AWW bapak saaf. Pastilah orangtua atau wali dari anak2 ini menanamkan ilmu 
agama dan pentingnya kejujuran serta harga diri kepada anak2 ini. Ifah ingat 
cara papa mengajari kejujuran. Papa kasih tau arti hanifah dan berharap ifah 
jadi anak yang jujur. Lalu papa ceritakan beratnya tantangan jadi orang jujur. 
Apalagi papa orang perbankan yang berhadapan dengan uang yang menumpuk. Papa 
ingatkan ada yang melihat apa yang kita lakukan. Jadi ifah jarang jg ambil yang 
bukan hak ifah. Pernah sih krn kita dalam sistem tentu ada sisa2 dana yang 
kadang kita bagi rata. Biasanya anak2 jatuh sakit atau uang tsb hanya numpang 
lewat krn ada saja jalan keluarnya kembali. Jadi dpt hukuman langsung. Kalau 
ifah lihat teman yang suka sikut sana sikut sini. Hambat teman. Dll. Sering 
berburuk sangka pd orang lain. Berusaha jadi boss biar bisa manfaatkan jabatan. 
Dll. Boss yang bersih terlihat dari ketenangan dan kebijakannya dalam bersikap. 
Wass. Hanifah

Dr.Saafroedin BAHAR wrote: 
> Assalamualaikum w.w. Dinda Suheimi , Sanak Azizar Aras, dan para sanak sa 
> palanta, Sungguh, hati siapa yang tidak akan trenyuh membaca kisah ini, bahwa 
> di tengah-tengah Indonesia yang sarat dengan korupsi ini masih ada dua 
> manusia kecil, yang di tengah kesengsaraan hidupnya masih punya kejujuran dan 
> harga diri yang tinggi, yang tidak mau mengambil apa yang bukan haknya. Saya 
> setuju dengan nama yang Dinda Suheimi berikan kepada mereka: manusia super 
> atau lebih tepat : calon manusia super. Saya doakan semoga Allah swt 
> memberikan rezeki halal yang banyak kepada mereka, dan siapa tahu, salah satu 
> atau kedua-duanya bisa ditakdirkan memimpin Indonesia yang sudah porak 
> poranda dilanda 'tsunami' korupsi ini. Wassalam, Saafroedin Bahar  (L, 
> 70+6+10, Jakarta)  'Ya Allah, tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan 
> Engkau ridhoi'  'Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia 
> lainnya' 'Taqdir di tangan Allah swt, Nasib di tangan Manusia'  'Puji syukur
 aku sampaikan pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah 
Engkau anugerahkan kepada aku dan keluargaku'. 'Mari berlomba berbuat kebaikan' 
'Setiap manusia adalah baik, sampai terbukti sebaliknya' 'Jangan pernah 
berhutang dan jangan mudah berpiutang' --- On Wed, 2/20/08, suheimi ksuheimi 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: suheimi
>  ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: DUA MANUSIA 
> SUPER To: [email protected] Date: Wednesday, February 20, 2008, 
> 11:32 AM Saya trenyuh membaca kisah nyata ini  Banyak orang-orang mulia di 
> sekitar kita  Anak-anak itu telah tebarkan kejujuran dan semnagt kerja yg 
> tinggi  Do'a kami menyertai mereka     salam     K Suheimi YPC - 19 Azizar 
> Aras <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Dikutip Dari seorang teman yang 
> mendapatkannya dalam milis sebelah.............. Kadang kala kita terlalu 
> SOMBONG dengan segala yang kita miliki di Dunia sehingga kita melupakan 
> kemana sebenarnya tujuan akhir kita, jabatan...., kekayaan,....gelar,.... 
> seolah olah
>  menjadi merek yang harus dihormati oleh orang lain, padahal itu tak berarti 
> apa apa jika dibanding kemuliaan oleh dua anak manusia super di jembatan 
> penyeberangan ini DUA MANUSIA SUPER DI JEMBATAN
>  SETIABUDI Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki 
> Mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga Kita selalu 
> Diingatkan. * * * * * Siang ini February 6, 2008, tanpa sengaja, saya bertemu 
> dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil, kurus, kumal berbasuh 
> keringat. Tepatnya diatas Jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil 
> berumur kira-kira Delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong 
> plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue 
> diujung Jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya 
> mengangkat Tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya 
> oleh mereka Dengan ucapan, "Terima kasih Om!" Saya masih tak menyadari 
> kemuliaan Mereka Dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke 
> arah Mereka. Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan ,
>  menyapa Seorang laki laki
>  lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh Keceriaan, laki 
> laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi Lagi sayup sayup 
> saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil Mereka. Kantong hitam 
> tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok Disudut jembatan tertabrak 
> derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan Lirikan kearah dalam kantong 
> itu, duapertiga terisi tissue putih Berbalut plastik transparan . * * * * * 
> Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama Dan mendapati mereka 
> Tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum diwajah mereka terlihat 
> Berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta . 
> "Terima kasih ya mbak. Semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, 
> Tak lama si wanita merogoh tasnya Dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh Ribu 
> rupiah. "Maaf, nggak Ada kembaliannya.. Ada uang pas nggak mbak?"
>  Mereka Menyodorkan kembali uang
>  tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan Sigapnya anak yang bertubuh 
> lebih kecil menghampiri saya yang tengah Mengamati mereka bertiga pada jarak 
> empat meter. "Om boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?" suaranya 
> mengingatkan Kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak 
> saya merogoh Saku celana Dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court 
> sebesar Empat ribu rupiah. "Nggak punya!" tukas saya. Lalu tak lama si wanita 
> berkata, "Ambil saja Kembaliannya, dik!" sambil berbalik badan Dan meneruskan 
> langkahnya kearah Ujung sebelah timur. Anak ini terkesiap, IA menyambar uang 
> empat ribuan saya Dan menukarnya Dengan uang sepuluh ribuan tersebut Dan 
> meletakkannya kegenggaman saya yang Masih tetap berhenti, lalu IA mengejar 
> wanita tersebut untuk memberikan Uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita 
> kaget, setengah berteriak IA bilang, "Sudah buat kamu saja, nggak Apa-apa 
> ambil
>  saja!" Namun mereka
>  berkeras mengembalikan uang tersebut. "Maaf mbak, cuma Ada empat ribu. Nanti 
> kalau lewat sini lagi saya Kembalikan!" Akhirnya uang itu diterima is wanita 
> karena is kecil pergi Meninggalkannya. * * * * * Tinggallah episode saya Dan 
> mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya Tentu bukan sepenuhnya milik saya. 
> Mereka menghampiri saya Dan berujar, "Om, bisa tunggu ya. Saya kebawah dulu 
> untuk tukar uang ketukang ojek!" "Eeh ..nggak usah ..nggak usah ..biar aja 
> ..nih !" saya kasih uang itu ke Is kecil, IA menerimanya tapi terus berlari 
> ke bawah jembatan menuruni Tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang 
> ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya, 
> "Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar" "Nggak apa-apa, itu buat 
> kalian," lanjut saya. "Jangan ..jangan Om. Itu uang om sama mbak yang tadi 
> juga," anak itu Bersikeras. "Sudah .. Saya Ikhlas. Mbak
>  tadi juga pasti
>  ikhlas!" saya berusaha Mem-bargain, namun IA menghalangi saya sejenak Dan 
> berlari keujung jembatan Berteriak memanggil temannya untuk segera cepat. 
> Secepat kilat juga IA Meraih kantong plastik hitamnya Dan berlari kearah 
> saya. "Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." IA memberi saya delapan pack 
> Tissue. "Buat apa?" saya terbengong. "Habis teman saya lama sih Om. Maaf, 
> tukar pakai tissue aja dulu," walau dikembali kan IA tetap menolak. Saya 
> tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya Kalah set. 
> Ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya. Beberapa saat saya 
> mematung di sana, sampai sikecil telah kembali dengan Genggaman uang receh 
> sepuluh ribu, Dan mengambil tissue dari tangan saya Serta memberikan uang 
> empat ribu rupiah. "Terima kasih Om!" Mereka kembali keujung jembatan sambil 
> sayup sayup ter dengar percakapan, "Duit mbak tadi gimana ..?" Suara kecil 
> yang
>  lain Menyahut,
>  "Lu hafal kan orangnya. Kali aja ketemu lagi ntar Kita Kasihin..." 
> Percakapan itu sayup sayup menghilang. Saya terhenyak dan Kembali kekantor 
> dengan seribu perasaan. * * * * * Tuhan .. Hari ini saya belajar dari dua 
> manusia super. Kekuatan kepribadian Mereka menaklukan Jakarta membuat saya 
> trenyuh. Mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra. 
> Mereka tahu hak mereka dan hak orang lain. Mereka berusaha tak meminta minta 
> dengan berdagang Tissue. Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki 
> kemuliaan di umur mereka yang begitu belia. Saya membandingkan keserakahan 
> kita, yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizki kita meski dalam rizki 
> itu sebetulnya ada milik orang lain. "Usia memang tidak menjamin kita menjadi 
> Bijaksana. Kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak." Semoga 
> pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan teman
>  lainnya untuk lebih
>  SUPER. Dikutip oleh Azizar Aras (61)      Be a better friend, newshound, and 
> know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now. 
>       Be a better friend, newshound, and 
> know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now. 
> 


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke