Mak Ngah jo sanak2 sa palanta yth.

'Istilah "rit"; apa artinya?' - rit=trayek - istilah supir angkot utk satu 
trayek, dari terminal asal ke terminal tujuan (ngga tau apakah sekali jalan 
atau pp)
Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65Bdg
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "sjamsir_sjarif" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 05 Jun 2013 06:02:54 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT : Angkot dan Sopir Tembak.

Bagus ceritanya. Tetapi MakNgah perlu pula tanya istilah "rit"; apa artinya?

Padang Gantiang Tanjuang Barulak
Katigo jo Saruaso
Bakato aia dalam luhak
Kok indak ka mambali maago sajo ...

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- In [email protected], Reflusmen Ramli <reflus.ramli@...> wrote:
>
> Ibu, Bapak, Mamak, Uda, Uni dan Dunsanak di Palanta NAH.
> 
> Pengalaman pribadi naik Angkot. Ambo mencoba melihat dari sisi si Sopir.
> Mudah2an ada manfaatnya.
> Anda mungkin pernah jengkel, menggerutu dalam hati, marah kepada sopir angkot 
> yang ngetem sembarangan. Memperlambat  jalannya saat lampu berwarna hijau. 
> Berhenti di mulut jalan, pertigaan, perempatan menunggu penumpang. Akibatnya 
> membuat jalan jadi macet. Sang sopir menoleh ke tempat lain dan merasa tidak 
> berbuat salah.
> Kelakuan sopir angkot seperti itu, dapat dimaklumi berdasarkan pengalaman 
> kami naik angkot P. 02 warna Orange dari Bekasi ke Pondok Gede. Kami duduk di 
> samping sopir sambil ngobrol ngalor ngidul sepanjang jalan. Begini ceritanya.
> Sang sopir kesal melihat pengendara sepeda motor yang berjalan seenaknya. 
> Dulu, bawa ongkot bisa meliuk-liuk dijalanan karena sepi. Penumpang banyak. 
> Sekarang harus ekstra hati-hati. Kalau motor kesenggol, kita bisa dikeroyok 
> oleh pengendara sepeda motor lainnya.  Mereka sangat kompak. Padahal motor 
> yang salah. Kata si sopir membuka pembicaraan.
> Melihat wajah sopir yang ramah, kami beranikan diri membuka pembiracaan.
> Bang. Angkot P.02 ini berapa banyak ?
> “Lebih kurang 800 unit. Angkot terbanyak di Jawa Barat† . Jawabnya.
> Apa Abang pernah hitung jarak dari Pondok Gede ke Bekasi ?. “Kurang lebih 
> 34 KM satu putaran.
> “Bawa angkot sekarang, tidak seperti dulu Pak. Dulu penumpang banyak. 
> Sekarang, sejak uang muka beli motor ringan, penumpang angkot beralih ke 
> Motor†. Kata si Abang.
> Oooooo, gitu yaaaa..
> Dari jalan Ir. Juanda melewati Terminal Bekasi sampai perempatan jalan Cut 
> Mutia, hanya kami sendiri penumpangnya. Banyak angkot P.02 yang berhenti di 
> pinggir jalan dan saling menyusul.
> Sudah lama bawa angkot ?. Saya lihat Abang bawahnya santai aja. “Saya sopir 
> tembak. Dari pada nganggur saya bawa satu rit selama 3 (tiga) jam†.
> Kalau nembak, hitungannya bagaimana ?.
> “Satu rit bayar kepada sopir yang punya batangan sebesar Rp 50.000,-. 
> Lebihnya buat beli rokok. Sekarang sudah dapat Rp 60.000,00. Ada lebihan Rp. 
> 10.000,00″. Kata Bang Sopir sambil menghitung uang recehan.
> Bisa jadi, untuk mengejar uang setoran ini kelakuan sopir yang kami tulis 
> diawal tulisan ini penyebabnya. Kalau tekor,  harus bayar sendiri atau 
> besoknya tak bisa nembak lagi karena sang sopir batangan (sopir utama 
> penanggung jawab angkot) tidak percaya lagi.
> Kerjaan utamanya apa Bang ?.
> “Saya sopir truck Expedisi yang mengantar barang dari Jakarta ke seluruh 
> kota di Pulau Jawa dan Bali. Pernah juga saya antar barang ke Samarinda, 
> Kalimantan Timur†.
> Kalau bawa Truck bagaimana hitungannya ?.
> “Untuk tujuan ke Sidoarjo, kita dapat uang jalan sebesar Rp 4 juta. 
> Termasuk didalaminya uang BBM Rp 2 juta. Sisa Rp 2 juta pandai-pandai kita 
> mengolahnya. Kalau hemat banyak yang bisa dibawah pulang†.
> Biasanya berapa yang tersisa ?.† Kurang lebih Rp 1 juta†.
> Saya pernah lihat, di jalan Truck di setop Polisi. Kenapa di setop ?.
> “Bapak seperti nggak tahu aja†.
> Kalau ada pengeluaran di jalan seperti, bayar polisi cepek, tukang parkir dan 
> bayar keamanan. Apakah bisa ditagihkan ke perusahaan ?.
> “Nggak bisa Pak, untuk bayar - bayar yang begituan sebenarnya uang pribadi 
> kita†.
> Ooooo….begitu yaaaa….. Kasian Pak Sopir.
> Kalau bawa Truck, ada Keneknya ?.
> † Kalau jalan di Jawa saya nggak pakai Kenek karena gaji Kenek kita yang 
> bayar. Kalau luar Jawa seperti ke Kalimantan saya pakai kenek untuk ngobrol 
> di jalan karena  uang jalannya lumayan.
> Kapan lagi bawa Truck ?. † Hari Kamis depan ke Sidoarjo. Sudah ada 
> jadwalnya setiap bulan.†
> Berapa lama sekali jalan ?. Perjalanan pulang pergi selama satu Minggu. Waktu 
> ke Samarinda 17 hari “.
> Lama juga ya!.
> † Kita naik kapal dari Surabaya ke Banjarmasin. Terus perjalanan melalui 
> Balikpapan. Di Kalimantan ada dua kali penyeberangan seperti kita nyeberang 
> di Ketapang - Gilimanuk kalau ke Bali†
> Abang ini gendut, hatinya selalu senang. Saya memuji.
> † Apa sih yang harus dipikirkan†  Kata sopir yang membuat saya tersentak. 
> Saya yang relatif lebih baik banyak mengeluh. Ini kurang, itu kurang he he he.
> Sang sopir tembak yang mengaku berasal dari Garut turun di Warung sebelum 
> perempatan Komsen dan diganti oleh sopir batangan (sopir utama).
> Bang. Saya belum bayar sambil mengeluarkan uang. † Bapak bayar sama Pak 
> Jono†.
> Sopir tembak menyerahkan uang kepada Pak Jono dan memberitahu bahwa saya 
> satu-satunya penumpang yang naik dari Bekasi.
> Setelah berganti sopir, kami mulai lagi membuka pembicaraan dengan sopir 
> utama yang sudah cukup berumur. Kami taksir umurnya tak kurang dari 50 tahun.
> Pak !. Sopir tadi namanya siapa ?. “Asep (nama samaran, nama asli untuk 
> konsumsi saya aja) urang Garut. Kata Pak Sopir.
> Bapak namanya siapa ?
> “Nama saya Jono, saya bukan orang Jawa, tapi berasal dari Tasikmalaya “.
> Si Bapak memberikan penjelasan sambil tersenyum.
> Pak Jono. Berapa Kang Asep bayar kepada Bapak dan ada berapa orang sopir 
> tembak ?
> “Bayarnya Rp. 50.000 satu rit. Minyak dari kita. Sopir tembak hanya si 
> Asep. Saya tidak mau kasi yang lain karena tanggung jawab ada pada saya. 
> Kalau si Asep saya sudah percaya, bawa mobilnya tidak ugal-ugalan†.
> Uang setoran satu hari berapa ?. † Rp. 170.000 diluar BBM sebesar Rp 80.000 
> per hari†.
> Bisa berapa rit per hari ?. † Rata-rata 6 rit per hari, bisa juga 5 rit dan 
> bisa 7 rit kalau jalanan lancar. Saya bawa mobil ini dari jam 11 siang sampai 
> jam 11 malam†.
> Pak !. Pinggir yaa….
> Kami turun sebelum pasar Pondok Gede setelah menempuh perjalanan sepanjang 10 
> KM dengan waktu tempuh selama 1,5 jam. Selama dalam perjalanan, penumpang 
> yang turun naik kurang dari 10 orang.
> Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan Sopir angkot tadi, kami coba 
> menghitung-hitung Untung Rugi menjadi sopir.
> Masing-masing sopir harus mendapatkan uang minimal Rp 250.000 yaitu Rp 
> 170.000 uang setoran ditambah Rp 80.000 BBM.
> Dari 800 unit Angkot P.02, jumlah uang minimal yang harus didapat setiap hari 
> adalah  800 X Rp 250.000 = Rp. 200.000.000,-
> Tarif Angkot per penumpang Rp. 4.000, sehingga jumlah penumpang paling 
> sedikit untuk trayek P. 02 adalah Rp. 200.000.000/Rp. 4.000 = 50.000 
> penumpang.
> Jumlah penumpang per satu unit Angkot per hari adalah 50.000/800 = 52 orang 
> (pembuatan).
> Kapasitas Angkot sebanyak 10 penumpang. Perjalanan 5 Rit atau 10 kali pulang 
> pergi sehingga jumlah penumpang sekali jalan sebanyak 5 - 6 orang.
> Dengan perhitungan di atas, Sopir Angkot hanya bisa membayar uang setoran dan 
> BBM. Belum ada uang yang bisa dibawah pulang untuk keluarga.
> Agar sopir mendapat penghasilan sama dengan UMR sebesar Rp. 2,2 juta per 
> bulan atau satu hari Rp 70.000,-, maka tambahan penumpang yang harus di dapat 
> adalah Rp 70.000/Rp 4.000 = 18 orang (Pembuatan).
> Total jumlah penumpang per hari adalah 52 + 18 = 70 orang.
> Agar semua sopir angkot P.02 dapat penghasilan setara UMR, jumlah penumpang 
> per hari untuk trayek P.02 adalah sebanyak 800 X 70 = 56.000 orang.
> Yang menjadi pertanyaan. Apakah ada penumpang sebanyak 56.000 orang ?. Ingat, 
> pada jalur tersebut, terdapat juga beberapa Nomor Angkot dengan kata lain 
> trayeknya tumpang tindih
> Dari data dan perhitungan sederhana tersebut, untuk memberikan kehidupan yang 
> layak kepada Sopir Angkot dan supaya mengendarai Angkotnya dengan tertib.
> Beberapa solusi yang mungkin bisa diterapkan adalah :
> Satu : Lakukan survey yang lebih teliti untuk menghitung ratio jumlah angkot 
> dengan jumlah penumpang yang tersedia. Jalur trayek saat ini yang tumpang 
> tindih termasuk juga bagian yang harus disurvey. Survey dilakukan oleh 
> Lembaga Independent dan hasilnya disampaikan kepada Dinas Perhubungan dan 
> instansi terkait sebagai rekomendasi untuk mengambil kebijakan.
> Dua : Rencana pemerintah menerapkan dua harga BBM yang lebih murah untuk 
> angkutan umum perlu ditinjau ulang. Harga yang lebih murah tersebut dapat 
> membuat sopir angkot bolak balik mengisi BBM untuk dijual kepada pemilik 
> mobil pribadi.
> Tiga : Keberpihakan pemerintah kepada sopir dan pemilik angkot ) dilakukan 
> dengan cara memberikan bantuan langsung. Sopir angkot mendapatkan bantuan 
> tunai setiap bulan yang ditransfer ke rekeningnya. Setiap priode, umpamanya 
> sekali dalam tiga bulan daftar sopir yang mendapat bantuan tunai diperbahaui 
> (di update) oleh instansi terkait (Dinas Perhubungan dan atau Polisi Lalu 
> Lintas) untuk menghindari penyalahgunaan. Kepada pemilik angkot diberikan 
> bantuan pembiayaan ringan seperti kredit likuiditas oleh Bank Indonesia yang 
> pernah diterapkan zaman Orde Baru. Perbaikan atau maintenance angkot secara 
> gratisdilakukan oleh bengkel yang bekerjasama dengan pemerintah.
> Sepertinya, cara-cara tersebut di atas dapat meminimalisir penyalahgunaan.
> Angkot akan menjadi sarana angkutan umum : Nyaman, Murah dan Aman.
> 
> Salam
> 
> Reflus/55 tahun.
> Tanjuang Barulak, Batusangkar 




-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke