > Menurut hemat saya, kondisi Piaman yang digambarkan Nakan Syafrinal > > sebagai "dari tahun ke tahun perkembangannya hanya itu ke itu saja" bukan > > semata karena ada atau tidak adanya industri (atau pertambangan seperti di > > Lubuk Linggau dan Muaro Bungo) yang menggerakkan ekonomi kota. Lebih pas > > rasanya kita melihat kondisi Piaman waktu ini sebagai representasi dari 70% > > —menurut data Kemendagri—daerah pemekaran yang gagal atau belum berhasil, > > belum berhasil mendekatkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada > > masyarakat, belum berhasil dalam mendorong kreativitas, ujung-ujungnya > > belum berhasil meningkatkan kemakmuran masyarakat setempat secara berarti. > > **** > > > > Bukan berarti tidak ada kemajuan, tetapi umumnya masih di bawah harapan > > masyarakat banyak, atau tidak sesuai dengan potensi dengan yang ada.**** > > > > Khusus untuk Piaman, angka-angka sederhana di bawah ini dapat bicara > > sendiri. **** > > > > Setiap tahun, Kemenkeu menerbitkan peta kapasitas fiskal [1] untuk seluruh > > kabupaten/kota di Indonesia. Sesuai dengan data tahun terakhir (2011), > > indeks Piaman masuk kategori `sangat tinggi' dan nomor dua tertinggi di > > antara kota-kota di Sumatra Barat setelah Sawahlunto. **** > > > > Sekalipun demikian, dalam tahun 2012, Piaman yang berpenduduk ± 75.000 > > jiwa, hanya mampu menghimpun APBD sebesar Rp400 M, kurang lebih sama dengan > > APBD Padangpanjang di tahun tersebut, yang penduduknya hanya 50.000 jiwa > > atau hanya dua pertiga Piaman. APBD Piaman dalam tahun tersebut juga di > > bawah APBD Kota Solok yang berpenduduk ± 65.000 jiwa sebesar Rp435 M dan > > APBD Kota Sawahlunto yang juga berpenduduk ± 65.000 jiwa sebesar Rp500 M.* > > *** > > > > Mengapa hal itu bisa terjadi di daerah-daerah pemekaran? Sudah banyak > > pihak yang memberikan pendapat, termasuk Kemendagri. Pendapat yang sangat > > umum, pemekaran daerah lebih didorong oleh kepentingan elit ketimbang > > aspirasi masyarakat daerah atau tanpa memperhitungkan potensi daerah yang > > bersangkutan. Apapun penyebabnya, sekarang tentu sudah tidak penting lagi. > > **** > > > > Pertanyaan yang lebih penting, apakah untuk berkembang baik daerah-daerah > > tersebut memerlukan adanya industri (atau pertambangan) sebagai faktor > > penggerak. **** > > > > Liputan Khusus Kepala Daerah Pilihan 2012 pada majalah Tempo edisi Minggu, > > 9 Desember 2012 ("Bukan Bupati Biasa"), memilih tujuh bupati/wali kota, > > masing-masing Walikota Sawahlunto, Walikota Banjar (Jawa Barat), Bupati > > Wonosobo (Jawa Tengah), Walikota Surabaya (Jawa Timur), Bupati Kubu Raya > > (Kalimantan Barat), Bupati Enrekang (Sulawesi Selatan dan Bupati Keerom > > (Papua). **** > > > > Selain Sawahlunto (pariwisata) dan Surabaya (industri dan perdagangan), > > seluruhnya merupakan kabupaten/kota agraris. Fakta ini menegaskan bahwa > > maju atau tidak majunya suatu daerah tidak ditentukan ada atau tidak > > adanya industri (atau pertambangan) di daerah tersebut. Sawahlunto bangun > > dan maju secara mengesankan justru setelah pertambangan di sana ditutup dan > > fokus kepada pengembangan sektor pariwisata. **** > > > > Hal itu disebabkan karena kunci keberhasilan para Bupati/Walikota tersebut > > melakukan perubahan/kemajuan di daerah masing-masing lebih terletak pada > > visi dan kepemimpinan yang efektif, inovatif dan bersifat melayani.**** > > > > (Lihat juga infografis > > http://www.tempo.co/read/flashgrafis/2012/12/13/508/Bukan-Bupati-Biasa)*** > > * > > > > Dalam perperspektif ini, kalau IJP ingin memfokuskan pembangunan Piaman > > melalui revitalisasi pasar menurut saya cukup masuk akal, karena dari apa > > yang saya tangkap, yang akan ditata kembali tidak hanya fisik bangunan, > > tetapi—terutama—fungsinya. **** > > > > Malah menurut saya pribadi, penataan kembali fungsi pasar tidak hanya > > kebutuhan Piaman saja, tetapi perlu dilakukan di berbagai tempat di Sumatra > > Barat. Sulit rasanya mewujudkan pembangunan berbasis nagari tanpa > > revitalisasi fungsi pasar-pasar di tingkat nagari dan kecamatan. Sulit > > rasanya berbicara tentang perekonomian kerakyatan kalau pembangunan dan > > renovasi bangunan pasar di kawasan perkotaan menjadi ajang perburuan rente, > > yang menyebabkan pedagang-pedagang bermodal kecil menjadi tergusur.**** > > > > Kembali ke kasus Piaman, tentu tidak ada salahnya jika pembenahan pasar > > kemudian diikuti dengan pengembangan industri jika memang memungkinkan, > > khususnya industri yang dapat memberikan nilai tambah serta lapangan kerja > > yang berarti bagi penduduk lokal Piaman, walaupun ini lebih mudah > > mewacanakan daripada mewujudkannya. Hal itu disebabkan karena bola lebih > > banyak berada di pihak ketiga yakni para pemodal yang tertarik atau tidak > > tertarik untuk berivestasi di sana.**** > > > > Pertanyaann kemudian tentu, apakah IJP memiliki kepemimpinan yang efektif, > > inovatif dan bersifat melayani seperti tujuh bupati/wali kota tujuh pilihan > > Tempo tersebut, tentu hanya sejarah yang dapat membuktikan.**** > > > > Jika IJP berhasil menjadi Piaman satu, tentu saja. **** > > > > Wallahualam bissawab,**** > > > > Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 69+), asal Padangpanjang, tinggal di > > Depok **** > > > > [1] Kapasitas Fiskal adalah gambaran kemampuan keuangan masing-masing > > daerah yang dicerminkan melalui penerimaan umum Anggaran Pendapatan dan > > Belanja Daerah (tidak termasuk dana alokasi khusus, dana darurat, dana > > pinjaman lama, dan penerimaan lain yang penggunaannya dibatasi untuk > > membiayai pengeluaran tertentu) untuk membiayai tugas pemerintahan setelah > > dikurangi belanja pegawai dan dikaitkan dengan jumlah penduduk miskin.**** > > > > ===**** > > > > Re: [R@ntau-Net] Iko Jaleh Piaman! (14) > > Mon Dec 17, 2012 2:43 pm (PST) . Posted by: "Syafrinal Syarien" **** > > > > Ajo Indra yth;**** > > > > Ambo mengikuti terus ulasan serial "Iko Jaleh Piaman", tapi dek karena > > kesibukan, baru kini terlakit untuk berkomentar dan memberi masukan.**** > > > > Di sektor ekonomi, kekurangan terbesar Piaman adalah: tidak adanya > > industri yang menggerakkan ekonomi perkotaan. Setiap kota butuh industri > > untuk menciptakan urban civilization. Ini konsekuensi yang harus ditempuh > > begitu kita sepakat untuk spin-off kotamadya Piaman dari kabupaten > > Padang-Pariaman tahun 2002 lalu.**** > > > > Lebaran lalu, ambo mudik lewat jalur darat, melewati Lubuk Linggau dan > > Muaro Bungo. Ambo takjub melihat perkembangan kedua kota tersebut. Dan > > perkembangan itu disokong karena adanya industri tambang batubara di kedua > > kota tsb. **** > > > > Berbeda dengan kota Piaman, yang dari tahun ke tahun perkembangannya hanya > > itu ke itu saja. Malahan geliat ekonomi di kota Piaman cenderung turun > > setelah banyak kantor Pemkab pindah ke Parit Malintang. Ikut dibawa pindah > > juga pegawai-pegawainya. **** > > > > Pasar Piaman serba canggung. Jika dijadikan pasar grosir, orang lebih > > memilih ke Padang atau Bukittinggi. Jika dijadikan pasar ritel, perlu > > penataan lebih lanjut supaya tidak semrawut. Dan ini sulit, karena kabarnya > > hampir semua toko di sana dimiliki oleh segelintir orang kaya jaman dahulu, > > seperti klan Tantawi dari Simpang Apa. Barangkali karena itu pula, klan > > Ahmadin tak mau menyentuh area pasar sekarang, gantinya mereka berusaha > > mengembangkan areal pasar dalam format ruko yang lebih bersih dan teratur > > di sekitar wilayah usaha mereka (sekitar Toko Ahmadin, kampung cina dulu). > > Kabarnya istri Pak Walikota adalah dari klan Ahmadin ini.**** > > > > Jadi menurut saya, biarkan sajalah pasar Piaman itu seperti apa adanya. > > Biarkan ia menjadi pasar becek kumuh ala pasar inpres jaman orba dulu. Mau > > diapa-apakan juga susah karena pemiliknya adalah perseorangan dari klan > > orang kaya Piaman jaman dulu, yang keturunan mereka sekarang cuma bisa > > melindangkan warisan saja.**** > > > > Karena tidak adanya industri, peran kota Piaman tak lebih dari sekedar > > daerah transit dari industri sawit di Pasaman yang menuju Padang. Lambat > > laun nasib kota Piaman akan mirip dengan kota Cianjur. Sebelum tol > > Jakarta-Bandung ada, Cianjur adalah kota yang hidup dengan geliat ekonomi > > sebagai daerah transit. Tapi tengoklah sekarang setelah tol Jakarta-Bandung > > jadi rute utama. Cianjur sudah tidak sesemarak dulu lagi. Kita sudah lupa > > dengan tembang lawas "Semalam di Cianjur", karena memang Cianjur tidak ada > > apa-apa lagi untuk diingat.**** > > > > Tantangan bagi Ajo Indra untuk memilah industri apa yang cocok untuk > > dikembangkan di kota Piaman.**** > > > > Wassalam;**** > > > > Syafrinal Syarien**** > > > > Putra Piaman aseli...**** > > > > 42thn/Karawaci/Tangerang/Banten**** > > > > ** ** > > > > ________________________________**** > > > > From: Indra Jaya Piliang > > > >** ** > > > > To: Rantau Net <*[email protected]*> **** > > > > Sent: Monday, December 17, 2012 8:59 AM **** > > > > Subject: [R@ntau-Net] Iko Jaleh Piaman! (14) * > > *** -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
