Semoga dapat bantuan segera. Dari Padang Ekspres kita baca:
Bocah 8 Tahun Butuh Biaya Beli Lensa Mata Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Selasa, 30/04/2013 11:48 WIB • REDAKSI • 61 klik [image: Dino] *Agam, Padek*—Sungguh memprihatinkan nasib Dino, 8. Bocah asal Jorong Muaro Putuih Nagari Tiku Limo kecamatan Tanjung Mutiara Agam itu mengalami kebutaan sejak lahir. Ironisnya, orangtua Dino tak punya biaya untuk operasi mata. Menurut ayah Dino, Indra, semenjak lahir anaknya itu tidak bisa melihat. Karena keterbatasan, Dino tidak dibawa untuk berobat mata ke rumah sakit. “Kami pasrah saja untuk merawat Dino dengan keterbatasan tidak dapat melihat,” tutur Indra. Ketika Dino berusia satu tahun ada keinginan Indra membawa Dino ke rumh sakit, lagi-lagi masalah biaya yang menjadi kendala bagi balita itu menjalani operasi mata. Indra hanya berprofesi sebagai buruh tani dengan penghasilan Rp 50 ribu perhari, itu pun tidak tetap tiap hari. “Saya tidak punya apa-apa. saya buruh tani yang penghasilan sehari cukup buat makan saja,” ujarnya. Tahun bertambah, usia Dino kini genap 8 tahun, namun bocah itu tidak dapat bermain layaknya balita normal lainnya. Kala teman yang lain bermain sambil berteriak-teriak gembira, Dino hanya terdiam sambil tersenyum menumpang kegembiraan temannya lewat suara yang dirangkap telinganya. Sang ayah dan ibunya Dino mengaku pasrah atas keadaan anaknya. Mau apa lagi, biaya besar yang dibutuhkan untuk memulihkan mata sang anak tak kunjung dipunyai. Ia mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah maupun uluran tangan dermawan agar dapat meringankan penderitaan buah hatinya. “Saya hanya bisa berharap ada bantuan dari pemerintah atau dermawan. Selain itu saya hanya bisa pasrah atas kesembuhan anak saya ini. Saat ini saya ada dibantu wali nagari untuk mendapatkan pengobatan mata anak saya dari Dinas Kesehatan Agam. Biaya operasi memang ditanggung namun untuk membeli lensa mata anak saya dan biaya hidup selama anak saya dirawat Mj Djamil Padang kami tidak punya uang. Kami sangat berharap pak wali nagari bisa mendapatkan biaya tersebut yang sekitar Rp 5 juta,” imbuh Indra sambil menangis tak kuasa melihat penderitaan sang anaknya. Terpisah Wali Nagari Nagari Tiku Limo Jorong Bagindo Rosman mengatakan, pihaknya mengakui ada salah satu warganya yang saat ini sangat membutuhkan biaya untuk membeli lensa masa anaknya. Menurut Bagindo Rosman, awalnya kasus ini ditemukan oleh tim kesehatan Agam yang sengaja datang ke nagari itu untuk mendata jumlah warga yang mengalami kebutaan dan akan disalurkan untuk program operasi katarak. “Lalu ditemukanlah Dino tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan,” katanya. *(y)* maka dokter memutuskan Dino bisa ditolong operasinya di Rumah Sakit M Djamil Padang. Saat ini saya upayakan untuk mencari tambahan biaya tersebut untuk keperluan Dino sebab kini saya sudah mendapatkan batuan sekitar Rp 1 juta dan kini masih kurang Rp 4 juta lagi,”katanya.*(y)* [ Red/Administrator ] -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
