Senada dengan Ibu Nur, memang akhir2 ini pembangunan hotel cukup pesat di 
Padang, mulai dari budget hotel sampai pada hotel bintang 4 dan 5. Meskipun 
harga hunian hotel di Sumbar masih relatif lebih mahal dari Bali atau Jakarta, 
bahkan jauh lebih mahal dari Pekanbaru, tapi jumlah2 hotel tersebut terus 
bertambah.

Namun yang jadi perhatian saya adalah untuk kelas MICE, Sumbar belum dilirik 
oleh pelaksana-pelaksana MICE di Indonesia. Masalah utama adalah fasilitas yang 
minim dan tenaga yang kurang profesional. Pengalaman ambo di kantor pun jg 
begitu, ketika mengajukan Sumbar sebagai lokasi acara conrefence internasional, 
selalu terkendal dari fasilitas hotal yang masih minim dan belum memikat untuk 
dijadikan lokasi MICE.

 Saya rasa Sumbar perlu memiliki komplek hotel yang memang diperuntukkan untuk 
turis2 MICE.
Saat ini Sumbar sudah kalah menarik oleh pelaksana MICE, mereka lebih memilih 
Sulut, Sumut, Sulsel bahkan Riau/Pekanbaru. 


Mungkin kalau mamak/bunda 
pernah mengikuti acara seminar atau MICE di Nusa Bali, tentu kan jauh 
terasa berbeda pelaksanaan ketimbang di daerah lain di Indonesia. Komplek Nusa 
Dua dikelola oleh BUMN bernama Bali Tourism Development Center. Berlokasi 
sekitar 30 - 50 menit dari Airport, terdapat belasan hotel bintang lima, satu 
Convention Center besar, museum, public area, dan sebagainya. Ambo raso konsep 
ini bisa di pakai di Sumbar, dimana mungkin pengelolaan kawsan tersebut 
dikelola oleh BUMD yang profesional (harus profesional, bukan tempat penitipan 
kolega pejabat) yang modalnya dipasamoan sama Pemprov, Pemkab, pemkot atau 
perseorangan. 


Sekilas ttg kawasan Nusa Dua
Kawsan Nusa Dua dikelola oleh BTCD, sebuah BUMN di pulau Bali yang dimiliki 
pemerintah pusat dan pemprov Bali. BTDC mengelola kawasan ini, berupa 
taman-taman, keamanan, ketertiban, fasilita sumum seperti parkir dan 
sebanginya. Kawasan ini kemudian di kelola sedemikian rupa, dibuat  perencanaan 
yang matang. Kemudian hotel2 yang telah membeli lahan akan mebangun hotal 
dengan modal sendiri dan dengan management sendiri. BTDC hanya memungut iurang 
bulanan untuk pemeliharaan kawasan. Nah disinilah lbh cerdiknya orang bali, 
meskpun hotel2 tsb di bangun atas modal masing2, namun pemprov bali 
emmberlakukan beberapa ketentuan ttg pembangunan hotal sehingga nuansa Bali 
lkengkap dengan simbol2 agama Hindu menjadi wajib untuk dibangun oleh investor.

Disamping zona komersil, BTDC juga mengelola kawasan Pantai Peninsual Nusa Dua 
sebagai kawsan publik, belum lagi seluruh taman=taman di dalam kawsan Nusa Dua 
gratis untuk dikungjungi, asal kuat aj. Zoba komersil lain adalah mall premium 
dan museum yang didalamnya ada kabaret dan penampilan kesenian lainnya. Profil 
BTDC bisadilihat di link http://btdc.co.id/bali. 


Maaf, bukan bermaksud mempromosikan kawsan Nusa Dua, tapi rasanya sistem 
seperti ini cocok diterapkan bagi pemprov Sumbar dengan bersinergi dengan 
prmkot dan pemkab, termasuk para perantau.



 
Bot Sosani Piliang
Life is a never ending journey
www.botsosani.wordpress.com



________________________________
 From: Nur'Aini B.Prapdanu <[email protected]>
To: rantaunet <[email protected]> 
Sent: Monday, June 3, 2013 8:13 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Sektor Perhotelan Sumbar Terus Berkembang
 


Assalamualaikum wr wb , 

Mamanda MM yg terhormat dan dunsanak palanta nan berbahagia , dek karano Uda 
Dedy Yusmen Dt Rajo Penghulu nn Tinggi sedang dalam keadaan berkabung dan 
berduka dengan berpulangnya ayahanda tercinta , perkenankan Ambo manjawek tanyo 
mamanda tarimo kasih ateh dukungan dan support nan alah di berikan tahadok 
MAPPAS , taubek hati ambo dengan atensi nan diberikan tahadok MAPPAS berarti 
dengan demikian masih peduli terhadap kemajuan dan perkembangannya. 


Seiring dengan itu MAPPAS yang terlahir dari milis Rantau net ini tetaplah  
berjalan apapun 
keadaannya , dengan dukungan segenap dunsanak kasadonyo termasuk 
kawan-kawan yg berada didalam milis ini yang mengikuti prosesnya dari 
awal hingga kini. berapapun atau apapun hasilnya, begitulah adanya belumlah 
dapat diukur - ukur 
tentunya, dengan dukungan   niat baik dan positif saja sudah cukup bagi 
kami . Apalagi dunia pariwisata memang tidak semuanya kasat mata untuk 
bisa diukur dg mudah. yang paling penting adanya indikasi spirit untuk 
membantu memajukan kampung ranah tacinto tetap berkobar dan tidak 
pudar,dengan segala kemampuan dan keterbatasan yang ada .

Sebagai orang yg pernah berkecimpung di Dunia Pariwisata dan Perhotelan 
International selama 25 tahun di Hotel Mercure Ancol  tampek Ambo Bakarajo dulu 
yang kiniko melalui jaringan grup Accor International pun telah merambah Sumbar 
dan berdiri megah di sepanjang Pantai Padang , Ini merupakan barometer dan 
menunjukkan Sumbar sudah dilirik dan mendapat kepercayaan oleh investor 
International sekelas ACCOR GROUP telah masuak SUMBAR , juga diikuti investor - 
investor lain , hal ini perlu di syukuri perkembangan Pariwisata yang pesat 
akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat nya 


Geliat Pariwisata di Sumbar cukup signfikan perkembangannya ,banyak investor 
sdh melirik sumbar dan saat ini kami sedang membantu ATA Group yang sedang 
melakukan fisibility study untuk pembangunan hotelnya dengan Band RR Hotel 
singkatan dari             " Ranah Rancak " Hotel non bintang namun fasilitas 
bintang 5 dengan konsep nuansa Etnis ke daerahan setempat,mudah - mudahan 
segera dalam waktu dekat hadir dan hal ini tentunya akan menyerap banyak tenaga 
kerja ...


Demikian mamanda .....


Salam,

Nuraini 




Pada 2 Juni 2013 19.30, Muchwardi Muchtar <[email protected]> menulis:

