Dengan politik primordialisme seperti dipaparkan Dinda Imran di bawah ini, tidak heran jika ekses negatif Pilkada di pelbagai tempat di Indonesia terus memburuk dari tahun ke tahun.
Kandidat yang sudah berhasil memenangkan Pilkada, akan menjadi lokomotif penghela bagi urang "saparuik" dst untuk jadi penguasa (dalam skala lebih rendah) seperti yang terjadi di Banten kini. Kandidat yang tak berhasil mendapat kursi, akan menyulut spirit "saparuik", "sasuku", "sakampuang halaman" untuk menggugat kemenangan pihak lain, seperti hampir tiap hari terlihat di layar televisi. Ini ciri-ciri masyarakat yang masih berada di level "low trust society". Agar relevan dengan konteks ABS SBK, bagaimana sebetulnya ajaran ABS SBK bagi rakyat badarai Minang (bukan hanya di Pariaman) saja dalam memilih pemimpin? Apakah kriteria "saparuik", "di bawah daguak", "sa suku", dst, itu yang menjadi pokok ajaran dalam memilih pemimpin? Mohon pencerahan para dunsanak semua. Wassalam, ANB 44+, Cibubur Pada Selasa, 16 April 2013, Imran Al menulis: > > logika ambo sebagai salah seorang pemilih, calon yg ka dicoblos, tantu > yang paling dakek hubungan kekerabatannyo dengan pemilih itu sendiri. > > Apo kah itu, dek saparauik, "di bawah daguak," sa suku, > sa kampuang > dan alasan lainnyo terkait hubungan kekerabatan lainnyo. > > kredo nyo, kalau ado dunsanak awak yang maju, manga pulo orang lain nan ka > dipiliah... > > ambo raso, logika ambo tu, jadi logika pemilih masyarakaik piaman juo > secara umum di pemilu kepala daerah nantik > > imran, 37+ > tingga di padang > > > Tanyo ciek rang lapau: sajauah ma *politik etnis* bamain dalam ranah > politik nasional contemporer di nagari awak ko? > > Wassalam, > Suryadi > > *Dari:* " > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
