Sanak Bot, Apo MICE tu. Nan tau ambo mice tu tikuik ketek. Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), 1947, suku Mandahiliang, Gasan Gadang, Pariaman. Virginia-USA ------------------------------------------------------------
2013/6/4 Bot S Piliang <[email protected]>: > Senada dengan Ibu Nur, memang akhir2 ini pembangunan hotel cukup pesat di > Padang, mulai dari budget hotel sampai pada hotel bintang 4 dan 5. Meskipun > harga hunian hotel di Sumbar masih relatif lebih mahal dari Bali atau > Jakarta, bahkan jauh lebih mahal dari Pekanbaru, tapi jumlah2 hotel tersebut > terus bertambah. > > Namun yang jadi perhatian saya adalah untuk kelas MICE, Sumbar belum dilirik > oleh pelaksana-pelaksana MICE di Indonesia. Masalah utama adalah fasilitas > yang minim dan tenaga yang kurang profesional. Pengalaman ambo di kantor pun > jg begitu, ketika mengajukan Sumbar sebagai lokasi acara conrefence > internasional, selalu terkendal dari fasilitas hotal yang masih minim dan > belum memikat untuk dijadikan lokasi MICE. > Saya rasa Sumbar perlu memiliki komplek hotel yang memang diperuntukkan > untuk turis2 MICE. > Saat ini Sumbar sudah kalah menarik oleh pelaksana MICE, mereka lebih > memilih Sulut, Sumut, Sulsel bahkan Riau/Pekanbaru. > > Mungkin kalau mamak/bunda pernah mengikuti acara seminar atau MICE di Nusa > Bali, tentu kan jauh terasa berbeda pelaksanaan ketimbang di daerah lain di > Indonesia. Komplek Nusa Dua dikelola oleh BUMN bernama Bali Tourism > Development Center. Berlokasi sekitar 30 - 50 menit dari Airport, terdapat > belasan hotel bintang lima, satu Convention Center besar, museum, public > area, dan sebagainya. Ambo raso konsep ini bisa di pakai di Sumbar, dimana > mungkin pengelolaan kawsan tersebut dikelola oleh BUMD yang profesional > (harus profesional, bukan tempat penitipan kolega pejabat) yang modalnya > dipasamoan sama Pemprov, Pemkab, pemkot atau perseorangan. > > Sekilas ttg kawasan Nusa Dua > Kawsan Nusa Dua dikelola oleh BTCD, sebuah BUMN di pulau Bali yang dimiliki > pemerintah pusat dan pemprov Bali. BTDC mengelola kawasan ini, berupa > taman-taman, keamanan, ketertiban, fasilita sumum seperti parkir dan > sebanginya. Kawasan ini kemudian di kelola sedemikian rupa, dibuat > perencanaan yang matang. Kemudian hotel2 yang telah membeli lahan akan > mebangun hotal dengan modal sendiri dan dengan management sendiri. BTDC > hanya memungut iurang bulanan untuk pemeliharaan kawasan. Nah disinilah lbh > cerdiknya orang bali, meskpun hotel2 tsb di bangun atas modal masing2, namun > pemprov bali emmberlakukan beberapa ketentuan ttg pembangunan hotal sehingga > nuansa Bali lkengkap dengan simbol2 agama Hindu menjadi wajib untuk dibangun > oleh investor. > > Disamping zona komersil, BTDC juga mengelola kawasan Pantai Peninsual Nusa > Dua sebagai kawsan publik, belum lagi seluruh taman=taman di dalam kawsan > Nusa Dua gratis untuk dikungjungi, asal kuat aj. Zoba komersil lain adalah > mall premium dan museum yang didalamnya ada kabaret dan penampilan kesenian > lainnya. Profil BTDC bisadilihat di link http://btdc.co.id/bali. > > Maaf, bukan bermaksud mempromosikan kawsan Nusa Dua, tapi rasanya sistem > seperti ini cocok diterapkan bagi pemprov Sumbar dengan bersinergi dengan > prmkot dan pemkab, termasuk para perantau. > > > > Bot Sosani Piliang > Life is a never ending journey > www.botsosani.wordpress.com > > ________________________________ > From: Nur'Aini B.Prapdanu <[email protected]> > To: rantaunet <[email protected]> > Sent: Monday, June 3, 2013 8:13 PM > Subject: Re: [R@ntau-Net] Sektor Perhotelan Sumbar Terus Berkembang > > Assalamualaikum wr wb , > > Mamanda MM yg terhormat dan dunsanak palanta nan berbahagia , dek karano Uda > Dedy Yusmen Dt Rajo Penghulu nn Tinggi sedang dalam keadaan berkabung dan > berduka dengan berpulangnya ayahanda tercinta , perkenankan Ambo manjawek > tanyo mamanda tarimo kasih ateh dukungan dan support nan alah di berikan > tahadok MAPPAS , taubek hati ambo dengan atensi nan diberikan tahadok MAPPAS > berarti dengan demikian masih peduli terhadap kemajuan dan perkembangannya. > > Seiring dengan itu MAPPAS yang terlahir dari milis Rantau net ini tetaplah > berjalan apapun keadaannya , dengan dukungan segenap dunsanak kasadonyo > termasuk kawan-kawan yg berada didalam milis ini yang mengikuti prosesnya > dari awal hingga kini. berapapun atau apapun hasilnya, begitulah adanya > belumlah dapat diukur - ukur tentunya, dengan dukungan niat baik dan > positif saja sudah cukup bagi kami . Apalagi dunia pariwisata memang tidak > semuanya kasat mata untuk bisa diukur dg mudah. yang paling penting adanya > indikasi spirit untuk membantu memajukan kampung ranah tacinto tetap > berkobar dan tidak pudar,dengan segala kemampuan dan keterbatasan yang ada . > > Sebagai orang yg pernah berkecimpung di Dunia Pariwisata dan Perhotelan > International selama 25 tahun di Hotel Mercure Ancol tampek Ambo Bakarajo > dulu yang kiniko melalui jaringan grup Accor International pun telah > merambah Sumbar dan berdiri megah di sepanjang Pantai Padang , Ini merupakan > barometer dan menunjukkan Sumbar sudah dilirik dan mendapat kepercayaan oleh > investor International sekelas ACCOR GROUP telah masuak SUMBAR , juga > diikuti investor - investor lain , hal ini perlu di syukuri perkembangan > Pariwisata yang pesat akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat nya > > Geliat Pariwisata di Sumbar cukup signfikan perkembangannya ,banyak investor > sdh melirik sumbar dan saat ini kami sedang membantu ATA Group yang sedang > melakukan fisibility study untuk pembangunan hotelnya dengan Band RR Hotel > singkatan dari " Ranah Rancak " Hotel non bintang namun > fasilitas bintang 5 dengan konsep nuansa Etnis ke daerahan setempat,mudah - > mudahan segera dalam waktu dekat hadir dan hal ini tentunya akan menyerap > banyak tenaga kerja ... > > Demikian mamanda ..... > > Salam, > Nuraini > > > Pada 2 Juni 2013 19.30, Muchwardi Muchtar <[email protected]> menulis: > > Kutiko sektor perhotelan "mulai bakambang" apo koh indak arek hubuangannyo > jo "dunia pariwisata" di Minangkabau? > > Kalau buliah ambo batanyo ka Kamanakanda Nofend, MAPPAS awak tu ado di ma, > yo? > Antah kok Ibuk Ketua atau Pak Sekjen MAPPAS bisa manjawaok, gak ti? > He he he........... > > Salam..........., > mm*** > > > Pada 2 Juni 2013 11.54, Nofend St. Mudo <[email protected]> menulis: > > Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan, > pertumbuhan sektor perhotelan di daerah itu mencapai 43 persen dalam tiga > tahun terakhir sehingga mampu menunjang perkembangan pariwisata. > > Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Burhasman Bur di Padang, Sabtu, > mengatakan, pascagempa 2009, terlihat adanya pertumbuhan sektor perhotelan, > meski daerah ini dinyatakan masuk dalam daerah rawan bencana alam, seperti > gempa bumi. > > "Berdasarkan data yang ada pascagempa 2009, sektor perhotelan berkembang 43 > persen, dan itu membuktikan bukan ancaman bencana alamnya yang harus > ditakuti, namun bagaimana bangunannya yang harus lebih diperbaiki > kualitasnya," kata Burhasman. > > Dia menambahkan, peningkatan jumlah hotel dalam tiga tahun terakhir tersebut > dibuktikan dengan jumlah hotel yang ada di Sumbar pada tahun 2009 yang hanya > mencapai 168 unit dengan jumlah kamar 3.744 unit, saat ini hingga akhir 2012 > telah mencapai 221 unit hotel dengan jumlah kamar 5.835 unit. > > Berdasarkan data yang ada tersebut, Dinas Pariwisata melihat adanya > kepercayaan investor untuk membangun sektor perhotelan di Sumbar, yang > tentunya berkaitan dengan potensi pariwisata di daerah itu. > > Dinas Pariwisata menilai, salah satu hal yang mendongkrak pertumbuhan > pariwisata dan sektor perhotelan tersebut adalah banyaknya kegiatan yang > terus dilakukan pemerintah pusat maupun daerah yang berkaitan dengan budaya, > seperti acara Tour de Singkarak (Tds) yang memasuki tahun ke lima, dan juga > Festival Siti Nurbaya di Kota Padang yang memasuki tahun ke tiga. Selain itu > juga ada kegiatan budaya di Pariaman seperti tabot (tabuik). > > Dengan adanya agenda tahunan yang terus menerus menjadi sorotan masyarakat > dalam dan luar negeri, menyebabkan daya tarik Sumbar menjadi salah satu > tujuan wisata, dipercaya akan terus berkembang di masa yang akan datang. > > "Tour de Singkarak saat ini telah masuk lima besar di dunia, dan ini tentu > menjadi salah satu daya tarik turis mancanegara datang ke daerah ini, dan > ini harus dipertahankan terus untuk promosi Sumbar di mata internasional," > sebutnya. > > Burhasman menambahkan, seiring berkembangnya keberadaan hotel di Sumbar, > juga tercatat peningkatan jumlah wisatawan dalam negeri dan wisatawan luar > negeri ke provinsi ini mencapai 10 persen, dalam beberapa tahun terakhir. > > Berdasarkan perkembangan tersebut, Dinas Pariwisata Sumbar yakin, > perekonomian masyarakat akan ikut terangkan di daerah itu, dalam beberapa > tahun mendatang. (*/eko/jno) > > ANTARA Sumbar > http://www.antarasumbar.com/berita/provinsi/d/1/292429/sektor-perhotelan-sumbar-terus-berkembang.html > > -- > > Wassalam > > Nofend St. Mudo > 36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan > Tweet: @nofend | YM: rankmarola > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
