Bagian Pertama : Masa Lalu 

 

Prakata

Cerita ini menceritakan tentang petualangan lima orang pemuda yang mewarisi
sebuah ilmu silat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Sumatera
sampai saat ini yaitu ilmu harimau jadi-jadian, ilmu ini memang memiliki
unsur mistiknya. Di jaman pemerintahan raja Adityawarman pada abad 14,
beberapa tokoh terkemuka di pemerintahannya mewarisi ilmu ini, di dalam
sejarah hal ini memang tidak diungkapkan karena ilmu ini sangat dirahasiakan
oleh para pewarisnya.

Yang mewarisi ilmu ini memiliki ciri khas tersendiri, jika ilmu ini di dapat
dari pengajaran seseorang maka di dalam kegelapan kadang-kadang yang
mewarisinya memiliki mata yang mengeluarkan sinar kehijau-hijauan seperti
mata kucing, dan jika ilmu ini didapat dari keturunan maka pewaris tersebut
akan bisa dilihat cirinya dengan jelas yaitu tidak mempunyai belahan di
bawah hidung/bibir atas.

 

Konon katanya sampai sekarang ilmu ini dan pewarisnya masih ada dan hidup di
dalam masyarakat kita, bahkan ada yang bilang mereka hidup dalam sebuah
komunitas di hutan yang terletak di kaki gunung Kerinci, tapi benar tidaknya
belum ada yang terungkap. Semuanya tetap merupakan misteri dalam kehidupan
masyarakat Sumatera dan binatang Harimau tetap di hormati sebagai lambang
ilmu silat sakti dari Sumatera.

 

Jilid I : Nagari Batang Kapeh

Kisah ini bermula di daerah Ranah Minang, yang sekarang dinamakan Sumatera
Barat, di masa pemerintahan Rajo Adityawarman yang pusat kerajaannya berada
di Pagaruyuang. Lebih tepatnya di daerah Painan, Pesisir Selatan, nagari
Batang Kapeh ( desa Batang Kapas). Nagari Batang Kapeh ini luas dan dekat
dengan laut sehingga kebanyakan dari penduduk di daerah ini mempunyai mata
pencaharian sebagai nelayan. Setiap nagari yang ada di wilayah Minangkabau
ini diatur oleh seorang wali nagari (lurah) yang membawahi beberapa kepala
jorong (ketua RT jaman sekarang) dan mempunyai penasehat yang dinamakan
Tungku Tigo Sajarangan yang terdiri dari tokoh agama nagari, cadiak pandai
(kaum intelek) dan ninik mamak, mereka inilah yang disebut dengan Karapatan
Nagari, keputusan-keputusan nagari selalu merupakan hasil musyawarah dari
Karapatan Nagari.

 

Setiap senja menjelang terasa sekali daerah ini sangat indah dengan disirami
cahaya matahari yang akan kembali peraduannya di balik laut yang begitu
tenang. Suasana damai dan penuh keindahan ini tiba-tiba pecah dengan
teriakan-teriakan para nelayan tersebut. Segera saja wali nagari dari nagari
(desa) nelayan ini memburu datang ke tempat teriakan-teriakan itu. Ternyata
sesampai di sana terlihat banyak orang mengerumuni 2 orang pria yang sedang
bergumul di pantai saling tinju meninju dan gigit mengigit, terlihat para
pemuda yang lain saling memberi semangat kepada temannya sehingga
perkelahian ini menjadi lebih seru.

 

Melihat hal ini sang wali nagari langsung menjadi naik pitam dan berteriak
untuk menghentikan kehebohan yang sedang berlangsung tersebut. Teriakan sang
wali nagari ini membahana di setiap telinga orang yang ada di sekitar
perkelahian tersebut, terlihat secepatnya orang-orang tersebut mengangkat
tangan untuk melindungi telinganya dari bentakan sang wali nagari. Dan kedua
pemuda yang sedang berkelahi juga otomatis menghentikan perkelahiannya serta
buru-buru menutup telinga mereka.

 

Beberapa orang yang ada di sekitar perkelahian tersebut cepat-cepat berusaha
menyingkir dan menjauhi arena, walau tetap tidak meninggalkannya. Mereka
tahu sebentar lagi mereka akan menjadi saksi kemarahan dari sang wali nagari
yang terkenal dengan kegalakannya dan keanehannya dalam menyelesaikan setiap
persoalan yang terjadi serta ilmu silatnya yang tinggi.

 

Sedangkan yang masih berani tetap tinggal di luar arena tidak berapa jauh
dari kedua pemuda yang berkelahi tadi dan sekarang sedang berusaha berdiri
dengan susah payah akibat di sekujur badan terdapat luka dan lembam. Begitu
kedua pemuda itu melihat sang wali nagari yang sedang berdiri berkacak
pinggang dengan pandangan mata yang dingin memiriskan hati langsung mereka
tundukkan kepala dan mata mereka memandang pasir pantai. Sang wali nagari
yang terus memandang mereka berdua dengan gemas dan jengkel sekali di dalam
hati, karena kejadian perkelahian kedua pemuda ini sudah merupakan yang ke
lima kalinya terjadi dalam minggu ini.

 

Persoalan mereka sebenarnya dibilang sepele memang sepele bagi orang lain,
tapi bagi pihak terkait merupakan persoalan yang rumit dan menuntut harus
ada penyelesaiannya segera. Sambil memandang mereka dengan bengis, sang wali
nagari yang bernama Sutan Manenggang Bumi ini atau biasa dipanggil oleh
warganya Wali nagari Bumi, memikirkan bagaimana cara yang terbaik
menyelesaikannya dan membuat kedua pemuda ini jadi kapok berkelahi lagi.
Suasana di sekitar arena menjadi hening tidak ada yang berani membuka suara
dan sepertinya semua orang sedang menunggu hukuman mati dari sang wali
nagari tersebut. Kedua pemuda itu semakin lama semakin tambah payah
kondisinya karena seluruh tubuh terasa sakit dan lutut terasa seperti tahu
akibat kelelahan tapi tetap mereka tidak berani beranjak dari posisi mereka
karena mereka takut hukuman mereka akan semakin parah jika mereka berani
bergerak.

 

Keadaan di tepi pantai tersebut semakin gelap seiring dengan masuknya sang
surya ke dalam peraduannya dan buru-buru beberapa nelayan yang ada di
sekitar situ membawa lampu-lampu minyak tanah untuk menerangi tempat
perkelahian tersebut. Tiba-tiba terdengar sang wali nagari berkata dengan
tegasnya ” Kalian sekarang ikut aku ke rumah.” hanya satu kalimat tersebut
yang dikeluarkan oleh sang wali nagari lalu dia berbalik pulang menuju ke
rumahnya. Tapi bagi kedua pemuda itu akan terasa seperti siksaan kesakitan
yang berkepanjangan karena perjalanan dari tepi pantai ke rumah wali nagari
mereka itu cukup jauh jika ditempuh dengan jalan kaki dalam kondisi seperti
ini.

 

Bersambung…….


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.20.2/1272 - Release Date: 11/02/2008
17:28
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca dan dipahami! Lihat 
di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur dan Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG!!! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
- Anggota yg posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg 
bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen akan mengikuti peratiran yang 
berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahul
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke