Sanak Andiko n.a.h.,
tradisi Barosok ko ado digambarkan dalam film "Negeri 5 Menara" (adaptasi
dari novel berjudul sama karya Ahmad Fuadi, sastrawan muda  Minang
kelahiran Bayur, Maninjau). Menarik melihat adegan ini, sehingga anak-anak
ambo bertanya, "Itu mereka lagi ngapain, Pa? Kok tangannya gerak-gerak di
balik sarung?"

Bagi ambo dan lahia dan gadang di rantau dan alun pernah mancaliek langsung
barosok (hanyo mandanga sajo tentang tradisi ko), adegan barosok dalam
"Negeri 5 Menara" itu sangat membantu.

Wassalam,

ANB
45, Cibubur


Pada Jumat, 10 Mei 2013, Andiko menulis:

> Barosok corao jua balinyo mak ngah, di bawah sedikit artikelnyo
>
> Tradisi Barosok yang Bikin Penasaran
> REP | 05 November 2011 | 01:55 Dibaca: 157    Komentar: 17    Nihil
> Hari raya kurban akan segera datang. Hawa-hawa nya sudah tercium dari
> sekarang. Hhhmmm … dimana-mana terendus aroma yang cukup kuat, apalagi
> kalau bukan aroma tubuh dan kotoran si emmooh dan si embek yang membuat
> perut jadi turun naik.
>
> Tiba-tiba saja pedagang hewan kurban mendadak muncul dimana-mana. Di
> pinggir-pinggir jalanan  ibukota pedagang hewan kurban menjamur bak
> cendawan di musim hujan ( lhaaa … emang sekarang lagi musim hujan kan ..
> hehe..).  Terlihat para calon pembeli mondar mandir untuk melihat-lihat
> hewan yang sesuai dengan keinginan mereka, diselingi tawar menawar harga
> dengan penjual secara terang-terangan. Para penjual pun berlomba menawarkan
> harga yang bersaing agar para pembeli berkenan membeli hewan ternak mereka.
>
> Lain di ibukota, lain juga di kampung halaman saya, di Sumatera Barat
> sana. Saya ingat dulu sewaktu saya masih SD, saya pernah di ajak oleh salah
> seorang Om (kakak laki-laki ibu saya)  saya ke sebuah pasar ternak di
> daerah Payakumbuh. Om kala itu hendak membeli seekor sapi untuk di
> kurbankan pada hari raya Idul Adha. Saya yang pertama kali di bawa ke pasar
> ternak tersebut begitu heran, kenapa orang-orang saling bersalaman di balik
> baju, sarung atau pun saputangan. Dan ternyata om saya juga melakukan hal
> yang serupa dengan salah seorang pedagang. Dalam perjalanan pulang saya pun
> menanyakan perihal yang membuat saya terheran sewaktu berada di pasar
> ternak tadi. Om menjelaskan bahwa itu di sebut dengan istilah ” barosok “.
>
> Barosok sudah menjadi tradisi jual beli di pasar ternak secara turun
> temurun di Sumatera Barat konon sejak zaman raja-raja Minangkabau dulu. Di
> sebut Barosok karena tawar menawar terjadi dengan cara berpegangan (lebih
> tepatnya berjabat) tangan di balik kain atau baju.  Barosok dalam bahasa
> Minang berarti dipegang dengan tangan. Tradisi ini cukup unik,  setelah
> pembeli merasa cocok dengan hewan yang akan dibelinya, maka tawar menawar
> pun terjadi dengan si penjual. Mereka tidak mengeluarkan suara saat tawar
> menawar harga, melainkan berjabat tangan di balik kain atau baju.
>
> Mereka tidak sekedar berjabat tangan saja, tetapi di balik kain tersebut
> jari-jari mereka ” bermain ” sebagai penanda naik turunnya harga.
> Masing-masing jari memiliki harga yang hanya bisa dimengerti oleh mereka
> berdua saja. Setelah di dapat kesepakatan harga, maka sapi atau kerbau
> boleh di bawa pulang oleh pembeli.
>
> Tradisi turun menurun yang masih berlangsung sampai sekarang ini memiliki
> beragam makna, di antaranya adalah, agar harga hewan di pasaran ternak
> tetap terjaga kerahasiaannya sehingga oknum-oknum berduit yang ingin
> mengacaukan harga tidak bisa berkutik lagi. Kemudian jika si penjual pintar
> bertransaksi, ia akan bisa memperoleh untung tanpa adanya tekanan dari
> pihak lain. Si pembeli pun akan dengan leluasa menjual kembali hewannya
> tersebut sesuai dengan harga yang diingikannya dan tentu akan mendapatkan
> untung yang lebih. Dan yang terpenting adalah tradisi ini mengajarkan kita
> bagaimana menjaga sebuah rahasia.
>
> Barosok, semoga menjadi tradisi unik negeri yang tak akan lekang oleh
> zaman.
>
>
> http://sosbud.kompasiana.com/2011/11/04/tradisi-barosok-yang-bikin-penasaran-409748.html
>
> Pada Jumat, 10 Mei 2013 7:12:30 UTC+7, sjamsir_sjarif menulis:
>>
>> Mungkinkah Pasar Ternak "Padang Siantah" dakek Situjuah nan paliang
>> gadang di Sumatera Barat? Kini ka ado Pasar Ternak di Gunung Medan, mungkin
>> ka labiah gadang.
>>
>> http://www.padangmedia.com/1-**Berita/81684-Gubernur-**
>> Resmikan-Pasar-Ternak-Gunung-**Medan.html<http://www.padangmedia.com/1-Berita/81684-Gubernur-Resmikan-Pasar-Ternak-Gunung-Medan.html>
>>
>> Samantaro Peternakan jadi perhatian, baa lah kaba Simenthal Sumpu kini
>> eeh?
>>
>> Salam,
>> -- MakNgah
>>
>>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti 
> [email protected]<javascript:_e({}, 'cvml', 
> '[email protected]');>.
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke