Memanfaatkan media sebagai ajang promosi sebenarnya bukan yang baru,  karena 
memang begitulah yang seharusnya. Pejabat2 kita saja yang selama  ini gak 
terpikir ke arah sana. Lebih memilih jalan2 ke luar negeri  sekalian mengajak 
wartawan. Hingga yang muncul di media adalah tulisan2  tentang wisata di negeri 
orang itu. Bukan tentang wisata negeri sendiri.
  
  Saya sendiri punya pengalaman diundang oleh Malaysia Tourism Board ke  
Malaysia dalam acara pergelaran Malaysia Truly Asia. Saya diundang  sebagai 
wartawan dari Metro TV. Mungkin bisa menjadi contoh bagi  lembaga wisata di 
negeri kita bagaimana mereka merencanakan semuanya  dengan baik. Keberangkatan 
ditangani oleh Malaysia Tourism Board yang  ada di konjen-konjen. Kami waktu 
itu yang dari Medan ditangani oleh  KOnjen Malaysia di Medan. Sesampai di 
Malaysia, kami ditangani oleh  panitia besar disana dibawah koordinasi MTB 
tentunya. Waktu itu, mereka  mengundang lebih dari 1000 wartawan dari belahan 
dunia serta ribuan  pengelola perjalanan wisata dalam waktu bersamaan. Bisa 
dibayangkan  bagaimana besarnya kegiatan mereka waktu itu. Dan dampaknya bisa  
dilihat beberapa waktu kemudian, wisata Malaysia bergaung kemana-mana.
  
  Waktu itu, selain wartawan, mereka juga mengundang para pengusaha  perjalanan 
wisata. Selama disana kita sudah diberi jadwal apa dan  kemana saja kita 
dibawa. Masing-masing wartawan punya jadwal berbeda  dan tujuan peliputan 
berbeda. Ada 3 pilihan, kita tinggal ambil paket  yang mana. Selama disana, 
masing-masing media diberikan satu mobil,  sopir dan seorang pemandu (guide). 
Pemandu ini yang berhubungan dengan  Malaysia Tourism Board tentang rencana dan 
kemana saja peliputan kita.  Dalam sehari, ada beberapa event yang dihadiri 
semua wartawan, misalnya  saat ada acara tertentu dan tentu saja acara puncak 
karnaval Malaysia  Truly Asia di depan Gedung Merdeka. Di luar acara itu tiap 
media  berpisah dan melakukan peliputan sendiri-sendiri dengan guide  
masing-masing. Kadangh2 kita bertemu dengan media lain di obyek wisata  yang 
sama. Cara seperti ini berbeda dengan kebiasaan di Indonesia yang  biasanya 
membawa media secara rombongan, kemana-mana selalu bersama.  Mungkin
 untuk penghematan atau karena biayanya memang sedikit...
  
  Dengan metode yang diterapkan itu, kami waktu itu bisa membawa banyak  berita 
yang bisa ditayangkan di media tempat kami bekerja. Bayangkan,  lebih dari 10 
berita yang ditayangkan sekali sehari atau di akhir  pekan. Hingga beberapa 
bulan ke depannya malah beberapa berita yang  sifatnya tidak basi masih bisa 
ditayangkan. 
  
  Di luar itu semua, tentu saja fasilitas juga harus dibenahi. Disana,  dengan 
potensi wisata pas-pasan mereka bisa mendatangkan jutaan  wisatawan. Tentu saja 
karena promosi yang baik. Di bandara saja kita  sudah bisa memperoleh beberapa 
brosur tentang wisata disana, hingga  kita bisa proyeksikan kemana saja yang 
bagus buat liputan...
  
  Di negeri kita, potensi yang bagus tidak ditunjang dengan penanganan  yang 
baik. Akibatnya gaungnya begitu-begitu saja. Saya bukan  membanding2kan, tapi 
mungkin bisa jadi gambaran saja, semoga saja ada  sisi baik yang bisa ditiru. 
Toh, tak selamanya harus benci malaysia  kan? 
  
  Sebagai wartawan putra Sumbar, saya siap memberi masukan dan apa saja  jika 
memang diperlukan. Kami juga ingin memberi andil bagi kemajuan  Sumbar... 
  
  
  

Tanjuang Heri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Sanak sa palanta, Mamak jo Apak, Uni, 
Amai sadonyo,
   
  Niaik  BA1 ko patuik diacuangkan ampu jari. Walaupun rasonyo jago dari 
takalok  nan bakapanjangan. Untuk maundang surang atau duo wartawan dari negara 
 lua untuk datang ka Minang memang jauh lebiah murah ongkosnyo dari pado  
babondong bondong kito ka LN nan banyak maabiahan pitieh karano  kabnyakan 
hanyo untuk jalan jalan se.
   
  Sabalun  kito maundang, tantu kito alah jaleh sasaran, tujuan jo keuntungan 
nan  kadicari, sarato langkah langkah nan alah masak, bulek dek mupakat dan  
masayarakat pun alah sadar manga awak undang wartawan lua untuak  mengekspose 
kampuang awak. Rasonyo indak bisa takaja kaja se  dikarajoan. Bisa capek, asa 
"all out" lah kecek urang inggirih. 
   
  Kito  ajak PHRI mananggung hotel, jo transport lokal (pihak travel agent  
kampuang harus turun tangan). Atau kalau wartawan tu ingin jalan  surang, bisa 
juo inyo naik bendi, angkot deelel.
   
  Kito libatkan pulo KBRI, mancarikan wartawan nan ka diundang, bia ndak salah 
sasaran.
   
  Salain  tu, iyo harus ado juo informasi dalam bahaso lokal negara tujuan kito 
 promosi. Untuk sekadar diketahui sajo, bahan informasi Minang di KBRI  Paris 
buliah dikatokan indak ado alias sangaik saketek. Ambo kini hanyo  suruh urang 
caliek di WS.com sajo, karano gambar labiah bisa bacarito  daripado buku.
   
  Salamo di kampuang, sia  nan handel wartawan tu, untuk urang parancih, jarang 
jarang inyo nan  suko dikawal dek mitranyo. Untuk tu mungkin kito agiah ino 
wakatu  sanggang disela sela kunjungan terpandu.
   
  Nan  dicari dek Eropa adolah keaslian, keasrian, kealamian, tanpa harus  
poles sana sini tapi nampak "rancak di labuah " se. Dikorek snek,  nampak 
balang e.
   
  Ambo masih yakin, bukan sombong, Minang suatu saat pasti dikenal,   tantunyo 
kito harus siap jo "side effect" nyo. Untuk itu, Tungku Tigo Sajarangan harus 
bafungsi. 
   
  Sakitu se dulu, malam ko, hanyo sambia lalu se. Mudahan ado manfaatnyo.
   
  Salam
  Heri
  (L.44+)

Nofiardi <[EMAIL PROTECTED]> a écrit :
  

Gamawan : Undang Pers Asing ke Sumbar, Promosi Ampuh


17-02-2008


BUKITTINGGI  --- Metode 'menoleh keluar' dengan berbondong-bondong ke luar 
negeri  untuk mempromosikan wisata Sumbar tidak ampuh lagi. Menurut Gubernur  
Sumbar H. Gamawan Fauzi, sudah saatnya Sumbar ke depan punya kiat  bagaimana 
mendatangkan banyak orang ke Sumbar dengan memanfaatkan pers.


"Penyampaian  informasi yang ampuh, memang hanya pers. Karena itu ke depan, 
kita coba  undang pers asing ke Sumbar sebanyak mungkin dan kita siap  
memfasilitasi,"ulas Gamawan pada temu dialog dengan 9 wartawan asing  
perwakilan Indonesia mewakili sejumlah negara di Istana Bung Hatta  Minggu 
(17/02) pagi.

Kegiatan  selepas Resepsi Hari Pers Nasional dan merayakan HUT PWI ke-62 itu,  
Gamawan memujikan langkah awal PWI Cab.Sumbar bekerjasama dengan PWI  Pusat 
mendatangkan rombongan pers asing berturis ke Sumbar menjelang  presentasi 
Walikota Bukittinggi Drs.H.Djufri, Bupati Agam Aristo  Munandar dan Walikota 
Sawahlunto Amran Nur.

Usai Gubernur  menyerahkan penghargaan pemerintah pusat kepada pahlawan 
nasional  Rohana Kudus sebagai pers perempuan pertama Indonesia pada malamnya,  
Gamawan merasa yakin dengan cara mengundang pers asing itu akan membuka  
peluang pangsa pasar promosi lebih besar sekaligus lebih hemat dan  ampuh.

"Sudah pasti, dengan hasil kunjungan mereka ke Sumbar  akan ditulisnya di media 
masing-masing. Dengan informasi mendunia itu,  masyarakat negara-negara maju 
maupun yang baru merangkak kaya akan  berbondong-bondong ke Ranah Minang ini. 
Jangan cuma ke Bali saja,  karena sejauh ini Eropa atau Australia cuma kenal 
Indonesia dengan  Bali,"ujarnya.

Menurut  Gamawan, dengan berpromosi ke luar negeri membawa sejumlah orang,  
selain menghabiskan waktu dan biaya sangat besar, juga tidak ampuh.  "Taruhlah 
kita show kian kemari disana, toh tidak banyak warga negara  itu akan melek. 
Tapi bila tulisan di media menyangkut Ranah Minang  dimedianya, maka jutaan 
warganya akan baca,"ujarnya. (Atiak)

            
---------------------------------
   Ne gardez plus qu'une seule adresse mail ! Copiez vos mails vers Yahoo! Mail
    
  



Denny S. Batubara 
 www.dennysb.tk              
 dbatubara.blogspot.com
www.friendster.com/dennysb
+62 8126522684                
 
       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke