Subhanallah ..... Dikirim dari iPhone saya
Pada 24 Mei 2013, pukul 15:15, [email protected] menulis: > Orang Kaya adalah Orang yang Mau Berbagi > Oleh: Murtadha Kurniawan | 21 May 2013 | 23:13 WIB > > Ini adalah kisah SAHABAT saya tentang ayahnya.: > > Dulu saya pernah tidak setuju dengan ayah saya yang menolong orang tanpa > menyelidiki terlebih dahulu. Entah kenapa ayah saya begitu mudahnya percaya > pada orang2 yang meminta tolong kepadanya, baik itu tenaga maupun materi, > selama ayah saya ada atau mampu, dia pasti akan berikan pada setiap orang > tanpa pandang bulu. Sampai2 tabungan yg sebenarnya dia tujukan utk pergi > hajipun habis dia berikan kepada orang-orang yg meminta bantuan materi > kepadanya. > > Pernah saya bertanya pada beliau, “Ayah kan belum pernah naik haji, mengapa > ayah korbankan tabungan haji ayah utk orang2 yg ayah tidak tahu apakah mereka > benar-benar membutuhkannya atau cuma menipu. Beliau menjawab “Nak, selama > kita menganggap orang lain itu baik, maka pertolongan yg kita berikanpun akan > dianggap baik oleh Allah. Masalah ibadah haji, Insya Allah, Allah akan > mengganti nya nanti buat ayah. Seandainya tidakpun, sebenarnya rasa yg ayah > rasakan saat kita mampu menolong orang yang membutuhkan itu saja sudah sangat > cukup membahagiakan ayah, membuat ayah sangat bersukur kepada Allah”. > > Saat itu saya masih memprotesnya, “Tapi ibadah haji itu kan wajib bagi yg > mampu, sedangkan ayah bukan tidak mampu, tapi ayah tidak mau mampu. > Seandainya ayah sungguh2 mengumpulkan uang ayah tanpa harus mengganggu > gugatnya lagi meski ada yg butuh bantuan, bilang aja gak ada uang, kalau uang > yg ada hanya uang tabungan haji. Kalau ayah memanajemennya dg baik, dan > membagi2 harta yg ayah miliki pada pos2 yg sudah ayah tentukan sebelumnya, > tentu ayah tidak harus sampai mengorbankan tabungan haji ayah” kataku > setengah berteriak. Dengan sabar ayahku menjawab “Ayah doakan suatu saat kamu > akan mengerti bahwa ibadah itu tidak harus dipaksakan dengan mengorbankan > hak2 orang lain. Yang paling utama, ayah tidak mengorbankan hak2 ibu mu dan > anak2 ayah utk hidup cukup dan mendapat pendidikan sampai kamu dapat berdiri > sendiri”. > > Setelah ayah meninggal, sempat terselip penyesalan mngapa ayah tdk mendengar > kata2ku, dan yang terjadi sekarang yg ayah wariskan Cuma rumah kecil dan bbrp > barang sederhana, sedangkan adikkku ada yang masih kecil. > > Hal pertama yg menghiburku adalah banyaknya pelayat yg mengiringi ayah ke > kuburan. Orang2 di jalan yang melihat iring2an pelayat menyangka yang > dimakamkan adalah pejabat. > > Tak perlu menunggu lama, banyak orang2 berdatangan dan dulu mengaku pernah > dibantu oleh ayah, karena mereka sekarang sudah sukses, merekapun memberi > bantuan kepada keluarga kami. Bahkan ada yang menawarkan pekerjaan kepada > anak2 ayah yg ingin bekerja. Kami menolaknya dengan baik-baik. Uang bantuan > yg tidak seberapa itu kami jadikan modal awal suatu usaha kecil2an. Ternyata > usaha kami berkembang sangat cepatnya karena lebih banyak lagi orang2 yg > merasa pernah ditolong ayah, membantu usaha kami. Dan setiap saya atau adik2 > saya melakukan suatu urusan atau bepergian keluar kotapun, hampir bisa > dipastikan kami bertemu meskipun tidak secara sengaja dengan orang2 yg > mengaku mengenal ayah kami. Dan begitu tahu bhw kami anak ayah, maka > kemudahan2lah yg kami dapat dari mereka. > > Dan saat ini dari hasil bisnis keluarga yg berkembang pesat saya sudah > menghajikan almarhum ayah saya dan kami sekeluargapun sudah haji. Ayah saya > memang mungkin semasa hidupnya tidak pernah melihat Ka’bah secara langsung, > tapi beliau mendapatkan pahala hajinya. Ini membuat saya teringat kata2 > beliau bahwa Insya Allah, Allah nanti akan menggantikan haji ayah . Ayah > mungkin tidak pernah bersimpuh di Masjid Haram dan Nabawi, tapi ayah membuat > bersimpuh hati ribuan orang yg ditolongnya. Semua kebaikan ayah, kami lah > anak-anaknya yg menuai nya, menikmati hasilnya di dunia. Dan saya yakin ayah > menuai hasilnya di akherat. Ayah kami memang tidak mewariskan harta yg > banyak, tetapi beliau mewariskan kepada semua orang kebaikan yg banyak. Dan > karena kebaikan itulah kami hidup dihormati & disayangi oleh orang2. Dalam > hati Saya berjanji saya akan meneruskan sikap dan sifat ayah saya dan kulihat > bayangan ayah tersenyum saat ku Wukuf di Arafah. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