Kutiko sektor perhotelan "mulai bakambang" apo koh indak arek hubuangannyo jo 
"dunia pariwisata" di Minangkabau?
>
>Kalau buliah ambo batanyo ka Kamanakanda Nofend, MAPPAS awak tu ado di ma, yo?
>
>Antah kok Ibuk Ketua atau Pak Sekjen MAPPAS bisa manjawaok, gak ti?
>He he he...........
>
>Salam...........,
>mm***
>
>
>
>
>Pada 2 Juni 2013 11.54, Nofend St. Mudo <[email protected]> menulis:
>
>
>Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan, 
>pertumbuhan sektor perhotelan di daerah itu mencapai 43 persen dalam tiga 
>tahun terakhir sehingga mampu menunjang perkembangan pariwisata.
>>
>>Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Burhasman Bur di Padang, Sabtu, 
>>mengatakan, pascagempa 2009, terlihat adanya pertumbuhan sektor perhotelan, 
>>meski daerah ini dinyatakan masuk dalam daerah rawan bencana alam, seperti 
>>gempa bumi.
>>
>>"Berdasarkan data yang ada pascagempa 2009, sektor perhotelan berkembang 43 
>>persen, dan itu membuktikan bukan ancaman bencana alamnya yang harus 
>>ditakuti, namun bagaimana bangunannya yang harus lebih diperbaiki 
>>kualitasnya," kata Burhasman.
>>
>>Dia menambahkan, peningkatan jumlah hotel dalam tiga tahun terakhir tersebut 
>>dibuktikan dengan jumlah hotel yang ada di Sumbar pada tahun 2009 yang hanya 
>>mencapai 168 unit dengan jumlah kamar 3.744 unit, saat ini hingga akhir 2012 
>>telah mencapai 221 unit hotel dengan jumlah kamar 5.835 unit.
>>
>>Berdasarkan data yang ada tersebut, Dinas Pariwisata melihat adanya 
>>kepercayaan investor untuk membangun sektor perhotelan di Sumbar, yang 
>>tentunya berkaitan dengan potensi pariwisata di daerah itu.
>>
>>Dinas Pariwisata menilai, salah satu hal yang mendongkrak pertumbuhan 
>>pariwisata dan sektor perhotelan tersebut adalah banyaknya kegiatan yang 
>>terus dilakukan pemerintah pusat maupun daerah yang berkaitan dengan budaya, 
>>seperti acara Tour de Singkarak (Tds) yang memasuki tahun ke lima, dan juga 
>>Festival Siti Nurbaya di Kota Padang yang memasuki tahun ke tiga. Selain itu 
>>juga ada kegiatan budaya di Pariaman seperti tabot (tabuik).
>>
>>Dengan adanya agenda tahunan yang terus menerus menjadi sorotan masyarakat 
>>dalam dan luar negeri, menyebabkan daya tarik Sumbar menjadi salah satu 
>>tujuan wisata, dipercaya akan terus berkembang di masa yang akan datang.
>>
>>"Tour de Singkarak saat ini telah masuk lima besar di dunia, dan ini tentu 
>>menjadi salah satu daya tarik turis mancanegara datang ke daerah ini, dan ini 
>>harus dipertahankan terus untuk promosi Sumbar di mata internasional," 
>>sebutnya.
>>
>>Burhasman menambahkan, seiring berkembangnya keberadaan hotel di Sumbar, juga 
>>tercatat peningkatan jumlah wisatawan dalam negeri dan wisatawan luar negeri 
>>ke provinsi ini mencapai 10 persen, dalam beberapa tahun terakhir.
>>
>>Berdasarkan perkembangan tersebut, Dinas Pariwisata Sumbar yakin, 
>>perekonomian masyarakat akan ikut terangkan di daerah itu, dalam beberapa 
>>tahun mendatang. (*/eko/jno)
>>
>>ANTARA Sumbar
>>http://www.antarasumbar.com/berita/provinsi/d/1/292429/sektor-perhotelan-sumbar-terus-berkembang.html
>>
>>-- 
>>
>>
>>Wassalam
>>
>>
>>Nofend St. Mudo
>>36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
>>Tweet: @nofend | YM: rankmarola 
>>
-- 
>>.
>>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>===========================================================
>>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>>- DILARANG:
>>1. E-mail besar dari 200KB;
>>2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>>3. One Liner.
>>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>>http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
>>- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>>subjeknya.
>>===========================================================
>>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>--- 
>>Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>>Google.
>>Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>>email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>>Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>> 
>> 
>>
>
> -- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>1. E-mail besar dari 200KB;
>2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
>- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>--- 
>Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>Google.
>Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> 
> 
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke