Angku mm*** lah akaik pagi sinan,siko disubarang lauauk gadang masih Mugarik Sabtu. Rancak sambuangannyo mamangangkan manambah jaleh berita seingkek umum nan mengawatirkan awak basamo. Pado postiang tadahulu Banyak Urang gilo di sumatera Barat, raonyo ado lo angko 33+% urang awak nan gilo statsitically. Kan iyo tu baa indak ka gaca awak.
Dalam cupikan angku mm*** taampak saketek kurang Vitamin B1 B2. Tabayangdahuolu panahy pulo barito kaakurangan gizi di kampuang awak. Tatanyo dalam hatik, sia sajo nan dapek makan elok di Kampuang awak? Banyak nan kurang gizi apolai kurang vitamin. Ciek lai nan manakuikan diakhia paragraph cuplikan nan kaduo dan prediksi 2020: Kata Gila yang mengandung stigma yang kuat tentang kesehatan jiwa juga sulit dilepaskan dari ungkapan masyarakat untuk sesuatu sikap perilaku dan emosional manusia yang tidak normal. Padahal masih banyak gangguan jiwa lain yang juga membutuhkan perhatian khusus seperti depresi, kecemasan, gangguan stres pasca trauma dan gangguan kesehatan jiwa pada anak. [image: http://rehsos.depsos.go.id/uploads/image/TIRA/JIWA2.gif]Tahun 2020 atau sepuluh tahun dari sekarang menurut data Badan Kesehatan Dunia beban global yang ditanggung negara akibat ketidak seimbangan kerja masyarakat disumbangkan paling tinggi dari gangguan jiwa depresi, ini telah banyak diteliti oleh para ahli, tingkat depresi yang tinggi menyebabkan banyak orang yang mengakhiri hidup dengan singkat karena ketidak mapuan manghadapi beban hidup, dan yang tetap bertahan akan mengalami keterbelakangan mental.****(Tira/C-9* Baa aka Rang Kampuang maatehinyo? Salam, -- MakNgah Sjamsir Sjarif Sabtu 16 Maret 2013, 8:00PM PDT [Beda wakatu PDT jo WIB 14 jam kami tabuolakang, masih sanjo siko lah pagio bisuak sinan] On Saturday, March 16, 2013 6:53:31 PM UTC-7, Muchwardi Muchtar wrote: > > Dunsanak komunitas r@ntaunet n.a.h dan a.c, > > Ambo bari saketek panukauak barita manyadiahkan dan mambuek awak mauruik > dado, sarupo nan dikopikan MakNgah di ateh. > > Salam Akaik pagi...................., > > *mm**** > > *A Sabaok Banyak Urang Gilo di Piaman?* > > By Didi Keitha <http://blogperawat.com/author/admin/> ⋅ March 8, 2012 ⋅ Post > a comment <http://blogperawat.com/sebab-gangguan-jiwa/#comments> > > *Filed Under* Dasar Kesehatan > Mental<http://blogperawat.com/tag/dasar-kesehatan-mental/>, > Etiology Mental Illness<http://blogperawat.com/tag/etiology-mental-illness/>, > Psychiatric Nursing <http://blogperawat.com/tag/psychiatric-nursing/>, Sebab > Gangguan Jiwa <http://blogperawat.com/tag/sebab-gangguan-jiwa/> > > Individu secara alami akan selalu mempertahankan kondisinya dalam keadaan > yang sehat <http://blogperawat.com/sehat-itu-nikmat/>, baik dari segi > fisiologis maupun psikologis. Istilah > Keperawatan<http://blogperawat.com/ruu-keperawatan-registrasi-di-indonesia-berbeda/>untuk > kondisi ini adalah keadaan ‘homeostatis’. Namun keadaan ini > senantiasa berfluktuasi tergantung kondisi internal dan eksternal kita. > > Pada kondisi badan yang sedang fit dan keadaan lingkungan sekitar yang > kondusif, tentunya kita akan dapat mempertahankan status > kesehatan<http://blogperawat.com/guyonan-yang-membawa-maut-seorang-perawat/>fisik > dan mental kita. Namun dalam kondisi yang bertolak belakang maka > keadaan individu akan drop dan tidak akan dapat untuk mempertahankan status > kesehatannya. > > Berikut ini admin akan coba uraikan beberapa sebab yang dapat menyebabkan > seseorang mengalami gangguan kesehatatan, terutama dari segi > kesehatan<http://blogperawat.com/guyonan-yang-membawa-maut-seorang-perawat/>mental. > Ada dua faktor yang boleh menimbulkan terjadinya gangguan > jiwa <http://blogperawat.com/gangguan-jiwa/>, yaitu Faktor Predisposisi > dan Faktor Presipitasi. Faktor Predisposisi adalah faktor yang > melatarbelakangi seseorang mengalami gangguan > jiwa<http://blogperawat.com/gangguan-jiwa/>, > sedangkan Faktor Presipitasi adalah faktor yang mencetuskan terjadinya > gangguan > jiwa <http://blogperawat.com/gangguan-jiwa/> pada seseorang untuk kali > yang pertama. > > Individu yang memiliki faktor predisposisi akan lebih mudah untuk > mengalami gangguan jiwa <http://blogperawat.com/gangguan-jiwa/> karena > sejak lahir atau selama proses perkembangannya, individu tersebut memiliki > kepribadian<http://blogperawat.com/psikologi-keperawatan-ternyata-kepribadian-kita-bisa-berubah/>maupun > > *coping mechanism <http://blogperawat.com/antibodi-bagi-kesehatan-jiwa/>*yang > kurang optimal yang disebabkan oleh faktor bawaan yang didapatkan > sejak lahir maupun melalui lingkungan sekitar. Individu yang memiliki > faktor predisposisi ibaratnya tinggal menunggu faktor presipitasi sebelum > akhirnya mengalami gangguan jiwa <http://blogperawat.com/gangguan-jiwa/>, > yaitu suatu peristiwa yang dapat menggoyahkan dan mengganggu keseimbangan > jiwa individu sehingga akhirnya individu bersangkutan tidak mampu untuk > mengatasi masalah yang dihadapinya yang pada akhirnya mengalami gangguan > jiwa. > > *Faktor Predisposisi* > > Faktor ini dapat terdiri dari beberapa bagian. Berikut ini akan diuraikan > beberapa faktor yang termasuk kedalam faktor ini: > > 1. *Genetik*, sebahagian besar gangguan jiwa disebabkan karena faktor > keturunan. Dimana sifat-sifat gangguan jiwa yang akan dialami oleh individu > diturunkan oleh orang tua maupun nenek moyang mereka melalui gen dan > kromosom dalam sel reproduksi. Contoh jenis gangguan jiwa yang berasal dari > faktor genetik adalah: *manic depressive psychoses, endogenous > depression, schizophrenia, epilepsy, mental retardation* dan lain-lain. > > 2. *Faktor Personaliti*, telah diketahui sejak lama bahwa > kepribadian<http://blogperawat.com/psikologi-keperawatan-ternyata-kepribadian-kita-bisa-berubah/>individu > juga berperan besar dalam menyumbang terjadinya gangguan jiwa pada > seseorang. Individu yang memiliki > kepribadian<http://blogperawat.com/psikologi-keperawatan-ternyata-kepribadian-kita-bisa-berubah/>yang > kuat akan cenderung untuk dapat mengatasi masalah yang dihadapi; namun > individu yang begitu mengalami kebergantungan terhadap orang lain, maka > cenderung untuk mudah mengalami gangguan jiwa karena kepribadiannya > rapuh.Contoh: Individu yang memiliki > personality<http://blogperawat.com/psikologi-keperawatan-ternyata-kepribadian-kita-bisa-berubah/>premorbid > dengan ciri-ciri watak yang lemah dan tidak tahan terhadap > stress, cenderung mudah mengalami gangguan jiwa. > > 3. *Periode Perkembangan Kritis*, keadaan ini juga dapat menyumbang > sebagai faktor penyebab seseorang mengalami gangguan jiwa. Karena selama > individu menjalani proses ini, seseorang akan belajar untuk mengenali dan > mencari solusi terbaik dalam menghadapi setiap masalah yang datang untuk > dapat diadaptasikan sesuai dengan keadaan yang > sehat<http://blogperawat.com/sehat-itu-nikmat/>. > Sehingga apabila seseorang tidak mampu mengatasi berbagai stressor yang ada > pada periode perkembangan kritis ini akan dapat menimbulkan berbagai > masalah kesehatan jiwa<http://blogperawat.com/antibodi-bagi-kesehatan-jiwa/>. > Contohnya: Apabila individu tidak mampu untuk mengatasi peran yang > diembannya pada periode bayi ke anak-anak, dapat menimbulkan gangguan > personaliti pada individu. Periode remaja yang tidak dapat dilewatkan > biasanya dapat memicu terjadinya gangguan *schizophernia*. Periode dewasa > yang tidak dapat diatasi dapat menyebabkan gangguan emosi, dan pada periode > lanjut usia yang tidak teratasi dapat menimbulkan gangguan *psychoses > organic, *seperti demensia dan lain-lain. > > *Faktor Presipitasi* > > Faktor ini juga terdapat beberapa bagian, yaitu beberapa faktor yang dapat > mencetuskan untuk kali pertama sehingga seseorang mengalami gangguan jiwa, > diantaranya: > > 1. *Faktor Fisik*, yaitu faktor-faktor yang berasal dari gangguan fisik > yang dialami oleh individu sehingga akhirnya menyalami gangguan jiwa. > Contohnya adalah terjadinya infeksi pada otak, kecederaan yang dialami oleh > otak, toksin atau bahan kimia berbahaya yang menyerang otak, adanya tumor > pada otak yang dapat mengganggu fungsi otak, gangguan pada sistem endokrin > maupun akibat kekurangan vitamin B1 B12 atau zat besi yang berpengaruh > terhadap neurotransmitter di otak. Gangguan mental yang disebabkan oleh > faktor ini biasa disebut dengan gangguan mental organik. > > 2. *Faktor Psikis*, yaitu faktor-faktor yang berasal dari mental individu > yang dialami secara terus-menerus sehingga akhirnya kemampuan individu > untuk mengatasi masalah tidak dapat lagi dipertahankan sehingga akhirnya > individu mengalami gangguan jiwa. Faktor Psikis ini dapat terdiri dari: > faktor sosio-ekonomi yang senantiasa menjerat individu, krisis yang terus > dialami oleh individu, terlalu bergantung terhadap bantuan orang lain > adalah diantara faktor psikis yang dapat menyebabkan gangguan jiwa. > > Demikian sekilas uraian tentang sebab-sebab sehingga individu mengalami > gangguan jiwa. Tulisan ini adalah opini pribadi penulis, jika ada kesalahan > dan ketidaktepatan dalam tulisan ini, silakan dikoreksi. Semoga bermanfaat. > > *Depresi Panyabaok Utamo Urang Manjadi Gilo (Gangguan Jiwa)* > > > > Dipublikasikan oleh tira - Pada Kamis, 28 Juli 2011 > > > > *“Workshop Penangan Orang Dengan Kecacatan Mental Eks Psikotik”* > ------------------------------ > > [image: http://rehsos.depsos.go.id/uploads/image/TIRA/GILAA.gif]Gangguan > jiwa merupakan bagian dari cacat mental, saat ini kecenderungan gangguan > jiwa mengalami peningkatan.* Estimasi global menyatakan 450 juta orang > dengan gangguan jiwa, hal ini tentunya dikarena karena kondisi ekonomi dan > beban hidup,* selain itu masyarakat masih belum memiliki pemahaman > tentang permasalahan ODK mental eks psikotik berkaitan dengan upaya deteksi > dini serta penanganannya, demikian diungkapkan Dirjen Rehsos, Makmur Sunusi > pada acara workshop Penanganan Orang Dengan Kecacatan Mental Eks Psikotik > di Bandung (27/7/2011) > > > > [image: http://rehsos.depsos.go.id/uploads/image/TIRA/JIWA3.gif]Hal ini > tentunya menyebabkan meningkatnya kuantitas dan kualitas permasalahan Orang > Dengan Kecacatan di masyarakat, Fenomena kompleksitas permasalahan ODK > seperti semakin meningkatnya jumlah penderita depresi berat yang mengarah > pada tingginya angka bunuh diri karena ketidakmampuan untuk mengatasi emosi > karena lemahnya dukungan social, lanjut Makmur. > > Dikota – kota besar seperti Jakarta tingkat depresi fatal bisa > mengakibatkan seseorang mengalami gangguan kejiwaan dan tentunya dampaknya > akan lebih besar jika tidak diobati sedini mungkin, faktor yang bisa > menyebabkan tingkat depresi tinggi banyaknya persaingan bisnis yang tidak > bisa diatasi, utang yang menumpuk, faktor ekonomi, beban hidup serta > kondisi lingkungan. > > [image: > http://rehsos.depsos.go.id/uploads/image/TIRA/JIWA%281%29.gif]“Menghadapi > klien yang mengalami gangnguan jiwa memang membutuhkan kesabaran yang luar > biasa, klien yang ditangani disini masih ada yang suka mengamuk bahkan > memakan kotorannya sendiri, kalau sudah begini modelnya kita kembalikan > kekeluarganya, karena klien yang begini sulit untuk kita rehab butuh proses > yang lama, tahapan pelayanan meliputi Masa orientasi, Rehabilitasi dan > Resosialisasi”, ujarnya. > > Kementerian Sosial terus mengupayakan proses rehabilitasi bagi klien eks > psikotik melalui Panti, namun sebelum direhabilitasi dipanti terlebih > dahulu mendapat rujukan dari Rumah Sakit Jiwa Unit Pelaksana Teknisnya > yaitu PSBL Dharma Guna Bengkulu, PSBL Phala Marta, Sukabumi dan PSBL Budi > Luhur, Banjarmasin, sementara itu Kementerian kesehatan melalui pelayanan > Rumah Sakit Jiwa telah melakukan upaya penanganan permasalahan gangguan > jiwa tersebut. Tetapi faktanya jumlah penderita gangguan jiwa sangat tinggi > dibandingkan dengan kapasitas tampungnya. > > Kata Gila yang mengandung stigma yang kuat tentang kesehatan jiwa juga > sulit dilepaskan dari ungkapan masyarakat untuk sesuatu sikap perilaku dan > emosional manusia yang tidak normal. Padahal masih banyak gangguan jiwa > lain yang juga membutuhkan perhatian khusus seperti depresi, kecemasan, > gangguan stres pasca trauma dan gangguan kesehatan jiwa pada anak. > > [image: http://rehsos.depsos.go.id/uploads/image/TIRA/JIWA2.gif]Tahun > 2020 atau sepuluh tahun dari sekarang menurut data Badan Kesehatan Dunia > beban global yang ditanggung negara akibat ketidak seimbangan kerja > masyarakat disumbangkan paling tinggi dari gangguan jiwa depresi, ini telah > banyak diteliti oleh para ahli, tingkat depresi yang tinggi menyebabkan > banyak orang yang mengakhiri hidup dengan singkat karena ketidak mapuan > manghadapi beban hidup, dan yang tetap bertahan akan mengalami > keterbelakangan mental.****(Tira/C-9* > > > > Pada 17 Maret 2013 06.51, Sjamsir Sjarif <[email protected]<javascript:> > > menulis: > >> >> *Berita Singgalang |* Utama<http://hariansinggalang.co.id/category/utama/> >> >> Tanggal 16 March 2013 >> >> PARIAMAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pariaman >> bekerjasama dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja (Disosnaker) menggiatkan >> razia penertiban terhadap keberadaan penderita gangguan jiwa. Penderita >> yang terjaring langsung dirujuk ke RS Jiwa HB. Saanin, Gadut, Padang. >> Kepala Satpol PP Pariaman, Joserizal dan Kepala Seksi Pelayanan dan >> Rehabilitasi Sosial, Disosnaker Pariaman, Amrizal kemarin mengatakan, razia >> rutin terus digiatkan di sejumlah tempat yang dicurigai terdapat penderita >> gangguan jiwa. >> Dikatakan, sepanjang tahun 2013 tercatat sudah ada 15 orang penderita >> ganguan jiwa yang dirujuk ke RS Jiwa HB. Saanin, Padang. Penderita yang >> dirujuk sebagian besar merupakan hasil operasi petugas gabungan Pol PP dan >> Sosnaker. Sebagian lain diserahkan oleh pihak keluarga. >> >> langkoknyo baco: >> Penderita Gangguan Jiwa >> Ditertibkan<http://hariansinggalang.co.id/penderita-gangguan-jiwa-ditertibkan/> >> >> >> >> -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
