Assalamualaikum w.w. Sanak Zulidamel, Hifni, dan para sanak sa palanta,

Puisi yang ditulis oleh Puti Bungsu di bawah ini membawa kita pada masalah [semakin]  jauhnya jarak antara pepatah-pepatah petitih yang indah dengan kenyataan hidup sehari-hari di Ranah. Masalah ini memang agak jarang kita bahas. Sering sekali terdapat kesan bahwa apa yang terkandung dalam kalimat-kalimat indah pepatah petitih tersebut sudah dengan sendirinya terdapat dalam kenyataan. Pada hal belum tentu demikian keadaannya, karena itu layak kita bahas dalam rangka ABS SBK. Saya alokasikan nomor registrasi DIM 16.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 70+6+11, Jakarta)
'Ya Allah, tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi'
'Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya'
'Taqdir di tangan Allah swt, Nasib di tangan Manusia'
'Puji syukur aku sampaikan pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada aku dan keluargaku'.
'Mari berlomba berbuat kebaikan'
'Setiap manusia adalah baik, sampai terbukti sebaliknya'
'Jangan pernah berhutang dan jangan mudah berpiutang'


--- On Wed, 2/20/08, Zulidamel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Zulidamel <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Puisi " Ranah Minangku "
To: [email protected]
Date: Wednesday, February 20, 2008, 5:18 PM

Assalamualaikum. Wr. Wb
Ndak ado nan membantah bahasonyo Ranah Minang adolah alam nan indah, Tapi banyak nan membantah nagari kito tatingga dan cobo pulo tanyo diri kito sendiri. Ambo yakin masih sangek banyak nan maraso lebih terhormat dari urang Jawa.
 
Banyak  diantaro kito, pemimpin kito, mamak kito  ndak menyadari kampuang kito nan samakin tapuruak jo tahimpik dalam kemiskinan.
Lai banyak dunsanak kito dari Rantau ingin mambukak lapangan karajo di Ranah susah pulo mandapek izinnyo.
 
ba'a ko wai ooiiii....
 
Wassalam,
Zulidamel
----- Original Message -----
From: HIFNI HFD
Sent: Wednesday, February 20, 2008 3:12 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Puisi " Ranah Minangku "

Assalamualaikum. Wr. Wb
   
    Dibawah ini ado sebuah puisi yang sangat menyentuh hati ambo, yang ditulis oleh Puti bungsu di Cimbuak.net. Dua pengertian yang dipetik dari isi puisi itu yaitu : - keindahan alam yang memiliki " potensi pariwisata ", namun tergelitiknya  adanya kemiskinan yang sedang terjadi di ranah awak.
Somga menjadi renungan kita bersama.

                                                   < oo >

                                     " Puisi Ranah Minangku "

" Ketika menjelang pesawat ini mendarat di BIM,
telah terlihat indahnya ranah minangku.
Hamparan hutan dan bukit berbaris rapi indah dan berseri.
Hamparan pasir putih bagaikan merenda tepian lautan
oh indahnya ranah minangku

Negeri yang elok dengan 4 danau terhampar sunyi
panorama dan ngarai dengan air sungai
yang mengalir tenang
Dua gunung - merapi dan singgalang tegak menjagamu
serta hamparan lautan tempat kita berselancar

Air mataku haru..
Ingin ku bersuara pada semua anak rantau
inilah negeri intan yang berlapis emas
negerimu... sanak....!!!!
kaya akan budaya, adat istiadat, dan alam yang indah

Hatiku berbisik.. apa kata sanak dirantau
di cimbuak mereka melampiaskan rindu kampungnya
kampung yang harus dipelihara oleh ninik mamak
bundo kanduang yang menjadi limpapeh
rumah nan gadang

Masihkah ada tutur kata yang indah
dengan senyum yang imanis
dengan segala sambutan yang ramah ?

Amboi.. sungguh sayang
keramahan itu sirna sudah oleh kemiskinan ranahku
kemiskinan yang bernilai materi
hatiku sedih.. apa yang bisa ku perbuat.

banyak yang ingin kuungkapkan
kalimat kesedihan.. kalimat penyesalan
mengapa mereka sulit untuk bangkit
apakah kita yang terlalu memanjakannya selama ini ?
terlalu solider atas dirinya ?
Sihingga apa yang diinginkan dengan mudah
berharap bantuan dari urang rantau .. ??

Manjakah mereka...???
oh sanak... bangkitlah..
kita telah jauh tertinggal.
mengapa semakin banyak pengemis diranah yang kaya ini
Apakah tidak ada lagi ninik mamak yang menjagamu...

mengapa tidak ada lagi budaya malu.. dimata mereka
yang meminta-minta ditengah keramaian
tidak adakah lagi induk bako dan ninik mamak yang menolongmu...

Wahai sanak... itulah yang terjadi di ranahku
ranah minang yang kita cintai....


(catatan perjalanan Puti bungsu ke kampung halaman)




Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke