Tulisan yg menginspirasi...

Wassalam
Ronald
On May 24, 2013 2:16 PM, <[email protected]> wrote:

> Orang Kaya adalah Orang yang Mau Berbagi
> Oleh: Murtadha Kurniawan | 21 May 2013 | 23:13 WIB
>
> Ini adalah kisah SAHABAT saya tentang ayahnya.:
>
> Dulu saya pernah tidak setuju dengan ayah saya yang menolong orang tanpa
> menyelidiki terlebih dahulu. Entah kenapa ayah saya begitu mudahnya percaya
> pada orang2 yang meminta tolong kepadanya, baik itu tenaga maupun materi,
> selama ayah saya ada atau mampu, dia pasti akan berikan pada setiap orang
> tanpa pandang bulu. Sampai2 tabungan yg sebenarnya dia tujukan utk pergi
> hajipun habis dia berikan kepada orang-orang yg meminta bantuan materi
> kepadanya.
>
> Pernah saya bertanya pada beliau, “Ayah kan belum pernah naik haji,
> mengapa ayah korbankan tabungan haji ayah utk orang2 yg ayah tidak tahu
> apakah mereka benar-benar membutuhkannya atau cuma menipu. Beliau menjawab
> “Nak, selama kita menganggap orang lain itu baik, maka pertolongan yg kita
> berikanpun akan dianggap baik oleh Allah. Masalah ibadah haji, Insya Allah,
> Allah akan mengganti nya nanti buat ayah. Seandainya tidakpun, sebenarnya
> rasa yg ayah rasakan saat kita mampu menolong orang yang membutuhkan itu
> saja sudah sangat cukup membahagiakan ayah, membuat ayah sangat bersukur
> kepada Allah”.
>
> Saat itu saya masih memprotesnya, “Tapi ibadah haji itu kan wajib bagi yg
> mampu, sedangkan ayah bukan tidak mampu, tapi ayah tidak mau mampu.
> Seandainya ayah sungguh2 mengumpulkan uang ayah tanpa harus mengganggu
> gugatnya lagi meski ada yg butuh bantuan, bilang aja gak ada uang, kalau
> uang yg ada hanya uang tabungan haji. Kalau ayah memanajemennya dg baik,
> dan membagi2 harta yg ayah miliki pada pos2 yg sudah ayah tentukan
> sebelumnya, tentu ayah tidak harus sampai mengorbankan tabungan haji ayah”
> kataku setengah berteriak. Dengan sabar ayahku menjawab “Ayah doakan suatu
> saat kamu akan mengerti bahwa ibadah itu tidak harus dipaksakan dengan
> mengorbankan hak2 orang lain. Yang paling utama, ayah tidak mengorbankan
> hak2 ibu mu dan anak2 ayah utk hidup cukup dan mendapat pendidikan sampai
> kamu dapat berdiri sendiri”.
>
> Setelah ayah meninggal, sempat terselip penyesalan mngapa ayah tdk
> mendengar kata2ku, dan yang terjadi sekarang yg ayah wariskan Cuma rumah
> kecil dan bbrp barang sederhana, sedangkan adikkku ada yang masih kecil.
>
> Hal pertama yg menghiburku adalah banyaknya pelayat yg mengiringi ayah ke
> kuburan. Orang2 di jalan yang melihat iring2an pelayat menyangka yang
> dimakamkan adalah pejabat.
>
> Tak perlu menunggu lama, banyak orang2 berdatangan dan dulu mengaku pernah
> dibantu oleh ayah, karena mereka sekarang sudah sukses, merekapun memberi
> bantuan kepada keluarga kami. Bahkan ada yang menawarkan pekerjaan kepada
> anak2 ayah yg ingin bekerja. Kami menolaknya dengan baik-baik. Uang bantuan
> yg tidak seberapa itu kami jadikan modal awal suatu usaha kecil2an.
> Ternyata usaha kami berkembang sangat cepatnya karena lebih banyak lagi
> orang2 yg merasa pernah ditolong ayah, membantu usaha kami. Dan setiap saya
> atau adik2 saya melakukan suatu urusan atau bepergian keluar kotapun,
> hampir bisa dipastikan kami bertemu meskipun tidak secara sengaja dengan
> orang2 yg mengaku mengenal ayah kami. Dan begitu tahu bhw kami anak ayah,
> maka kemudahan2lah yg kami dapat dari mereka.
>
> Dan saat ini dari hasil bisnis keluarga yg berkembang pesat saya sudah
> menghajikan almarhum ayah saya dan kami sekeluargapun sudah haji. Ayah saya
> memang mungkin semasa hidupnya tidak pernah melihat Ka’bah secara langsung,
> tapi beliau mendapatkan pahala hajinya. Ini membuat saya teringat kata2
> beliau bahwa Insya Allah, Allah nanti akan menggantikan haji ayah . Ayah
> mungkin tidak pernah bersimpuh di Masjid Haram dan Nabawi, tapi ayah
> membuat bersimpuh hati ribuan orang yg ditolongnya. Semua kebaikan ayah,
> kami lah anak-anaknya yg menuai nya, menikmati hasilnya di dunia. Dan saya
> yakin ayah menuai hasilnya di akherat. Ayah kami memang tidak mewariskan
> harta yg banyak, tetapi beliau mewariskan kepada semua orang kebaikan yg
> banyak. Dan karena kebaikan itulah kami hidup dihormati & disayangi oleh
> orang2. Dalam hati Saya berjanji saya akan meneruskan sikap dan sifat ayah
> saya dan kulihat bayangan ayah tersenyum saat ku Wukuf di Arafah.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke