Angku Syafrinal, Panyakik anjiang barangkai-rangkai tibo di Padang... 
Johieng jo Patai malah tambah laviah maha di Padang.  Joghiang lah samopai 
shsibu saincek. Sadangkan potai Rp. 60ghibu sakilo. Bara papan patai 
banyaknyo sakilo tu? Bara tu sapapan jadinyo? Kalau Rp120ribu incek patai 
sakil, bara lah harago Incek Patai tu ciek eeh?

"Kok indak lomak joghiang jo potai rancak baghanti jadi Si Minang" 

Deklarasi Joghiang jo Potai Nyit Sungut ko Seharussyo indak talupo masuak 
dalam Deklarasi ABS SBK yo Angku Saaf? ... :)

Dicopas salangkoknyo barito Padang Media ko tanpa izin nak taraso samo-samo 
dinikmati baun joghiang stek.

-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
 Berita <http://www.padangmedia.com/Berita/1/Berita.html> 
 Harga Jengkol dan Petai di Pasar Raya Padang Ikut Meroket 
 Oleh : musfah , Kamis, 06 Juni 2013 15:21 wib 
  
1<http://www.padangmedia.com/1-Berita/82246-Harga-Jengkol-dan-Petai-di-Pasar-Raya-Padang-Ikut-Meroket-.html#>
 
Jengkol dan petai. (foto: republika.co.id)

PADANG - Harga jengkol dan petai di Pasar Raya Padang, Sumbar meroket, 
bahkan melebihi harga ayam potong.

Harga ayam potong di pasaran dijual Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per ekor. 
Sementara, harga jengkol sudah mencapai Rp80 sampai Rp100 ribu per 
kilogram. Sedangkan harga petai dijual Rp100 sampai Rp120 ribu.

Salah seorang pedagang jengkol di Pasar Raya Padang, Reni, kepada 
padangmedia.com, Kamis (6/6) mengatakan, harga jengkol mulai mengalami 
kenaikan sejak satu bulan terakhir. Jika biasanya per karung untuk jengkol 
dengan kualitas baik dijual seharga Rp400 ribu, saat ini sudah mencapai 
Rp1,2 juta. 

Dengan kondisi demikian, herga jengkol per buah terpaksa dijual seharga 
Rp1000 atau naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp300 hingga Rp500.

Sejak harganya mengalami kenaikan, daya beli masyarakat jauh menurun. Stok 
jengkol di Kota Padang didatangkan dari Kota Pariaman dan Pesisir Selatan.

Harga jengkol yang mengalami kenaikan fantastis, berpengaruh terhadap 
penjualan kerupuk jengkol mentah. Salah seorang pedagang kerupuk di Pasar 
Raya Padang, May mengatakan, sejak harga jengkol naik, harga kerupuk 
jengkol pun ikut naik. Jika biasanya dijual Rp60 ribu sekilo, kini harganya 
naik menjadi Rp100 ribu per kilogram.

"Dengan kondisi ini, banyak pedagang kerupuk yang sudah tidak menjual 
kerupuk jengkol lagi," ujarnya.

Sementara itu, seorang penjual Petai, Amel mengatakan, saat ini ia menjual 
petainya seharga Rp60 ribu per kilogram yang masih berkulit. Sedangkan 
untuk petai yang sudah tak berkulit, dijual seharga Rp120 ribu.

Menurut kedua pedagang itu, kenaikan harga jengkol dan petai tersebut 
disebabkan karena kurangnya pasokan ke Padang.

Selain tingginya permintaan dari luar Sumbar, juga sudah jarang ditanam 
warga, karena telah beralih menanam batang sawit. (musfah)
http://www.padangmedia.com/1-Berita/82246-Harga-Jengkol-dan-Petai-di-Pasar-Raya-Padang-Ikut-Meroket-.html

On Wednesday, June 5, 2013 9:33:33 PM UTC-7, Syafrinal Syarien wrote:
>
> NyitSungut;
>
> Kalau harago dagiang maha, iyo masih bisa ambo pediarkan saja...
> Sudah tu harago bawang naik lo, masih bisa ambo tahan ndak banyak-banyak 
> pakai bawang tu.
>
> Tapi kalau jaghiang jo patai ko nan naik harago e sampai Rp 100.000 
> sakilo, iyo namuah bacakak awak kini jo urang Departemen Pertanian tu! Apo 
> je kaghajo-e di kantua e tu? Indak dipareso-e apo ado hamo panyakik di 
> tinaman jaghiang tu? Baa ndak dibuek e penelitian bibit unggul untuak patai 
> jo jaghiang ko? 
> Baa kok indak diadokan perkebunan intensif hortikultura patai jo jaghiang 
> ko?
>
> Ondeh mandeh, alah maha lo patai daripado dagiang impor.
>
> Wassalaam;
> Sy Syarien
>
>   ------------------------------
>  *From:* sjamsir_sjarif <[email protected] <javascript:>>
> *To:* [email protected] <javascript:> 
> *Sent:* Thursday, June 6, 2013 11:19 AM
> *Subject:* [R@ntau-Net] Joghieng jo Potai batambah maha...
>  
> Ondeh, baa aka lai goh? Joghiang jo Potai lah tambah maha; kalio Joghiang 
> tambah maimbau-imbau salegho.
>
> .....
> Sebelumnya diberitakan, harga jengkol di sejumlah pasar di Jabodetabek dan 
> sekitarnya sudah mencapai Rp 50.000 per kilogram. Jengkol yang dalam bahasa 
> Latin disebut dengan Archidendron pauciflorum bahkan harganya sudah 
> melonjak hingga sekitar 100 persen di sejumlah lokasi.
>
> Kenaikan harga jengkol ternyata juga diikuti harga petai yang melonjak 
> tajam. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan turut 
> menanggapi harga jengkol yang membumbung tersebut. Dahlan mengaku harus 
> ikut berbagi pemikiran mengenai bagaimana solusi dalam menurunkan harganya. 
> "Harus ada solusinya. Bila perlu BUMN membentuk perusahaan khusus untuk 
> mengembangkan tanaman jengkol. Bisa saja dibentuk PTPN XIV yang mengurusi 
> jengkol dan petai," ujar Dahlan. 
>
> Lengkapnya lihat:
>
> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/06/04/18535830/Harga.Jengkol.Tembus.Rp.50.000..Mendag.Akan.Sidak
>
> Ruponyo ado lo Mafia Joghiang jo Potai ko:
>
> JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat M 
> Romahurmuzy atau Romy menyesalkan kenaikan harga jengkol dan petai di 
> sejumlah tempat di Tanah Air. Romy menilai ada ulah mafia yang bermain 
> sehingga membuat harga jengkol dan petai melambung drastis.
>
> "Menyedihkan, untuk komoditas makanan, rakyat harus kehilangan kesempatan 
> untuk mengonsumsi. Untuk itu, kenaikan ini harus diusut siapa yang 
> bermain," ujar Romy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/6/2013).
>
> Romy menduga ada beberapa penyebab harga jengkol melambung, seperti 
> serangan hama, belum musim panen, hingga aksi para mafia penimbun pangan. 
> "Faktor musim memang ada. Namun, harganya mustinya tidak (melonjak) 
> setinggi ini. Rakyat sepertinya tak henti-henti dipermainkan para mafia 
> penimbun bahan pangan," kata Sekretaris Jenderal PPP ini.
> dst lihat:
>
> http://nasional.kompas.com/read/2013/06/05/18353878/DPR.Rakyat.Dipermainkan.Mafia.Jengkol
>
> -- MakNgah
> Sjamsir Sjarif
>
>
> 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke