Dikutip Dari seorang teman yang mendapatkannya dalam milis
sebelah..............

Kadang kala kita terlalu SOMBONG dengan segala yang kita miliki di Dunia
sehingga kita melupakan kemana sebenarnya tujuan akhir kita,
jabatan...., kekayaan,....gelar,.... seolah olah menjadi merek yang
harus dihormati oleh orang lain, padahal itu tak berarti apa apa jika
dibanding kemuliaan oleh dua anak manusia super di jembatan
penyeberangan ini

DUA MANUSIA SUPER DI JEMBATAN SETIABUDI

Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki
Mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga Kita selalu
Diingatkan.

* * * * *

Siang ini February 6, 2008, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia
super. 
Mereka mahluk mahluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya
diatas Jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur
kira-kira Delapan  tahun  menjajakan  tissue dengan wadah kantong
plastik hitam.

Saat menyeberang untuk makan siang  mereka menawari saya  tissue diujung
Jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat
Tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh
mereka Dengan ucapan, "Terima kasih Om!"  Saya masih tak menyadari
kemuliaan Mereka Dan cuma mulai membuka  sedikit senyum seraya
mengangguk ke arah Mereka.

Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa
Seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang
penuh Keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan
saya, lagi Lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari
mulut kecil Mereka. Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka
tetap teronggok Disudut jembatan  tertabrak derai angin Jakarta. Saya
melewatinya dengan Lirikan kearah dalam  kantong itu, duapertiga  terisi
tissue putih Berbalut plastik transparan .

* * * * *

Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama  Dan mendapati
mereka Tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum diwajah mereka
terlihat Berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit
Jakarta .

"Terima kasih ya mbak. Semuanya dua ribu lima ratus rupiah!"  tukas
mereka, Tak lama si wanita merogoh tasnya Dan mengeluarkan uang sejumlah
sepuluh Ribu rupiah.

"Maaf, nggak Ada kembaliannya.. Ada uang pas nggak mbak?" Mereka
Menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng,  lalu dengan
Sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah
Mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.

"Om boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?" suaranya mengingatkan
Kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya
merogoh Saku celana Dan hanya menemukan uang sisa kembalian  food court
sebesar Empat ribu rupiah.

"Nggak punya!" tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata, "Ambil saja
Kembaliannya, dik!" sambil berbalik badan Dan meneruskan langkahnya
kearah Ujung sebelah timur.

Anak ini terkesiap, IA  menyambar uang empat ribuan saya Dan menukarnya
Dengan uang sepuluh ribuan tersebut Dan meletakkannya  kegenggaman saya
yang Masih tetap berhenti,  lalu IA  mengejar wanita tersebut untuk
memberikan Uang empat ribu rupiah tadi.

Si wanita kaget, setengah berteriak IA bilang, "Sudah buat kamu saja,
nggak Apa-apa ambil saja!" Namun mereka berkeras mengembalikan uang
tersebut.
"Maaf mbak, cuma Ada empat ribu. Nanti kalau lewat sini lagi saya
Kembalikan!" Akhirnya uang itu diterima is wanita karena is kecil pergi
Meninggalkannya.

* * * * *

Tinggallah episode saya Dan mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya
Tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya Dan berujar,
"Om, bisa tunggu ya. Saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek!"

"Eeh ..nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu
ke Is kecil, IA menerimanya tapi terus berlari ke bawah jembatan
menuruni
Tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. 

Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya,
"Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar"
"Nggak apa-apa, itu buat kalian," lanjut saya.
"Jangan ..jangan Om. Itu uang om sama mbak yang tadi juga," anak itu
Bersikeras.
"Sudah .. Saya Ikhlas. Mbak tadi juga pasti ikhlas!" saya berusaha
Mem-bargain, namun IA menghalangi saya sejenak Dan berlari keujung
jembatan Berteriak memanggil temannya untuk segera cepat. Secepat kilat
juga IA Meraih kantong plastik hitamnya Dan berlari kearah saya.

"Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." IA memberi saya delapan pack
Tissue.

"Buat apa?" saya terbengong.

"Habis teman saya lama sih Om. Maaf, tukar pakai tissue aja dulu," walau
dikembali kan IA tetap menolak.

Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya
Kalah set. Ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya.
Beberapa saat saya mematung di sana, sampai sikecil telah kembali dengan
Genggaman uang receh sepuluh ribu, Dan mengambil tissue dari tangan saya
Serta memberikan uang empat  ribu rupiah.

"Terima kasih Om!" Mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup
ter dengar percakapan, "Duit mbak tadi gimana ..?" Suara kecil yang lain
Menyahut, "Lu hafal kan orangnya. Kali aja ketemu lagi ntar Kita
Kasihin..." Percakapan itu sayup sayup menghilang. Saya terhenyak dan
Kembali kekantor dengan seribu perasaan.

* * * * *

Tuhan .. Hari ini saya belajar dari dua manusia super. Kekuatan
kepribadian Mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh. Mereka
berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra. Mereka
tahu hak mereka dan hak orang lain. Mereka berusaha tak meminta minta
dengan berdagang Tissue.

Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan di umur
mereka yang begitu belia.


Saya membandingkan  keserakahan kita, yang tak pernah ingin sedikitpun
berkurang rizki kita meski dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang
lain.

"Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana. Kitalah yang memilih
untuk menjadi bijaksana atau tidak."

Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan  teman lainnya
untuk lebih SUPER.

Dikutip oleh

Azizar Aras (61)


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke