He he...mungkin itu sababnyo mah, Pak Saaf, Abdul Wadud nan pai jo ayahnyo ka 
pembuangan 'Inyiak Dotor' di Sukabumi, bukan kakaknyo, Hamka.
 
Salam,
Suryadi
 

________________________________
 Dari: Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]>
Kepada: rantaunet rantaunet rantaunet <[email protected]> 
Dikirim: Selasa, 26 Maret 2013 5:54
Judul: [R@ntau-Net] Fwd: Kesan saya setelah membaca cepat-cepat TCBP.
  




From: "Dr. Saafroedin Bahar" <[email protected]>
>Date: 26 Maret 2013 11:49:21 WIB
>To: Akmal Nasery Basral <[email protected]>
>Subject: Kesan saya setelah membaca cepat-cepat TCBP. 
>
>
Selama ini, ada dua karangan Buya Hamka yang sangat saya kagumi, yaitu " 
Tenggelamnya Kapal van der Wijk " dan " Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi ". 
Saya tidak tahu banyak tentang riwayat hidup Buya Hamka.
>Buku Bung Akmal membuka mata saya. Sama sekali tidak saya duga pengalaman Buya 
>Hamka semasa kecil demikian tragis, menghadapi seorang ayah yang sangat kaku, 
>dan bagaikan tanpa dosa telah menceraikan ibunya untuk kawin dengan perempuan 
>lain, sesuai dengan anjuran para ninik mamak pemangku adat . Sebagai seorang 
>yang mempunyai intelijensi tinggi, kritis, dan berani, Hamka kecil 
>memberontak, dan dengan modal nekad meninggalkan Ayahnya, sampai sakit keras 
>di Bengkulu. Juga dengan modal nekad beliau pergi haji dengan membeli tiket 
>satu kali jalan, ingin belajar agama dengan cara apapun, oleh karena Ayah 
>beliau tidak menepati janji. Pertemuan dengan Haji Agus Salim telah mengubah 
>jalan hidup beliau.
>Saya sampaikan salut setinggi-tingginya kepada Buya Hamka dan kepada Bung 
>Akmal yang telah menulis novel sejarah ini dengan bahasa yang demikian lancar. 
>Sebagai orang Padangpanjang, saya tahu persis lokasi yang disebutkan Bung 
>Akmal. Rumah orang tua saya di Pasar Usang, dekat bioskop " Rex " ( bukan 
>Cinema Theater yang di Gatangan ) milik keluarga Lim Bun Kai, tidak jauh dari 
>Surau Jembatan Besi. Sesekali saya sholat di sana. Saya lebih senang di Mesjid 
>Pasar Usang yang lebih besar. 
>Secara khusus yang menjadi perhatian saya selaku pemerhati ABS SBK adalah 
>kenyataan bahwa adat dan agama Islam hampir selalu berkonflik dalam masyarakat 
>Minangkabau sampai abad ke 21 sekarang ini, walau Tuanku Imam Bonjol telah 
>berusaha meletakkan dasar- dasar ' islah ' pada tahun 1832, hampir dua abad 
>yang lalu. Jadi nasib yang dialami oleh " Deklarasi ABS SBK" tanggal 14 
>Januari 2013  - yang diprakarsai BK3AM dan Gebu Minang, serta diitandatangani 
>oleh 35 tokoh perantau -  bukanlah barang baru, tetapi sekedar pengulangan 
>dari konflik laten dua system nilai dalam masyarakat Minangkabau, yang belum 
>berhasil berosmose, dan masih tetap ibarat air dan minyak. 
>Saya jadi teringat lagi pada ratok tangih bung Febian dalam  " Salamaik Pagi 
>Minangkabau ". Apakah Minangkabau ini ibarat sebuah kapal yang hendak karam ? 
>Entahlah. Mudah- mudah jangan, oleh karena - sesuai dengan ajaran Islam Q:Ar 
>Ra'd ayat 11, nasib di tangan kita sendiri.
>Terima kasih sekali lagi, bung Akmal.
>
>Sent from my iPad
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke