Salam Ajo Duta dan dinda Akmal, Tulisan alm, pak Darwin Bahar dibawah ini, mungkin akan jadi kenangan sanak2 di Palanta, khususnya bagi 1. Ajo Duta pada alm Pak Darwin Bahar yang akan menuliskan kisah berikutnya
2. Dinda Akmal, sebagai wasiat dari alm yang saya kutip kalimat alm, sbb : A. bagaimana caranya agar buku-buku semacam ini bisa menjangkau lebih banyak lagi generasi muda—minimal di Sumatra Barat B. "Dan saya bermimpi, ada Koran lokal di Sumatra Barat yang berani membeli hak untuk menerbitkan “Presiden Prawiranegara”—dan kemudian TCBP—sebagai cerita bersambung di Koran tersebut" Demikian dan terima kasih. Wassalam, Evy Nizhamul Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: "Darwin Bahar" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 24 Mar 2013 12:12:20 To: 'Palanta Rantaunet'<[email protected]> Reply-To: [email protected] Cc: Ajo Duta<[email protected]>; Akmal Nasery Basral<[email protected]> Subject: [R@ntau-Net] Sekali Lagi tentang Novel Sejarah Presiden Prawiranegara Sanak Sa Palanta nan Ambo Hormati; Sebelum meneruskan perjalanan setelah bersilaturakmi dan menjenguk kami di Depok pekan lalu, Ajo Duta mengeluarkan sebuah buku dari tasnya. "Buat Uda Darwin saja, saya sudah punya buku yang sama," ujarnya. Tadinya saya mengira TCBP, tetapi begitu melihat sampulnya itu, saya segera tahu bahwa itu adalah "Presiden Prawiranegara". Saya adalah penggemar mata pelajaran / bacaan sejarah sejak SR (SD) dulu. Penglihatan terbatas ternyata tidak menghalangi saya untuk melahap buku itu dalam waktu yang tidak terlalu lama (Alhamdulillah saya juga masih dapat membaca Koran Kompas edisi cetak setiap pagi). Oleh sebab itu, sebagian besar peristiwa serta tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam novel tersebut bukan peristiwa atau tokoh-tokoh asing bagi saya, tetapi tetap saja ada hal-hal baru atau stressing terhadap hal-hal yang saya sudah ketahui selama ini. Itu di luar cara bertutur yang lancar dan "menghanyutkan" Yang pertama tentu, ternyata PDRI merupakan tonggak yang sangat penting dalam perjuangan bagi kelanjutan eksistensi NKRI di saat-saat genting, tidak saja di bidang diplomasi internasional, tetapi juga di bidang militer. Dan fakta sejarah mengenai pernyataan subordinasi Panglima Sudirman dan jajarannya terhadap PDRI, merupakan sesuatu yang baru dan sekali gus agak mencengangkan saya. Idem ditto, fakta sejarah, bahwa Bukittinggi, di samping Yogya dan Aceh tidak merupakan bagian dari Negara federal bentukan Van Mook. Melalui novel tersebut, saya juga lebih mengenal sosok dan peranan Mr Sutan Moh Rasyid, yang ternyata pernah menjabat residen Sumatra Barat, Mr Teuku Moh Hasan serta beberapa tokoh sejarah lainnya. Dan tentu saja Presiden (tanpa tanda kutip) Prawiranegara, salah satu mahaputra Republik ini yang kebesaran seakan-akan tersamar oleh kebesaran Bung Karno, Bung Hatta, Pak Natsir, Sutan Syahrir, H Agus Salim dan Sri Sultan HB IX, terungkap dengan jelas-antara lain melalui dialog antara tokoh imajiner Kamil Koto dengan tokoh besar ini-dalam novel sejarah ini Pertanyaannya, bagaimana caranya agar buku-buku semacam ini bisa menjangkau lebih banyak lagi generasi muda-minimal di Sumatra Barat-pada saat-saat defisit keteladanan terjadi baik di level nasional maupun regional seperti sekarang ini. Dan saya bermimpi, ada Koran lokal di Sumatra Barat yang berani membeli hak untuk menerbitkan "Presiden Prawiranegara"-dan kemudian TCBP-sebagai cerita bersambung di Koran tersebut. Baa tu Pak Kusie? Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 69+), asal Padangpanjang, tinggal di Depok Tidak ada jalan pintas ke Surga, Tidak ada "panacea", obat tunggal yang mujarab mengobati semua penyakit -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
