˙˙˙˙˙˙ɥɐlɥɐʇuA
*Salam dan Terima Kasih,*
*Dedi Suryadi*
_____________________________________________________________________________
***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
Berani Bertindak Dan *****
******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
".....*****
"Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."
Pada 5 Juni 2013 19.28, <[email protected]> menulis:
>
>
> APBD Kodya Padang untuk Sekolah Pastoral Siswa Nasrani Bisa Picu Konflik
> di Masyarakat
>
> Redaksi Salam-Online – Rabu, 26 Safar 1434 H / 9 Januari 2013 20:26
>
> JAKARTA (SALAM-ONLINE): Policy Walikota Padang Fauzi Bahar soal penggunaan
> dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk kegiatan pastoral
> siswa Nasrani, berpotensi memunculkan gesekan dan konflik di masyarakat.
>
> Pendapat itu disampaikan Ketua Bidang Dakwah dan Hubungan Lintas Agama DPP
> Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhsin Ahmad Alatas kepada itoday
> (9/1/2013) menanggapi aturan penggunaan APBD di Kodya Padang untuk kegiatan
> pastoral siswa Nasrani.
>
> “Mendagri harus menegur Walikota Padang soal APBD untuk pastoral. Jika
> tidak ditegur bisa menimbulkan gesekan di masyarakat. Surat Edaran Mendagri
> yang melarang APBD untuk madrasah seharusnya berlaku juga untuk pastoral,”
> tegas Habib Muhsin.
>
> Menurut Habib Muhsin, jika memang APBD diperbolehkan untuk pastoral,
> madrasah juga berhak menerima dana dari APBD. “Kalau pun sekolah Nasrani
> dapat bantuan APBD, tidaklah sebesar untuk sekolah Islam. Ini menyangkut
> soal keadilan,” tegas Habib Muhsin.
>
> Diberitakan sebelumnya, pangamat kuliner Bondan Winarno melalui akun
> Twitter @PakBondan menyatakan bahwa Kotamadya Padang menjadi satu-satunya
> kodya di Indonesia yang memberikan APBD untuk pastoral siswa-siswa Nasrani.
>
> Sebelumnya @PakBondan mengungkapkan bahwa dirinya sempat bertemu dengan
> Walikota Padang, Fauzi Bahar, Selasa (8/1/2013). Bondan mengungkapkan
> kekagumannya pada kebijakan Fauzi Bahar.
>
> @PakBondan setidaknya memaparkan empat catatan terkait Fauzi Bahar dan
> Kodya Padang. Pertama, “Kodya Padang adalah satu-satunya kodya di Indonesia
> yang memberikan APBD untuk pastoral siswa-siswa Nasrani.”
>
> Kedua, mengutip pernyataan Fauzi Bahar, @PakBondan menulis: “Mumpung saya
> jadi walikota, silakan bangun kembali gereja (yang runtuh karena gempa).
> Harus lebih besar supaya menampung pertumbuhan.“
>
> Ketiga, “Untuk IMB pembangunan gereja ini Pemkot Padang akan
> menyediakannya gratis”. Dan keempat: “Klau kita sebagai Muslim yang
> mayoritas ini bisa memberi perlindungan kepada kelompok minoritas, maka
> Islam akan lebih dikagumi.
>
> Walikota Padang Fauzi Bahar
>
> Ada yang menarik dari isu penggunaan APBD di Kodya Padang itu. Yakni, di
> sisi lain, berdasarkan Surat Edaran (SE) Mendagri, Anggaran Pendapatan
> Belanja Daerah (APBD) dilarang digunakan untuk madrasah. Semestinya, jika
> untuk madrasah dilarang, untuk pastoral juga dilarang.
>
> Terkait SE Mendagri itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan
> Pembangunan (PPP) Jawa Timur mengancam melayangkan mosi tidak percaya
> kepada Mendagri Gamawan Fauzi. Pasalnya, Mendagri telah mengeluarkan Surat
> Edaran (SE) Mendagri tentang larangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah
> (APBD) untuk madrasah. (itoday)
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.