Assalamualaikum. Wr. Wb Ndak ado nan membantah bahasonyo Ranah Minang adolah alam nan indah, Tapi banyak nan membantah nagari kito tatingga dan cobo pulo tanyo diri kito sendiri. Ambo yakin masih sangek banyak nan maraso lebih terhormat dari urang Jawa.
Banyak diantaro kito, pemimpin kito, mamak kito ndak menyadari kampuang kito nan samakin tapuruak jo tahimpik dalam kemiskinan. Lai banyak dunsanak kito dari Rantau ingin mambukak lapangan karajo di Ranah susah pulo mandapek izinnyo. ba'a ko wai ooiiii.... Wassalam, Zulidamel ----- Original Message ----- From: HIFNI HFD To: [email protected] Sent: Wednesday, February 20, 2008 3:12 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Puisi " Ranah Minangku " Assalamualaikum. Wr. Wb Dibawah ini ado sebuah puisi yang sangat menyentuh hati ambo, yang ditulis oleh Puti bungsu di Cimbuak.net. Dua pengertian yang dipetik dari isi puisi itu yaitu : - keindahan alam yang memiliki " potensi pariwisata ", namun tergelitiknya adanya kemiskinan yang sedang terjadi di ranah awak. Somga menjadi renungan kita bersama. < oo > " Puisi Ranah Minangku " " Ketika menjelang pesawat ini mendarat di BIM, telah terlihat indahnya ranah minangku. Hamparan hutan dan bukit berbaris rapi indah dan berseri. Hamparan pasir putih bagaikan merenda tepian lautan oh indahnya ranah minangku Negeri yang elok dengan 4 danau terhampar sunyi panorama dan ngarai dengan air sungai yang mengalir tenang Dua gunung - merapi dan singgalang tegak menjagamu serta hamparan lautan tempat kita berselancar Air mataku haru.. Ingin ku bersuara pada semua anak rantau inilah negeri intan yang berlapis emas negerimu... sanak....!!!! kaya akan budaya, adat istiadat, dan alam yang indah Hatiku berbisik.. apa kata sanak dirantau di cimbuak mereka melampiaskan rindu kampungnya kampung yang harus dipelihara oleh ninik mamak bundo kanduang yang menjadi limpapeh rumah nan gadang Masihkah ada tutur kata yang indah dengan senyum yang imanis dengan segala sambutan yang ramah ? Amboi.. sungguh sayang keramahan itu sirna sudah oleh kemiskinan ranahku kemiskinan yang bernilai materi hatiku sedih.. apa yang bisa ku perbuat. banyak yang ingin kuungkapkan kalimat kesedihan.. kalimat penyesalan mengapa mereka sulit untuk bangkit apakah kita yang terlalu memanjakannya selama ini ? terlalu solider atas dirinya ? Sihingga apa yang diinginkan dengan mudah berharap bantuan dari urang rantau .. ?? Manjakah mereka...??? oh sanak... bangkitlah.. kita telah jauh tertinggal. mengapa semakin banyak pengemis diranah yang kaya ini Apakah tidak ada lagi ninik mamak yang menjagamu... mengapa tidak ada lagi budaya malu.. dimata mereka yang meminta-minta ditengah keramaian tidak adakah lagi induk bako dan ninik mamak yang menolongmu... Wahai sanak... itulah yang terjadi di ranahku ranah minang yang kita cintai.... (catatan perjalanan Puti bungsu ke kampung halaman) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
