Kawan-kawan palanta, Memang tak banyak guru besar atau katakanlah pakar saroman Da Fasli ko, yang kepedulian dan pergaulannya luas. Dari ratusan prof di kampuang awak, hanya ada dalam hitungan jari tangan sebelah tangan, prof yang benar-benar prof. Dulu ada Prof Dr Mursal Esten (alm), dan kini Prof Saldi Isra. Enak diajak diskusi dan Da Fasli sangat serius kalau membicarakan sesuatu. Beda dengan prof yang lain, karena Da Fasli urang lapangan dan merakyat. Tidak seperti prof lain yang takut bicara, tak punya gagasan, kalau ditanya belum membaca, sehingga buat pertanyaan secara tertulis dulu, baru bisa dijawab dua hari kemudian........hahaha.....betapa banyak tipe prof yang merasa hebat di menara gading.....kebetulan awak dan Da Fasli ketika jadi Dirjen dan Wakil Mendiknas, sering diskusi saat berkunjung ke Padang atau Sumbar. Teman diskusi lain da Fasli adalah Bung Edy Utama. Semoga Da Fasli selalu sehat dan dalam lindungan redhaNya. Amiin.
Yurnaldi, sudah setahun di Palembang --- On Tue, 26/3/13, Akmal Nasery BASRAL <[email protected]> wrote: From: Akmal Nasery BASRAL <[email protected]> Subject: [R@ntau-Net] (OOT) Prof Fasli Jalal dan Brian May: salut! To: [email protected], [email protected] Received: Tuesday, 26 March, 2013, 2:24 AM Para penulis sa-Ranah dan dunsanak Palanta RN n.a.h., Dari sejumlah "kejutan" dan "mukjizat kecil" yang ambo alami dalam 2-3 hari ko, salah satu "kejutan menyenangkan" adolah tatkala basobok jo Prof. Fasli Jalal. Baa ambo dan takajuik, kalau setelah ambo memperkenalkan diri dan memberikan satu kopi novel TCBP (ambo 99% yakin Prof Fasli indak/alun mengenal ambo secara pribadi), jawaban beliau adolah, "Bagaimana dengan kabar Brian May?" ujar liau dengan senyum khasnya yang terkembang lebar. Masya Allah! Ambo 'membeku', terpana. Sebab ihwal Brian May, gitaris grup rock Queen nan juo pakar astrofisika dan Rektor Universitas John Moores, Liverpool, adolah 'obrolan khusus' ambo dengan kanda Jepe yang berlangsung akhia pekan lalu, di Palanta ko. Jadi ambo tanyo baliak Prof. Fasli, dengan nada tidak terlalu yakin, "Lho? Prof. Fasli baco RantauNet juo?" "Iyo," jawab baliau tagalak. "Ambo baco RN. Tapi memang indak aktif mangomentari." "Tapi kok sampai ingek Brian May? Kalau indak bana-bana suko jo (grup) Queen, biasonyo urang indak tahu apolai ingek sia Brian May," ambo mambaleh. "Prof. suka mendengar Queen dan Brian May juga?" lanjuik ambo penasaran. "Dulu," jawek Prof. Fasli sambil masih taruih tersenyum lebar. "Yah, dengar-dengar begitu lah." Subhanallah! Iko baru tipe favorit Profesor nan ambo suko! Urang hebat, berwawasan luas, tapi masih "nyambung" dengan topik-topik obrolan lain di luar kompetensi utama. Yang paling esensial dari itu, komunikasi berlangsung dua arah. Ada minat yang ditunjukkan secara tulus. Bahkan kutiko acara di SMAN 2 Birugo usai dan rombongan pindah makan siang ka rumah cucu Abdoel Moeis, Prof. Fasli nan mengenalkan ambo kepada Ibu Wamen Prof. Windu Nuryanti, nan juo penggantinyo. Prof Fasli menjelaskan CV singkek ambo kepada Ibu Wamen. Lua biaso! Kalau saja para profesor Indonesia indak selalu asyik dengan dunia pemikirannya sendiri -- terkadang egosentris, hanya ingin selalu diperhatikan, tetapi enggan memberikan perhatian yang setara kepada orang lain -- dan mereka mau lebih serius memahami dan mengenal lawan bicara yang lebih yunior dan kurang pengalaman, seperti ditunjukkan Prof. Fasli, insya Allah dunia cendekia kita (raushan fikr) akan semakin bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat luas, karena masyarakat akan melihat bahwa profesor bukanlah mereka yang tinggal di atas awan, "tak tersentuh", tapi justru kedua kakinya berpijak pada bumi yang kokoh. Menyemai komunikasi interpersonal yang tulus, hangat, menginspirasi. Terima kasih Prof. Fasli Jalal. Mungkin kapan-kapan, bersama kanda Jepe, bisa pulo awak bicara tentang Brian May di sela-sela komitmen dan karajo awak masing-masing dalam membangun Minang sesuai dengan kompetensi masing-masing. Wassalam, ANB Sent from my iPad -----Inline Attachment Follows----- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
